Javascript must be enabled to continue!
PELATIHAN PENYUSUNAN CARA PRODUKSI PANGAN OLAHAN YANG BAIK (CPPOB) PADA TENANT INKUBATOR BISNIS POLITEKNIK NEGERI LHOKSEUMAWE
View through CrossRef
Inkubator bisnis PNL memiliki lebih kurang 30 (tiga puluh) tenant yang akan dibimbing menjadi seorang intherpeunership. Tenant inkubator bisnis PNL terdiri dari para mahasiswa aktif dan alumni yang memiliki produk yang akan dipasarkan. Permasalahan yang dihadapi oleh tenant adalah produk pangan yang diproduksikan oleh para tenant belum memiliki CPPOB. Produksi pangan harus aman dan layak di konsumsi oleh masyarakat. Oleh karena itu tujuan dari pelatihan ini adalah untuk memberikan pengetahuna kepada para tenant tentang penyusunan Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB) yang diperlukan untuk menjamin mutu produk pangan serta menjaga keamanan pangan. Metode yang dilakukan pada pelatihan ini terdiri dari beberpa tahapan: (1) Persiapan yaitu melakukan koordinasi kepada para tenat,; (2) Pelatihan yaitu melakukan pelatihan kepada para tenant tentang penyusunan CPPOB; (3) Membimbing: yaitu para tenant di bimbing cara menyusun CPPOB; (4) Evaluasi yaitu setelah penelitian ini dilakukan evaluasi kepada para mitra. Target dari kegiatan ini adalah para tenant sehingga tenant dapat menyusun dan melaksanakan CPPOB dengan baik. Pada saat pelatihan para tenant diberikan soal pada saat pre dan post test. Dari hasil pelatihan yang telah dilakukan 100% tenant dapat menyususn CPPOB.
Politeknik Negeri Lhokseumawe
Title: PELATIHAN PENYUSUNAN CARA PRODUKSI PANGAN OLAHAN YANG BAIK (CPPOB) PADA TENANT INKUBATOR BISNIS POLITEKNIK NEGERI LHOKSEUMAWE
Description:
Inkubator bisnis PNL memiliki lebih kurang 30 (tiga puluh) tenant yang akan dibimbing menjadi seorang intherpeunership.
Tenant inkubator bisnis PNL terdiri dari para mahasiswa aktif dan alumni yang memiliki produk yang akan dipasarkan.
Permasalahan yang dihadapi oleh tenant adalah produk pangan yang diproduksikan oleh para tenant belum memiliki CPPOB.
Produksi pangan harus aman dan layak di konsumsi oleh masyarakat.
Oleh karena itu tujuan dari pelatihan ini adalah untuk memberikan pengetahuna kepada para tenant tentang penyusunan Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB) yang diperlukan untuk menjamin mutu produk pangan serta menjaga keamanan pangan.
Metode yang dilakukan pada pelatihan ini terdiri dari beberpa tahapan: (1) Persiapan yaitu melakukan koordinasi kepada para tenat,; (2) Pelatihan yaitu melakukan pelatihan kepada para tenant tentang penyusunan CPPOB; (3) Membimbing: yaitu para tenant di bimbing cara menyusun CPPOB; (4) Evaluasi yaitu setelah penelitian ini dilakukan evaluasi kepada para mitra.
Target dari kegiatan ini adalah para tenant sehingga tenant dapat menyusun dan melaksanakan CPPOB dengan baik.
Pada saat pelatihan para tenant diberikan soal pada saat pre dan post test.
Dari hasil pelatihan yang telah dilakukan 100% tenant dapat menyususn CPPOB.
Related Results
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
MENENTUKAN WAKTU STANDAR PADA AKTIVITAS KERJA PRODUKSI SABLON MANUAL DI CV. DWIPUTRA IHWA
MENENTUKAN WAKTU STANDAR PADA AKTIVITAS KERJA PRODUKSI SABLON MANUAL DI CV. DWIPUTRA IHWA
Analisis waktu standar produksi merupakan salah satu analisis metoda kuantitatif yang dilakukan untuk mengukur waktu produksi dan bertujuan agar dapat memiliki waktu standar sebaga...
Sosialisasi CPPOB dan SSOP Pada Industri Rumah Tangga Elen Bakes, Denpasar
Sosialisasi CPPOB dan SSOP Pada Industri Rumah Tangga Elen Bakes, Denpasar
Kemanan pangan menjadi salah satu hal yang mendapat perhatian lebih karena menyangkut dengan kesehatan manusia. Selain itu, kesadaran masyarakat akan pentingnya memilih pangan yang...
Peranan Inkubator Bisnis dalam Menumbuhkan Jiwa Kewirausahaan Mahasiswa Akademi Komunitas Negeri Putra Sang Fajar Blitar
Peranan Inkubator Bisnis dalam Menumbuhkan Jiwa Kewirausahaan Mahasiswa Akademi Komunitas Negeri Putra Sang Fajar Blitar
Abstrak—Inkubator Bisnis Teknologi (IBT) merupakan program untuk menumbuhkembangkan kewirausahaan yang berbasis teknologi berupa pendanaan, pelatihan, dan asistensi bagi inkubator ...
Edukasi Standarisasi Mutu melalui Penyuluhan CPPOB dan SOP di Mitra Paguyuban Dawet Ayu Banjarnegara
Edukasi Standarisasi Mutu melalui Penyuluhan CPPOB dan SOP di Mitra Paguyuban Dawet Ayu Banjarnegara
Paguyuban Dawet Ayu Banjarnegara sebagai ikon minuman tradisional daerah masih menghadapi berbagai kendala dalam pengembangan usaha, seperti keterbatasan pengetahuan mengenai pener...
IMPLEMENTASI CPPOB UNTUK PENINGKATAN STANDAR KEAMANAN PANGAN PADA USAHA KEDAI BAKSO PEMUDA DI KOTA MALANG
IMPLEMENTASI CPPOB UNTUK PENINGKATAN STANDAR KEAMANAN PANGAN PADA USAHA KEDAI BAKSO PEMUDA DI KOTA MALANG
Usaha Kedai Bakso Pemuda "Spesial Kuah Bening" merupakan unit mikro olahan daging di Kota Malang yang menghadapi berbagai kendala dalam penerapan Cara Produksi Pangan Olahan yang B...
Efektivitas Inkubator Portable Sebagai Alat Inovasi Penunjang Laboratorium Mikrobiologi
Efektivitas Inkubator Portable Sebagai Alat Inovasi Penunjang Laboratorium Mikrobiologi
Latar Belakang : inkubator konvensional merupakan alat yang didesain untuk memenuhi kebutuhan pada proses inkubasi dilaboratorium mikrobiologi yang mengunakan komponen alat yang l...

