Javascript must be enabled to continue!
Pengaruh BAP, IAA, dan Jenis Eksplan terhadap Efisiensi Regenerasi Tomat Fortuna 23
View through CrossRef
Penelitian bertujuan memperoleh protokol regenerasi yang efisien untuk transformasi genetik pada tanaman tomat Fortuna 23. Penelitian dilaksanakan mulai Agustus 2021-Februari 2022, bertempat di Laboratorium Kultur Jaringan Fakultas Pertanian Universitas Jember. Penelitian terdiri dari dua rancangan percobaan yaitu menggunakan RAL faktorial 3 faktor (tahap induksi tunas) diulang sebanyak 3 kali dan RAL non faktorial (tahap induksi akar) diulang sebanyak 5 kali. Perlakuan yang diberikan untuk tahap induksi tunas adalah BAP (0, 1, 2, dan 3 mg L-1), IAA (0, 0.1, 0.2, dan 0.3 mg L-1), dan jenis eksplan (kotiledon, hipokotil, dan akar). Perlakuan yang diberikan untuk tahap induksi akar adalah NAA (0, 0.1, 0.5, dan 1 mg L-1). Pada tahap induksi tunas kombinasi perlakuan B2A3E1 (BAP 2 mg L-1 + IAA 0.3 mg L-1 + kotiledon) merupakan perlakuan yang terbaik karena mampu menghasilkan jumlah tunas terbanyak (8 tunas), dengan awal muncul tunas 21 hari setelah induksi (HSI) dan awal muncul kalus 7 HSI. Pada tahap induksi akar perlakuan NAA 0.5 mg L-1 menghasilkan awal muncul akar tercepat (3 HSI), jumlah daun terbanyak (5 daun), dan jumlah akar terbanyak (26 akar).
Kata kunci: induksi akar, induksi tunas, regenerasi
Department of Agronomy and Horticulture
Title: Pengaruh BAP, IAA, dan Jenis Eksplan terhadap Efisiensi Regenerasi Tomat Fortuna 23
Description:
Penelitian bertujuan memperoleh protokol regenerasi yang efisien untuk transformasi genetik pada tanaman tomat Fortuna 23.
Penelitian dilaksanakan mulai Agustus 2021-Februari 2022, bertempat di Laboratorium Kultur Jaringan Fakultas Pertanian Universitas Jember.
Penelitian terdiri dari dua rancangan percobaan yaitu menggunakan RAL faktorial 3 faktor (tahap induksi tunas) diulang sebanyak 3 kali dan RAL non faktorial (tahap induksi akar) diulang sebanyak 5 kali.
Perlakuan yang diberikan untuk tahap induksi tunas adalah BAP (0, 1, 2, dan 3 mg L-1), IAA (0, 0.
1, 0.
2, dan 0.
3 mg L-1), dan jenis eksplan (kotiledon, hipokotil, dan akar).
Perlakuan yang diberikan untuk tahap induksi akar adalah NAA (0, 0.
1, 0.
5, dan 1 mg L-1).
Pada tahap induksi tunas kombinasi perlakuan B2A3E1 (BAP 2 mg L-1 + IAA 0.
3 mg L-1 + kotiledon) merupakan perlakuan yang terbaik karena mampu menghasilkan jumlah tunas terbanyak (8 tunas), dengan awal muncul tunas 21 hari setelah induksi (HSI) dan awal muncul kalus 7 HSI.
Pada tahap induksi akar perlakuan NAA 0.
5 mg L-1 menghasilkan awal muncul akar tercepat (3 HSI), jumlah daun terbanyak (5 daun), dan jumlah akar terbanyak (26 akar).
Kata kunci: induksi akar, induksi tunas, regenerasi.
Related Results
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
This study examines the role of corporate governance in moderating the influence of green accounting disclosure, corporate social responsibility (CSR), and firm size on the financi...
Establishment of efficient protocol for proliferation and clonal production of banana through micro propagation
Establishment of efficient protocol for proliferation and clonal production of banana through micro propagation
Different concentrations of nutrient media were used, amongst them; the explants cultured on MS media supplementing with IAA 2.00 mg l-1 + BAP 2.00 mg l-1 + NAA 1.0 mg l-1 acquired...
FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN USAHATANI TOMAT (Studi Kasus di Desa Buahan, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli)
FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN USAHATANI TOMAT (Studi Kasus di Desa Buahan, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli)
Tomat tidak asing lagi bagi masyarakat, karena dalam kehidupan sehari–hari selalu hadir tanpa mengenal musim.Selain itu masyarakat telah membudidayakannya sebagai usaha pertanian y...
Pengaruh Dua Varietas Tomat (Solanum lycopersicum) dan Dosis Pupuk KNO3 Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Tomat
Pengaruh Dua Varietas Tomat (Solanum lycopersicum) dan Dosis Pupuk KNO3 Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Tomat
Tomat (Solanum lycopersicum) ialah tanaman semusim tergolong jenis sayuran yang buahnya serbaguna dan multifungsi, dapat hidup di dataran tinggi serta dataran rendah. Tomat memilik...
ANALISIS MUTU TOMAT (Solanum lycopersicum) BERDASARKAN CIRI FISIK DAN KANDUNGAN BIOKIMIA SELAMA PERIODE PENYIMPANAN
ANALISIS MUTU TOMAT (Solanum lycopersicum) BERDASARKAN CIRI FISIK DAN KANDUNGAN BIOKIMIA SELAMA PERIODE PENYIMPANAN
Tomat (Solanum lycopersicum) merupakan jenis produk hortikultura yang rentan mengalami kerusakan. Tomat termasuk juga buah klimaterik yang akan meningkatkan laju respirasi ketika m...
Pengaruh Pupuk Bokashi Kotoran Kambing terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tiga Varietas Tanaman Tomat (Lycopersicum esculentum Mill,)
Pengaruh Pupuk Bokashi Kotoran Kambing terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tiga Varietas Tanaman Tomat (Lycopersicum esculentum Mill,)
Abstrak. Tomat (Lycopersicum esculentum Mill.) mengandung vitamin C, A dan Fe serta potasium yang dapat membantu penyerapan makanan dalam pencernaan dan menurunkan tekanan darah ti...
Analisis Usaha Pengolahan Produk Makanan Berbahan Baku Tomat di Kelurahan Loktabat Selatan Kecamatan Banjarbaru Selatan Kota Banjarbaru (Studi Kasus pada UMKM Rumah Kreasi Tomat)
Analisis Usaha Pengolahan Produk Makanan Berbahan Baku Tomat di Kelurahan Loktabat Selatan Kecamatan Banjarbaru Selatan Kota Banjarbaru (Studi Kasus pada UMKM Rumah Kreasi Tomat)
Usaha Rumah Kreasi Tomat memiliki prospek usaha yang sangat baik, karena melihat permintaan produk di pasar yang semakin meningkat membuat pemilik usaha yaitu ibu Dhian selalu beri...

