Javascript must be enabled to continue!
PENERAPAN PAIKEM GEMBROT UNTUK MENIGNKATKAN HASIL BELAJAR SAINS DI SEKOLAH DASAR
View through CrossRef
Penerapan ini dilatarbelakangi dengan rendahnya hasil ulangan harian siswa pada pembelajaran sains yang pencapaiannya hanya 50% telah tuntas KKM, dengan nilai KKM 63. Selain itu dalam pembelajaran di kelas siswa cenderung pasif. Berdasrkan permasalahan tersebut, maka tujuan yang ingin dicapai adalah : memperoleh gambaran tentang perencanaan, pelaksanaan pembelajaran, dan peningkatan hasil belajar melalui penerapan PAIKEM Gembrot di kelas II SD Negeri Manggarai 09 Pagi Kecamatan Tebet Jakarta Selatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah peneltiian Tindakan Kelas (PTK) yang mengadaptasi dalam penelitian ini adalah model Kemmis & Mc. Taggart dengan tiga siklus. Subjek Penelitian ini adalah siswa kelas II semester II SD Negeri Manggarai 09 Kecematan Tebet JakartaSelatan berjumlah 20 orang. Hasil penelitian dengan penerapan PAIKEM GEMBROT menunjukkan adanya peningkatan proses pembelajaran, terlihat siswa sangat senang dan aktif dalam berpartisipasi dalam pembelajaran. Demikian pula perolehan hasil belajar siswa mengalami peningkatan pada siklus I pertemuan I diperoleh hasil 5% siswa pada kategori buruk (< 29), 20% siswa masih berada pada kategori “kurang” (30-49), 40% kategori “cukup” (50-69), 35% pada kategori “baik” (70-89), dan 0% pada kategori “baik sekali” (>90), siklus I pertemuan 2 diperoleh hasil 5% siswa pada kategori buruk (<29), 20% siswa masih berada pada kategori “kurang” (30-49), 30% kategori “cukup” (50-69), 30% pada kategori “baik” (70-89), dan sisanya 15% pada kategori “baik sekali” (>90). Siklus II pertemuan I diperoleh hasil 10% siswa berada pada kategori “kurang” (30-49), 20% kategori “cukup” (50-69), 50% pada kategori “baik” (70-89), dan sisanya 20% pada kategori “baik sekali” (>90). Sedangkan pada siklus II pertemuan 2 peneliti memperoleh hasil 0% siswa pada ketegori buruk (<29), 5% siswa masih berada pada kategori “kurang” (30-49), 25% kategori “cukup” (50-69), 30% pada kategori “baik” (70-89), dan sisanya 40% pada kategori “baik sekali” (>90). Dengan analisis data tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa penerapan PAIKEM GEMBROT dapat dijadikan alternative pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar siswa.
Title: PENERAPAN PAIKEM GEMBROT UNTUK MENIGNKATKAN HASIL BELAJAR SAINS DI SEKOLAH DASAR
Description:
Penerapan ini dilatarbelakangi dengan rendahnya hasil ulangan harian siswa pada pembelajaran sains yang pencapaiannya hanya 50% telah tuntas KKM, dengan nilai KKM 63.
Selain itu dalam pembelajaran di kelas siswa cenderung pasif.
Berdasrkan permasalahan tersebut, maka tujuan yang ingin dicapai adalah : memperoleh gambaran tentang perencanaan, pelaksanaan pembelajaran, dan peningkatan hasil belajar melalui penerapan PAIKEM Gembrot di kelas II SD Negeri Manggarai 09 Pagi Kecamatan Tebet Jakarta Selatan.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah peneltiian Tindakan Kelas (PTK) yang mengadaptasi dalam penelitian ini adalah model Kemmis & Mc.
Taggart dengan tiga siklus.
Subjek Penelitian ini adalah siswa kelas II semester II SD Negeri Manggarai 09 Kecematan Tebet JakartaSelatan berjumlah 20 orang.
Hasil penelitian dengan penerapan PAIKEM GEMBROT menunjukkan adanya peningkatan proses pembelajaran, terlihat siswa sangat senang dan aktif dalam berpartisipasi dalam pembelajaran.
Demikian pula perolehan hasil belajar siswa mengalami peningkatan pada siklus I pertemuan I diperoleh hasil 5% siswa pada kategori buruk (< 29), 20% siswa masih berada pada kategori “kurang” (30-49), 40% kategori “cukup” (50-69), 35% pada kategori “baik” (70-89), dan 0% pada kategori “baik sekali” (>90), siklus I pertemuan 2 diperoleh hasil 5% siswa pada kategori buruk (<29), 20% siswa masih berada pada kategori “kurang” (30-49), 30% kategori “cukup” (50-69), 30% pada kategori “baik” (70-89), dan sisanya 15% pada kategori “baik sekali” (>90).
