Javascript must be enabled to continue!
RESILIENSI: KUNCI SUKSES FULL-TIME MOM
View through CrossRef
The role of a mother has a big influence in creating family happiness and prosperity. Most highly educated women are willing to leave office jobs and decide to become full-time mothers. However, as time went by, this full-time moms experienced parental burnout because of the new routine. Parental burnout is a fatigue syndrome caused by excessive chronic stress in carrying out one's role. This is caused by household work and childcare that are never completed in everyday life. As a result, full-time moms will feel physically and psychologically bored and exhausted. Resilience is resilience in facing challenges. Full-time moms who have resilience will be able to face parental burnout and achieve family well-being. Family well-being includes emotional and physical well-being within a family. The intervention in the form of a psychoeducational webinar with the theme "RESILIENCE: THE KEY TO FULL-TIME MOM SUCCESS" aims to open insight and provide knowledge to full-time moms who can have resilience in dealing with feelings of parental burnout and become strong mothers. Full-time moms will be equipped with the concept of self-resilience to increase resilience using the online webinar method via zoom media. The results of the difference test between pre-test and post-test scores show a high significant comparison, so it can be concluded that the psychoeducational webinar in Community Service is said to be effective because of the high percentage difference in the knowledge that participants have between before and after attending this webinar.
ABSTRAK
Peran seorang ibu sangat berpengaruh besar dalam menciptakan kebahagiaan dan kesejahteraan keluarga. Sebagian besar wanita berpendidikan tinggi rela meninggalkan pekerjaan kantor dan mengambil keputusan menjadi ibu rumah tangga (IRT) penuh waktu. Namun seiring berjalannya waktu, IRT penuh waktu ini mengalami parental burnout karena rutinitas yang baru. Parental burnout adalah sindrom kelelahan yang diakibatkan oleh stres kronis berlebihan dalam menjalankan peran. Hal ini disebabkan oleh pekerjaan rumah tangga dan pengasuhan anak yang tak kunjung selesai dalam keseharian. Akibatnya IRT penuh waktu akan merasakan kejenuhan serta kelelahan secara fisik dan psikologis. Resiliensi adalah daya lenting dalam menghadapi tantangan. IRT penuh waktu yang memiliki resiliensi maka akan dapat menghadapi parental burnout dan mencapai kesejahteraan keluarganya. Kesejahteraan keluarga mencakup kesejahteraan emosional dan fisik di dalam sebuah keluarga. Intervensi dalam bentuk webinar psikoedukasi dengan tema “RESILIENSI: KUNCI SUKSES FULL-TIME MOM” bertujuan untuk membuka wawasan dan memberikan bekal pengetahuan kepada IRT penuh waktu dapat memiliki resiliensi dalam menghadapi perasaan parental burnout dan menjadi ibu yang tangguh. IRT penuh waktu akan diperlengkapi dengan konsep resiliensi diri untuk meningkatkan daya lenting dengan metode webinar secara daring melalui media zoom. Hasil uji perbedaan terhadap skor pre-test dan post-test menunjukkan perbandingan yang signifikan tinggi sehingga dapat disimpulkan bahwa webinar psikoedukasi dalam Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini dikatakan efektif karena perbedaan presentase yang tinggi tentang pengetahuan yang dimiliki peserta antara sebelum dan setelah mengikuti webinar ini.
Universitas Tarumanagara
Title: RESILIENSI: KUNCI SUKSES FULL-TIME MOM
Description:
The role of a mother has a big influence in creating family happiness and prosperity.
Most highly educated women are willing to leave office jobs and decide to become full-time mothers.
However, as time went by, this full-time moms experienced parental burnout because of the new routine.
Parental burnout is a fatigue syndrome caused by excessive chronic stress in carrying out one's role.
This is caused by household work and childcare that are never completed in everyday life.
As a result, full-time moms will feel physically and psychologically bored and exhausted.
Resilience is resilience in facing challenges.
Full-time moms who have resilience will be able to face parental burnout and achieve family well-being.
Family well-being includes emotional and physical well-being within a family.
The intervention in the form of a psychoeducational webinar with the theme "RESILIENCE: THE KEY TO FULL-TIME MOM SUCCESS" aims to open insight and provide knowledge to full-time moms who can have resilience in dealing with feelings of parental burnout and become strong mothers.
Full-time moms will be equipped with the concept of self-resilience to increase resilience using the online webinar method via zoom media.
The results of the difference test between pre-test and post-test scores show a high significant comparison, so it can be concluded that the psychoeducational webinar in Community Service is said to be effective because of the high percentage difference in the knowledge that participants have between before and after attending this webinar.
ABSTRAK
Peran seorang ibu sangat berpengaruh besar dalam menciptakan kebahagiaan dan kesejahteraan keluarga.
Sebagian besar wanita berpendidikan tinggi rela meninggalkan pekerjaan kantor dan mengambil keputusan menjadi ibu rumah tangga (IRT) penuh waktu.
Namun seiring berjalannya waktu, IRT penuh waktu ini mengalami parental burnout karena rutinitas yang baru.
Parental burnout adalah sindrom kelelahan yang diakibatkan oleh stres kronis berlebihan dalam menjalankan peran.
