Javascript must be enabled to continue!
RESILIENSI GURU DITINJAU DARI RESILIENSI GURU DITINJAU DARI RESILIENSI GURU DITINJAU DARI RESILIENSI GURU DITINJAU DARI RESILIENSI GURU DITINJAU DARI RESILIENSI GURU DITINJAU DARI RESILIENSI GURU DITINJAU DARI RESILIENSI GURU DITINJAU DARI RESILIENSI GURU
View through CrossRef
Tulisan ini bertujuan untuk menjabarkan bahwa resiliensi merupakan konstruk psikologi yang sangat mendasar yang mestinya dimiliki oleh setiap guru demi suksesnya pengajaran dan pembelajaran yang digelutinya. Resiliensi adalah sesuatu yang harus diperjuangkan secara terus-menerus. la adalah sebuah proses dinamis yang harus diperjuangkan sepanjang masa. Selain itu, resiliensi bukan sesuatu yang dapat berdiri sendri la merupakan hasil kolaborasi dari sejumlah faktor Tulisan ini mau memaparkan tiga macam faktor yang sangat kuat untuk membentuk resiliensi. Ketiga faktor aimaksud adalah: emotion awareness (kesadaran emosi), emotion regulation (regulasi emosi), dan self-transcence relationship (hubungan transenden). Emotion awareness membuat seorang guru senantiasa menyadari (dalam bahasa Jawa-iling) dengan setiap emosi dalam dirinya. Dengan emotion regulation, seorang guru senantiasa berusaha untuk meregulasi atau mengendalikan dan mengarahkan emosinya kepada hal-hal positif. Namun faktanya, tak sedikit emosi yang sudah disadari itu tidak dapat dengan mudah dikendalikan. Bahkan ketika seorang guru sudah dapat masukan dari rekan kerja atau dari kepala sekolah, emosi yang sudah sempat memuncak, masih sulit diregulasi. Untuk itu, guru membutukan faktor yang ketiga, self-transcendence. Dengan transcendental relationship, guru dapat meminta pertolongan Tuhan yang ia imani untuk meregulasi emosinya menjadi positif
Sekolah Tinggi Pastoral, St. Bonaventura Delitua - Keuskupan Agung Medan
Title: RESILIENSI GURU DITINJAU DARI RESILIENSI GURU DITINJAU DARI RESILIENSI GURU DITINJAU DARI RESILIENSI GURU DITINJAU DARI RESILIENSI GURU DITINJAU DARI RESILIENSI GURU DITINJAU DARI RESILIENSI GURU DITINJAU DARI RESILIENSI GURU DITINJAU DARI RESILIENSI GURU
Description:
Tulisan ini bertujuan untuk menjabarkan bahwa resiliensi merupakan konstruk psikologi yang sangat mendasar yang mestinya dimiliki oleh setiap guru demi suksesnya pengajaran dan pembelajaran yang digelutinya.
Resiliensi adalah sesuatu yang harus diperjuangkan secara terus-menerus.
la adalah sebuah proses dinamis yang harus diperjuangkan sepanjang masa.
Selain itu, resiliensi bukan sesuatu yang dapat berdiri sendri la merupakan hasil kolaborasi dari sejumlah faktor Tulisan ini mau memaparkan tiga macam faktor yang sangat kuat untuk membentuk resiliensi.
Ketiga faktor aimaksud adalah: emotion awareness (kesadaran emosi), emotion regulation (regulasi emosi), dan self-transcence relationship (hubungan transenden).
Emotion awareness membuat seorang guru senantiasa menyadari (dalam bahasa Jawa-iling) dengan setiap emosi dalam dirinya.
Dengan emotion regulation, seorang guru senantiasa berusaha untuk meregulasi atau mengendalikan dan mengarahkan emosinya kepada hal-hal positif.
Namun faktanya, tak sedikit emosi yang sudah disadari itu tidak dapat dengan mudah dikendalikan.