Siklus II pertemuan I diperoleh hasil 10% siswa berada pada kategori “kurang” (30-49), 20% kategori “cukup” (50-69), 50% pada kategori “baik” (70-89), dan sisanya 20% pada kategori “baik sekali” (>90).
Sedangkan pada siklus II pertemuan 2 peneliti memperoleh hasil 0% siswa pada ketegori buruk (<29), 5% siswa masih berada pada kategori “kurang” (30-49), 25% kategori “cukup” (50-69), 30% pada kategori “baik” (70-89), dan sisanya 40% pada kategori “baik sekali” (>90).
Dengan analisis data tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa penerapan PAIKEM GEMBROT dapat dijadikan alternative pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar siswa.
Related Results
PENERAPAN AWARENESS TRAINING UNTUK MENINGKATKAN PEMBELAJARAN PAIKEM GEMBROT DAN WELL BEING
PENERAPAN AWARENESS TRAINING UNTUK MENINGKATKAN PEMBELAJARAN PAIKEM GEMBROT DAN WELL BEING
Pengabdian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi program pelatihan kesadaran (awareness training) dalam meningkatkan penerapan metode PAIKEM GEMBROT dan kesejahteraan guru ...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Local Wisdom Integration Training in PAIKEM Learning at MTs Salafiyah Syafi'iyah Mojokerto
Local Wisdom Integration Training in PAIKEM Learning at MTs Salafiyah Syafi'iyah Mojokerto
One form of student-centered learning is by integrating local wisdom into PAIKEM learning. Integrating local wisdom into PAIKEM learning is something new at MTs Salafiyah Syafi'iya...
Pengaruh Fasilitas Belajar dan Motivasi Belajar terhadap Kedisiplinan Belajar Siswa
Pengaruh Fasilitas Belajar dan Motivasi Belajar terhadap Kedisiplinan Belajar Siswa
Kedisiplinan dalam proses pendidikan sangat diperlukan karena bukan hanya untuk menjaga kondisi suasana belajar dan mengajar dengan lancar tetapi juga untuk menciptakan pribadi yan...
strategi pembelajaran: metode PAIKEM (PEMBELAJARAN AKTIF, INOVATIF, KREATIF, EFEKTIF, dan MENYENANGKAN)
strategi pembelajaran: metode PAIKEM (PEMBELAJARAN AKTIF, INOVATIF, KREATIF, EFEKTIF, dan MENYENANGKAN)
Peran guru didalam proses pembelajaran sangat penting, guru harus bisa mengondisikan kelas serta guru harus menjadikan siswa menjadi aktif, inovatif dan kreatif dalam pembelajarann...
Hubungan Penulisan Jurnal Belajar Berbasis Literasi Sains Terhadap Hasil Belajar Siswa SMAN 2 Mataram
Hubungan Penulisan Jurnal Belajar Berbasis Literasi Sains Terhadap Hasil Belajar Siswa SMAN 2 Mataram
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kompetensi sains siswa yang dikaji dari penulisan jurnal belajar berbasis literasi sains dan hasil belajar siswa SMAN 2 Mataram serta untu...
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI HASIL BELAJAR SISWA SEKOLAH DASAR DI KECAMATAN KOTA TAMBOLAKA
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI HASIL BELAJAR SISWA SEKOLAH DASAR DI KECAMATAN KOTA TAMBOLAKA
<p class="E-JOURNALAbstractBody">Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kompetensi guru sekolah dasar dalam mendiagnosis kesulitan belajar siswa, memanfaatkan med...
HUBUNGAN ANTARA MINAT BELAJAR DAN INTENSITAS BELAJAR SISWA DENGAN PRESTASI BELAJAR AGAMA HINDU SISWA PASRAMAN SATYA DHARMA DI TAHUN PELAJARAN 2019/2020
HUBUNGAN ANTARA MINAT BELAJAR DAN INTENSITAS BELAJAR SISWA DENGAN PRESTASI BELAJAR AGAMA HINDU SISWA PASRAMAN SATYA DHARMA DI TAHUN PELAJARAN 2019/2020
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat korelasi yang signifikan antara (1) minat belajar dengan prestasi belajar agama hindu siswa pasraman satya dharma di Gunun...