Hal ini disebabkan oleh pekerjaan rumah tangga dan pengasuhan anak yang tak kunjung selesai dalam keseharian.
Akibatnya IRT penuh waktu akan merasakan kejenuhan serta kelelahan secara fisik dan psikologis.
Resiliensi adalah daya lenting dalam menghadapi tantangan.
IRT penuh waktu yang memiliki resiliensi maka akan dapat menghadapi parental burnout dan mencapai kesejahteraan keluarganya.
Kesejahteraan keluarga mencakup kesejahteraan emosional dan fisik di dalam sebuah keluarga.
Intervensi dalam bentuk webinar psikoedukasi dengan tema “RESILIENSI: KUNCI SUKSES FULL-TIME MOM” bertujuan untuk membuka wawasan dan memberikan bekal pengetahuan kepada IRT penuh waktu dapat memiliki resiliensi dalam menghadapi perasaan parental burnout dan menjadi ibu yang tangguh.
IRT penuh waktu akan diperlengkapi dengan konsep resiliensi diri untuk meningkatkan daya lenting dengan metode webinar secara daring melalui media zoom.
Hasil uji perbedaan terhadap skor pre-test dan post-test menunjukkan perbandingan yang signifikan tinggi sehingga dapat disimpulkan bahwa webinar psikoedukasi dalam Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini dikatakan efektif karena perbedaan presentase yang tinggi tentang pengetahuan yang dimiliki peserta antara sebelum dan setelah mengikuti webinar ini.
.
Related Results
RESILIENSI GURU DITINJAU DARI RESILIENSI GURU DITINJAU DARI RESILIENSI GURU DITINJAU DARI RESILIENSI GURU DITINJAU DARI RESILIENSI GURU DITINJAU DARI RESILIENSI GURU DITINJAU DARI RESILIENSI GURU DITINJAU DARI RESILIENSI GURU DITINJAU DARI RESILIENSI GURU
RESILIENSI GURU DITINJAU DARI RESILIENSI GURU DITINJAU DARI RESILIENSI GURU DITINJAU DARI RESILIENSI GURU DITINJAU DARI RESILIENSI GURU DITINJAU DARI RESILIENSI GURU DITINJAU DARI RESILIENSI GURU DITINJAU DARI RESILIENSI GURU DITINJAU DARI RESILIENSI GURU
Tulisan ini bertujuan untuk menjabarkan bahwa resiliensi merupakan konstruk psikologi yang sangat mendasar yang mestinya dimiliki oleh setiap guru demi suksesnya pengajaran dan pem...
Hubungan Perilaku Mom Shaming dengan Parenting Self-Efficacy Ibu
Hubungan Perilaku Mom Shaming dengan Parenting Self-Efficacy Ibu
ABSTRACT
Parenting self-efficacy is parents' confidence in their competence in carrying out their role as parents, especially in parenting. A mother who has high self-confidence c...
SUN-021 Age-Specific Multiples of the Median Level of Serum Anti-Mullerian Hormone Is a Potential Marker for Diagnosis of Polycystic Ovary Syndrome
SUN-021 Age-Specific Multiples of the Median Level of Serum Anti-Mullerian Hormone Is a Potential Marker for Diagnosis of Polycystic Ovary Syndrome
Abstract
Serum anti-Mullerian hormone (AMH) levels are significantly higher in women with polycystic ovary syndrome (PCOS) than in normal ovulatory women. Different ...
HUBUNGAN RELIGIUSITAS DAN REGULASI EMOSI TERHADAP RESILIENSI PADA DEWASA AWAL KORBAN GHOSTING
HUBUNGAN RELIGIUSITAS DAN REGULASI EMOSI TERHADAP RESILIENSI PADA DEWASA AWAL KORBAN GHOSTING
The purpose of this study was to determine the relationship between religiosity and emotional regulation on resilience in early adulthood ghosting victims. This research is a quant...
Peran Dukungan Keluarga Terhadap Resiliensi Penyintas Kanker Payudara
Peran Dukungan Keluarga Terhadap Resiliensi Penyintas Kanker Payudara
Latar Belakang: Ketika menghadapi penyakit, penyintas kanker payudara dituntut untuk mampu beradaptasi dalam situasi tersebut. Oleh karena itu, penyintas kanker diharapkan terus me...
PENGALAMAN RESILIENSI PADA LANSIA PENYINTAS COVID 19
PENGALAMAN RESILIENSI PADA LANSIA PENYINTAS COVID 19
Latar belakang: Penyintas covid 19 masih bergejala hingga lebih dari 60 hari setelah onset pertama muncul. Kondisi ini dikenal sebagai long covid. Terdapat banyak sekali lansia yan...
Gambaran Resiliensi Akademik Siswa SMA dan Implikasinya Terhadap Intervensi Bimbingan dan Konseling
Gambaran Resiliensi Akademik Siswa SMA dan Implikasinya Terhadap Intervensi Bimbingan dan Konseling
Permasalahan yang sering dialami siswa di sekolah yaitu ketidakmampuan siswa untuk bertahan dalam kondisi suatu tekanan diantaranya tekanan akademik. Penelitian ini bertujuan untuk...

