Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Diskursus Adalah Al-Sahabah Perspektif Ulama Kontemporer

View through CrossRef
 Kaidah kul al sahabah merupakan konsensus yang tidak perlu dipertanyakan lagi. Namun, pada masa kontemporer kaidah tersebut menuai perbedaan pendapat. Sebagian ada yang sepakat dengan kaidah tersebut, sebagian yang lain ada yang menolaknya dengan alasan bahwa penetapan keadilan semua sahabat tidak sesuai dengan fakta sejarah. Karena itu, penulis ingin meneliti perbedaan pendapat ulama kontemporer terhadap keadilah sahabat. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap dan menganalisis perbedaan pendapat ulama kontemporer terhadap keadilan sahabat beserta implikasinya. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bersifat library research (penelitian kepustakaan), dengan cara mengumpulkan literatur terkait keadilan sahabat kemudian disajikan secara deskriptip kualitatif, yaitu menampilkan data sebagaimana adanya kemudian dianalisis (content analysis). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ulama yang tidak menerima keadilan seluruh sahabat karena menurutnya, sebagian dari mereka ada yang melakukan perbuatan menyimpang, seperti fitnah besar yang terjadi antara Ali dan Muawiyah. Selain itu terdapat sahabat yang saling mengkritik, dan berbohong. Sedangkan menurut ulama yang menerima keadilan semua sahabat karena menurutnya keadilan sahabat sudah dijamin oleh Allah. Perpolitikan yang terjadi di kalangan sahabat itu merupakan hasil ijtihad saja. Implikasi dari pemikiran ulama kontemporer yang kontra terhadap keadilan sahabat ialah terjadinya keraguan terhadap kualitas hadis yang diriwayatkan sahabat sehingga terdapat beberapa hadis yang tertolak, sedangkan implikasi dari pemikiran ulama yang pro ialah diterimanya semua hadis yang diriwayatkan sahabat tanpa melakukan jarh wa takdil. Kata Kunci: Pro kontra, adalah al sahabah ah, ulama kontemporer
Title: Diskursus Adalah Al-Sahabah Perspektif Ulama Kontemporer
Description:
 Kaidah kul al sahabah merupakan konsensus yang tidak perlu dipertanyakan lagi.
Namun, pada masa kontemporer kaidah tersebut menuai perbedaan pendapat.
Sebagian ada yang sepakat dengan kaidah tersebut, sebagian yang lain ada yang menolaknya dengan alasan bahwa penetapan keadilan semua sahabat tidak sesuai dengan fakta sejarah.
Karena itu, penulis ingin meneliti perbedaan pendapat ulama kontemporer terhadap keadilah sahabat.
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap dan menganalisis perbedaan pendapat ulama kontemporer terhadap keadilan sahabat beserta implikasinya.
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bersifat library research (penelitian kepustakaan), dengan cara mengumpulkan literatur terkait keadilan sahabat kemudian disajikan secara deskriptip kualitatif, yaitu menampilkan data sebagaimana adanya kemudian dianalisis (content analysis).
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ulama yang tidak menerima keadilan seluruh sahabat karena menurutnya, sebagian dari mereka ada yang melakukan perbuatan menyimpang, seperti fitnah besar yang terjadi antara Ali dan Muawiyah.
Selain itu terdapat sahabat yang saling mengkritik, dan berbohong.
Sedangkan menurut ulama yang menerima keadilan semua sahabat karena menurutnya keadilan sahabat sudah dijamin oleh Allah.
Perpolitikan yang terjadi di kalangan sahabat itu merupakan hasil ijtihad saja.
Implikasi dari pemikiran ulama kontemporer yang kontra terhadap keadilan sahabat ialah terjadinya keraguan terhadap kualitas hadis yang diriwayatkan sahabat sehingga terdapat beberapa hadis yang tertolak, sedangkan implikasi dari pemikiran ulama yang pro ialah diterimanya semua hadis yang diriwayatkan sahabat tanpa melakukan jarh wa takdil.
Kata Kunci: Pro kontra, adalah al sahabah ah, ulama kontemporer.

Related Results

Peran Buya Gusrizal Gazahar di Majelis Ulama Indonesia Sumatra Barat
Peran Buya Gusrizal Gazahar di Majelis Ulama Indonesia Sumatra Barat
AbstrakMUI Sumatra Barat masa kepemimpinan Buya Gusrizal Gazahar memahami pergolakan dan perubahan sosial seperti perubahan. Masa kepemimpinnya di Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sum...
Nilai Nafkah Istri Dalam Pandangan Ulama Klasik Dan Kontemporer
Nilai Nafkah Istri Dalam Pandangan Ulama Klasik Dan Kontemporer
Penelitian ini berjudul “Nilai Nafkah Istri Menurut Ulama Klasik Dan Kontemporer”. Pembahasan yang menjadi fokus penelitian ini adalah tentang pendapat ulama klasik dan kontemporer...
Kontradiskursus Makna Jihad sebagai Teror di Media Online suaramuhammadiyah.id dan NU Online
Kontradiskursus Makna Jihad sebagai Teror di Media Online suaramuhammadiyah.id dan NU Online
Pascareformasi tahun 1998, diskursus kelompok-kelompok muslim radikal menguat dalam mewacanakan pandangan-pandangannya melalui media-media online yang dimiliki. Mereka mewacanakan ...
Perkembangan Tafsir di Indonesia kontemporer
Perkembangan Tafsir di Indonesia kontemporer
Tafsir Kontemporer terpengaruh adanya pemikiran moderen yang terlebih dahulu ada dalam merespon Al-Qur’an sehingga tafsir di abad kontemporer memiliki paradigma yang berbeda. Jika ...
TEOLOGI KONTEMPORER: KEUNTUNGAN DAN KERUGIAN
TEOLOGI KONTEMPORER: KEUNTUNGAN DAN KERUGIAN
Teologi kontemporer merupakan teologi yang selalu mengedepankan rasio dibandingkan iman. Teologi kontemporer merupakan hasil berpikir dari historis kritis para teolog. Teologi ini ...
Perspektif Ulama NU Dan Ulama PERSIS Garut Tentang Adu Seni Ketangkasan Domba Garut
Perspektif Ulama NU Dan Ulama PERSIS Garut Tentang Adu Seni Ketangkasan Domba Garut
Seni ketangkasan adu domba Garut adalah salah satu tradisi budaya khas dari Garut, Jawa Barat, Indonesia, yang melibatkan pertarungan antara dua ekor domba jantan. Tradisi ini tida...
Strategi Dakwah Program Radio SAS FM Surabaya
Strategi Dakwah Program Radio SAS FM Surabaya
Abstrak:     Ada tiga persoalan yang dikaji dalam penelitian ini, yakni : (1) Bagaimana konsep awal terbentuknya radio SAS FM Surabaya, (2) Bagaimana strategi dakwah pada program “...
MASLAHAH MURSALAH DALAM DINAMIKA IJTIHAD KONTEMPORER
MASLAHAH MURSALAH DALAM DINAMIKA IJTIHAD KONTEMPORER
Diskursus ijtihad kontemporer tidak bisa terlepas dari  maslahah mursalah, melihat terbatasnya jumlah teks dan tidak terbatasnya permasalahan fikih, namun dalil ini memiliki potens...

Back to Top