Javascript must be enabled to continue!
Sistem Penjaminan Mutu Internal dan Eksternal Sebagai Pilar Utama Penjaminan Mutu di Perguruan Tinggi
View through CrossRef
Sistem Penjaminan Mutu Internal dan Eksternal adalah suatu keniscayaan bagi sekolah dasar, menengah dan juga Perguruan Tinggi. Penetapan penjaminan mutu (quality assurance) bagi seluruh Perguruan Tinggi melalui Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi (SPM Dikti) telah lama diumumkan pemerintah. Berdasarkan Undang undang No. 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi. Senada dengan ini di sekolah juga sudah ditetapkan SPM dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 28 tahun 2016 tentang Penjaminan Mutu Pendidikan Dasar dan Menengah pada Bab I Ketentuan Umum Pasal 1 ayat 4. SPM itu membuat suatu organisasi menjadi berbudaya mutu, selain itu akan meningkatkan juga citra instansi terlebih di dunia pendidikan yang harus memenuhi kebutuhan pengguna. Namun di Indonesia SPM ini terkadang dilaksakan hanya bersifat insidensial artinya dilaksakan dan disiapkan untuk akreditasi (SPME) Sistem Penjaminan Mutu Eksternal. Sehingga hasil mutu yang digambarkan terkadang tidak sesuai dengan yang sebenarnya. Maka selayakna Instansi pendidikan di Indonesia perlu membudayakan mutu dalam kesehariannya dan rutin. Maka perlu kita kaji bagaimana rekomendasi implementasi SPM yang baik bagi Instansi Pendidikan di Indonesia.
Sekolah Tinggi Agama Islam Hasan Jufri Bawean
Title: Sistem Penjaminan Mutu Internal dan Eksternal Sebagai Pilar Utama Penjaminan Mutu di Perguruan Tinggi
Description:
Sistem Penjaminan Mutu Internal dan Eksternal adalah suatu keniscayaan bagi sekolah dasar, menengah dan juga Perguruan Tinggi.
Penetapan penjaminan mutu (quality assurance) bagi seluruh Perguruan Tinggi melalui Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi (SPM Dikti) telah lama diumumkan pemerintah.
Berdasarkan Undang undang No.
12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi.
Senada dengan ini di sekolah juga sudah ditetapkan SPM dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 28 tahun 2016 tentang Penjaminan Mutu Pendidikan Dasar dan Menengah pada Bab I Ketentuan Umum Pasal 1 ayat 4.
SPM itu membuat suatu organisasi menjadi berbudaya mutu, selain itu akan meningkatkan juga citra instansi terlebih di dunia pendidikan yang harus memenuhi kebutuhan pengguna.
Namun di Indonesia SPM ini terkadang dilaksakan hanya bersifat insidensial artinya dilaksakan dan disiapkan untuk akreditasi (SPME) Sistem Penjaminan Mutu Eksternal.
Sehingga hasil mutu yang digambarkan terkadang tidak sesuai dengan yang sebenarnya.
Maka selayakna Instansi pendidikan di Indonesia perlu membudayakan mutu dalam kesehariannya dan rutin.
Maka perlu kita kaji bagaimana rekomendasi implementasi SPM yang baik bagi Instansi Pendidikan di Indonesia.
Related Results
Desain dan Implementasi Sistem Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi (AIPT) Standar 3 Berbasis KPI
Desain dan Implementasi Sistem Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi (AIPT) Standar 3 Berbasis KPI
Akreditasi merupakan sebuah bentuk penilaian mutu dan kelayakan terhadap institusi perguruan tinggi yang dilakukan oleh organisasi diluar perguruan tinggi. Akreditasi merupakan sal...
Klasterisasi Perguruan Tinggi Swasta Berdasarkan Minat Siswa Menggunakan Metode K-Medoids
Klasterisasi Perguruan Tinggi Swasta Berdasarkan Minat Siswa Menggunakan Metode K-Medoids
Perguruan tinggi merupakan lembaga tertinggi dari sistem pendidikan nasional. Perguruan tinggi juga memiliki peran penting dalam mengembangkan kemampuan manusia untuk dilatih dan b...
Akreditasi: Persepsi Mahasiswa Tentang Penjaminan Mutu
Akreditasi: Persepsi Mahasiswa Tentang Penjaminan Mutu
Tujuan penelitian adalah untuk menggambarkan secara utuh dua hal utama dalam sistem penjaminan mutu pada lembaga pendidikan tingggi, yaitu; penjaminan mutu internal dan penjaminan ...
IMPLEMENTASI PENJAMINAN MUTU INTERNAL DI PKBM DAN PONDOK PESANTREN MIMBAR HUFFAZH KARAWANG
IMPLEMENTASI PENJAMINAN MUTU INTERNAL DI PKBM DAN PONDOK PESANTREN MIMBAR HUFFAZH KARAWANG
Dalam upaya melahirkan generasi terbaik, dibutuhkan sebuah pendidikan bermutu yang menjadi harapan semua pihak. Pendidikan bermutu memerlukan sebuah sistem pengendalian mutu yang t...
Sistem Penjaminan Mutu Internal Di Satuan Pendidikan Menengah (SMA)
Sistem Penjaminan Mutu Internal Di Satuan Pendidikan Menengah (SMA)
Abstrak: Tingkat pengetahuan warga sekolah terkait dengan Sisitem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) masih pada tingkat rendah yang masih perlu dikembangkan sebelum membentuk sistem p...
PENINGKATAN MUTU PERGURUAN TINGGI MELALUI PENJAMINAN MUTU INTERAL PERGURUAN TINGGI
PENINGKATAN MUTU PERGURUAN TINGGI MELALUI PENJAMINAN MUTU INTERAL PERGURUAN TINGGI
Penjaminan mutu adalah proses perencanaan/perumusan, penetapan, pelaksanaan, evaluasi pelaksanaan, pengendalian pelaksanaan, dan pengembangan/peningkatan standar mutu pengelolaan p...
Bimbingan Teknis Optimalisasi Peran Unit Penjaminan Mutu
Bimbingan Teknis Optimalisasi Peran Unit Penjaminan Mutu
Keberadaan Unit Penjaminan Mutu telah banyak memberikan arah dan kebijakan dalam membangun budaya mutu di 6 (enam) Perguruan Tinggi Swasta yakni Universitas Mandiri Bina Prestasi 7...

