Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

MENGARUSUTAMAKAN PERAN BADAN BANK TANAH DI DALAM KERANGKA REFORMA AGRARIA NASIONAL: PELUANG DAN TANTANGANNYA

View through CrossRef
Sampai saat ini pelaksanaan Reforma Agraria (RA) di Indonesia belum menunjukkan capaian maksimal khususnya terhadap program redistribusi tanah bagi masyarakat yang berada di pedesaan. Salah satu faktor kendalanya karena masih belum adanya lembaga yang bertugas khusus untuk pendataan, inventarisir, manajemen deposit sehingga program tersebut belum dapat berjalan sesuai harapan. Padahal, percepatan penuntasan RA haruslah benar-benar bisa memberikan akses yang adil kepada semua masyarakat terutama masyarakat yang berada di pedesaan.  Sementara, pada sisi lain, lahirnya Badan Bank Tanah melalui UU Cipta Kerja berpotensi semakin memperkecil peluang penuntasan program RA. Hal ini mengingat, kecilnya penentun alokasi luas tanah yang diperuntukan untuk mendukung percepatan program RA. Pembentukan BBT saat ini lebih cenderung diarahkan untuk mendukung percepatan program investasi dan pembangunan infrastruktur, meskipun di dalam pengaturannya, reforma agraria menjadi salah satu rencana kerjanya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Keberadaan BBT seharusnya bisa lebih diarahkan untuk mendukung dan memperkuat tugas penuntasan agenda RA khususnya pelaksanaan program redistribusi tanah. Oleh karena itu, perlu adanya dukungan infrastrukur salah satunya melalui BBT yang tugas dan fungsinya dikhususkan untuk melakukan pendataan, inventarisir tanah-tanah kemudian mengelola tanah-tanah (land keeper) yang dapat dipriotitaskan sebagai Tanah Objek RA (TORA).
Title: MENGARUSUTAMAKAN PERAN BADAN BANK TANAH DI DALAM KERANGKA REFORMA AGRARIA NASIONAL: PELUANG DAN TANTANGANNYA
Description:
Sampai saat ini pelaksanaan Reforma Agraria (RA) di Indonesia belum menunjukkan capaian maksimal khususnya terhadap program redistribusi tanah bagi masyarakat yang berada di pedesaan.
Salah satu faktor kendalanya karena masih belum adanya lembaga yang bertugas khusus untuk pendataan, inventarisir, manajemen deposit sehingga program tersebut belum dapat berjalan sesuai harapan.
Padahal, percepatan penuntasan RA haruslah benar-benar bisa memberikan akses yang adil kepada semua masyarakat terutama masyarakat yang berada di pedesaan.
  Sementara, pada sisi lain, lahirnya Badan Bank Tanah melalui UU Cipta Kerja berpotensi semakin memperkecil peluang penuntasan program RA.
Hal ini mengingat, kecilnya penentun alokasi luas tanah yang diperuntukan untuk mendukung percepatan program RA.
Pembentukan BBT saat ini lebih cenderung diarahkan untuk mendukung percepatan program investasi dan pembangunan infrastruktur, meskipun di dalam pengaturannya, reforma agraria menjadi salah satu rencana kerjanya.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Keberadaan BBT seharusnya bisa lebih diarahkan untuk mendukung dan memperkuat tugas penuntasan agenda RA khususnya pelaksanaan program redistribusi tanah.
Oleh karena itu, perlu adanya dukungan infrastrukur salah satunya melalui BBT yang tugas dan fungsinya dikhususkan untuk melakukan pendataan, inventarisir tanah-tanah kemudian mengelola tanah-tanah (land keeper) yang dapat dipriotitaskan sebagai Tanah Objek RA (TORA).

Related Results

Kajian Teoritis Pengelolaan Bank Tanah Dalam Rangka Perwujudan Reforma Agraria
Kajian Teoritis Pengelolaan Bank Tanah Dalam Rangka Perwujudan Reforma Agraria
Latar belakang pembentukan Bank Tanah adalah untuk memberikan jaminan penyediaan tanah untuk kepentingan ekonomi berkeadilan, yang salah satunya adalah Reforma Agraria. Tujuan dari...
Model Spasial Penentuan Lokasi untuk Objek Bank Tanah di Kabupaten Sleman
Model Spasial Penentuan Lokasi untuk Objek Bank Tanah di Kabupaten Sleman
 Abstract: The conception of a land bank is intended as an activity undertaken by the Government to provide land, which will be allocated for future use for various development pur...
DAMPAK PENCEMARAN TANAH DAN LANGKAH PENCEGAHAN
DAMPAK PENCEMARAN TANAH DAN LANGKAH PENCEGAHAN
Tanah merupakan bagian penting dalam menunjang kehidupan makhluk hidup di muka bumi. Seperti kita ketahui rantai makanan bermula dari tumbuhan. Manusia, hewan hidup dari tumbuhan. ...
Pengelolaan Aset Bank Tanah untuk Mewujudkan Ekonomi Berkeadilan
Pengelolaan Aset Bank Tanah untuk Mewujudkan Ekonomi Berkeadilan
ABSTRACT The goal of establishing a land bank in Indonesia has been initiated with the issuance of Government Regulation Number 64 of 2021 concerning Land Bank Agency. Based on thi...
Implikasi Hukum Agraria Terhadap Pengembangan Perdesaan
Implikasi Hukum Agraria Terhadap Pengembangan Perdesaan
Pengembangan perdesaan merupakan suatu aspek penting dalam mencapai pembangunan yang berkelanjutan. Hukum agraria, sebagai hukum yang mengatur hubungan antara manusia dengan tanah,...
Peran Gugus Tugas Reforma Agraria Mewujudkan Kampung Reforma Agraria
Peran Gugus Tugas Reforma Agraria Mewujudkan Kampung Reforma Agraria
Reforma agraria merupakan proses penataan kembali struktur penguasaan, pemilikan, penggunaan, dan pemanfaatan tanah yang lebih berkeadilan. Dalam menjalankan pelaksanaan reforma ag...
Kebijakan Reforma Agraria di Indonesia (Kajian Komparatif Tiga Periode Pelaksanaan: Orde Lama Orde Baru, dan Orde Reformasi)
Kebijakan Reforma Agraria di Indonesia (Kajian Komparatif Tiga Periode Pelaksanaan: Orde Lama Orde Baru, dan Orde Reformasi)
Abstract: One of the policy undertaken by the Government of Indonesia in take care of the rearrangement of ownership, control, utilization and the use of land is Agrarian Reform. T...
KAJIAN HUKUM IMPLEMENTASI REFORMA AGRARIA
KAJIAN HUKUM IMPLEMENTASI REFORMA AGRARIA
Semangat Reforma Agraria sebagaimana yang terkandung di dalam UUPA (Undang-undang Pokok Agraria) banyak dipertanyakan kembali berkaitan dengan penerapan pelaksanaan Reforma Agraria...

Back to Top