Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Pemilihan Sistem Air Limbah-Lumpur Tinja Komunal Menggunakan Analisis Kluster Hierarki

View through CrossRef
Pengelolaan lumpur tinja dari instalasi pengolahan air limbah (IPAL) desentralisasi merupakan tantangan di kawasan permukiman yang memiliki keterbatasan akses ke sarana pengolahan lumpur tinja terpusat. Pada tulisan ini, dikaji pemilihan dan strategi pengembangan sistem IPAL komunal dan pengolahan lumpur tinja terintegrasi (SIPAL-LT). Faktor-faktor dominan keberlanjutan pengembangan IPAL menentukan pemilihan SIPAL-LT, yaitu faktor sistem pengolahan, pengelolaan, lingkungan, dan karakteristik masyarakat.  Pengembangan IPAL terintegrasi di lokasi studi ditentukan berdasarkan profil keberlanjutan, pilihan teknologi, dan profil pengembangan SIPAL-LT. Pemilihan dan penentuan prioritas pengembangan SIPAL-LT dianalisis dengan metode kluster hierarki, sedangkan strategi pengembangannya menggunakan analisis kuadran. Pilihan SIPAL-LT dapat dikembangkan pada kluster yang  memiliki karakteristik, yaitu air limbah domestik berkategori pencemar rendah-sedang, pengguna IPAL komunal eksisting lebih dari 60% kapasitas, lumpur tinja berkategori pencemar rendah, tingkat pemeliharaan IPAL komunal berkategori rendah-sedang, indeks efektifitas IPAL komunal lebih dari 60%, dan tingkat partisipasi masyarakat berkategori sedang-tinggi.  Pilihan SIPAL-LT terbaik berada di lokasi studi yang telah memanfaatkan IPAL komunal teknologi biofilter atau digester anaerobik, sedangkan pengolahan lumpur tinja direncanakan menggunakan sistem constructed wetland atau kombinasi sistem sludge drying bed dan sistem co-composting.
Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan
Title: Pemilihan Sistem Air Limbah-Lumpur Tinja Komunal Menggunakan Analisis Kluster Hierarki
Description:
Pengelolaan lumpur tinja dari instalasi pengolahan air limbah (IPAL) desentralisasi merupakan tantangan di kawasan permukiman yang memiliki keterbatasan akses ke sarana pengolahan lumpur tinja terpusat.
Pada tulisan ini, dikaji pemilihan dan strategi pengembangan sistem IPAL komunal dan pengolahan lumpur tinja terintegrasi (SIPAL-LT).
Faktor-faktor dominan keberlanjutan pengembangan IPAL menentukan pemilihan SIPAL-LT, yaitu faktor sistem pengolahan, pengelolaan, lingkungan, dan karakteristik masyarakat.
  Pengembangan IPAL terintegrasi di lokasi studi ditentukan berdasarkan profil keberlanjutan, pilihan teknologi, dan profil pengembangan SIPAL-LT.
Pemilihan dan penentuan prioritas pengembangan SIPAL-LT dianalisis dengan metode kluster hierarki, sedangkan strategi pengembangannya menggunakan analisis kuadran.
Pilihan SIPAL-LT dapat dikembangkan pada kluster yang  memiliki karakteristik, yaitu air limbah domestik berkategori pencemar rendah-sedang, pengguna IPAL komunal eksisting lebih dari 60% kapasitas, lumpur tinja berkategori pencemar rendah, tingkat pemeliharaan IPAL komunal berkategori rendah-sedang, indeks efektifitas IPAL komunal lebih dari 60%, dan tingkat partisipasi masyarakat berkategori sedang-tinggi.
 Pilihan SIPAL-LT terbaik berada di lokasi studi yang telah memanfaatkan IPAL komunal teknologi biofilter atau digester anaerobik, sedangkan pengolahan lumpur tinja direncanakan menggunakan sistem constructed wetland atau kombinasi sistem sludge drying bed dan sistem co-composting.

Related Results

Pemilihan Sistem Air Limbah-Lumpur Tinja Komunal Menggunakan Analisis Klaster Hirarki
Pemilihan Sistem Air Limbah-Lumpur Tinja Komunal Menggunakan Analisis Klaster Hirarki
Pengelolaan lumpur tinja dari instalasi pengolahan air limbah (IPAL)  desentralisasi merupakan tantangan di kawasan permukiman yang memiliki  keterbatasan akses  ke sarana pengolah...
Evaluasi Pengelolaan Limbah di Pusat Riset Teknologi Aplikasi Isotop dan Radiasi
Evaluasi Pengelolaan Limbah di Pusat Riset Teknologi Aplikasi Isotop dan Radiasi
Penggunaan bahan kimia ataupun radioaktif pada penelitian tentunya akan menjadi limbah berbahaya dan beracun bagi lingkungan apabila tidak dikelola dengan baik. Limbah yang dihasil...
STUDI PENGOLAHAN LIMBAH TINJA UNTUK LAHAN BASAH
STUDI PENGOLAHAN LIMBAH TINJA UNTUK LAHAN BASAH
ABSTRAKMasyarakat Kota Pontianak rata-rata menggunakan sistem cubluk sebagai tempat penampungan limbah tinja. Penampungan limbah tinja seperti ini dapat mencemari air tanah. Model ...
PERAN RUANG KOMUNAL DALAM MENCIPTAKAN SENSE OF COMMUNITY STUDI KOMPARASI PERUMAHAN TERENCANA DAN PERUMAHAN TIDAK TERENCANA
PERAN RUANG KOMUNAL DALAM MENCIPTAKAN SENSE OF COMMUNITY STUDI KOMPARASI PERUMAHAN TERENCANA DAN PERUMAHAN TIDAK TERENCANA
Sense of community merupakan penentu signifikan kualitas hidup secara umum dan kepuasan dalam kesejahteraan. Dalam kehidupan bermukim, anggotanya harus memiliki sense of community ...
Pengelolaan Limbah Ternak
Pengelolaan Limbah Ternak
Limbah adalah sisa proses produksi atau bahan yang tak bernilai, tak berharga, atau tidak laku dijual. Limbah ternak dibentuk dari pakan yang tersisa dari proses pencernaan. Pakan ...
Analisis Forecasting Timbulan Air Limbah di WWTP PT Kawasan Industri Gresik
Analisis Forecasting Timbulan Air Limbah di WWTP PT Kawasan Industri Gresik
PT Kawasan Industri Gresik (KIG) merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pengelola properti seperti Bangunan Pabrik Siap Pakai, Pergudangan, Ruko, dan tenant jenis industri la...
High Pressure Pump, Eliminasi Risiko K3 Trucking System pada Pengangkutan Lumpur di Pertambangan Batubara
High Pressure Pump, Eliminasi Risiko K3 Trucking System pada Pengangkutan Lumpur di Pertambangan Batubara
Penanganan lumpur di titik terendah tambang batubara merupakan salah satu tugas yang berisiko dalam operasi pertambangan. Penggunaan truk sebagai alat pengangkutan lumpur di area t...
Pemodelan Septic Tank Komunal Ramah Lingkungan
Pemodelan Septic Tank Komunal Ramah Lingkungan
Kabupaten Merauke adalah kota yang mengalami proses berkembang. Dengan wilayah yang sangat luas, dan jumlah penduduk  yang cukup banyak, serta pembangunan infrastruktur dan tempat ...

Back to Top