Bahkan ketika seorang guru sudah dapat masukan dari rekan kerja atau dari kepala sekolah, emosi yang sudah sempat memuncak, masih sulit diregulasi.
Untuk itu, guru membutukan faktor yang ketiga, self-transcendence.
Dengan transcendental relationship, guru dapat meminta pertolongan Tuhan yang ia imani untuk meregulasi emosinya menjadi positif.
Related Results
Literasi Keuangan Dan Resiliensi Keuangan Mahasiswa: Ditinjau Dari Perspektif Gender
Literasi Keuangan Dan Resiliensi Keuangan Mahasiswa: Ditinjau Dari Perspektif Gender
ini mahasiswa sangat aktif dalam penggunaan teknologi finansial baik sebagai alat pembayaran maupun sarana untuk berinvestasi. Berdasarkan hal tersebut, dibutuhkan literasi dan res...
Peran Dukungan Keluarga Terhadap Resiliensi Penyintas Kanker Payudara
Peran Dukungan Keluarga Terhadap Resiliensi Penyintas Kanker Payudara
Latar Belakang: Ketika menghadapi penyakit, penyintas kanker payudara dituntut untuk mampu beradaptasi dalam situasi tersebut. Oleh karena itu, penyintas kanker diharapkan terus me...
ANALISIS SYAIR BERTEMA GURU SEKUMPUL KARYA GURU ABDUL HAKIM DAN GURU AKHMAD SYAIRAZI: HEURISTIK DAN HERMENEUTIK (ANALYSIS OF POETRY THEMED GURU SEKUMPUL BY GURU ABDUL HAKIM AND GURU AKHMAD SYAIRAZI: HEURISTICS AND HERMENEUTICS)
ANALISIS SYAIR BERTEMA GURU SEKUMPUL KARYA GURU ABDUL HAKIM DAN GURU AKHMAD SYAIRAZI: HEURISTIK DAN HERMENEUTIK (ANALYSIS OF POETRY THEMED GURU SEKUMPUL BY GURU ABDUL HAKIM AND GURU AKHMAD SYAIRAZI: HEURISTICS AND HERMENEUTICS)
AbstractAnalysis of Poetry Themed Guru Sekumpul by Guru Abdul Hakim and Guru Akhmad Syairazi: Heuristics and Hermeneutics. This research aims to describe the results of heuristic a...
Gambaran Resiliensi Akademik Siswa SMA dan Implikasinya Terhadap Intervensi Bimbingan dan Konseling
Gambaran Resiliensi Akademik Siswa SMA dan Implikasinya Terhadap Intervensi Bimbingan dan Konseling
Permasalahan yang sering dialami siswa di sekolah yaitu ketidakmampuan siswa untuk bertahan dalam kondisi suatu tekanan diantaranya tekanan akademik. Penelitian ini bertujuan untuk...
PENGALAMAN RESILIENSI PADA LANSIA PENYINTAS COVID 19
PENGALAMAN RESILIENSI PADA LANSIA PENYINTAS COVID 19
Latar belakang: Penyintas covid 19 masih bergejala hingga lebih dari 60 hari setelah onset pertama muncul. Kondisi ini dikenal sebagai long covid. Terdapat banyak sekali lansia yan...
HOPELESSNESS DAN RESILIENSI PADA MAHASISWA YANG SEDANG MENYUSUN TUGAS AKHIR
HOPELESSNESS DAN RESILIENSI PADA MAHASISWA YANG SEDANG MENYUSUN TUGAS AKHIR
Abstrak
Mahasiswa tingkat akhir yang sedang menyusun tugas akhir banyak mengalami hambatan yang dapat memicu kondisi terpuruk, namun harus segera bangkit karena tugas akhir harus d...
A comprehensive analysis of mathematical resilience in elementary school students: A gender and learning style perspective
A comprehensive analysis of mathematical resilience in elementary school students: A gender and learning style perspective
[English]: This study investigates the relationship between students' mathematical resilience and their learning styles and gender. Employing a non-experimental comparative design ...

