Javascript must be enabled to continue!
Pengaruh kondisi geoteknik lapis subgrade tanah lempung untuk jalan tambang tanpa lapis pondasi
View through CrossRef
Penelitian dilaksanakan di wilayah Desa Limamar yang tanahnya tersusun oleh tanah lempung kaolinit. Tanah lempung kaolinit terendapkan diatas formasi warukin yang umumnya mengandung lapisan batubara. Kegiatan tambang batubara memerlukan jalan tambang.Pengumpulan data dilakukan berdasarkan hasil observasi lapangan, sampling dan uji laboratorium serta studi literatur. Data primer yang dikumpulkan berkait karakteristik tanah antara lain; Sifat fisik tanah (spesific gravity, densitas, kadar air, ukuran butir, batas atterberg) dan Sifat mekanik tanah (Unconfined Compressive Strength dan Direct Shear Test). Data sekunder yang dikumpulkan berkait situasi lokasi penelitian, kondisi geologi regional, spesifikasi alat angkut tambang, klasifikasi tanah dan formula geoteknik berkait fisik mekanik tanah.Hasil dari pengumpulan dan pengolahan diketahui, hasil pengumpulan fisik tanah: menggunakan standart pengujian ASTM D 2487-69 (lempung) sebanyak 59,26%-90,30%, (pasir) sebanyak 9,42%-36,01%, (kerikil) sebanyak 0,28%-6,67%., Pengujian batas Atterberg menggunakan standart pengujian ASTM D 2216-80 dengan hasil uji: Batas cair (33,64%-66,32%), Batas plastis (20,1%-30,61%), Batas susut (19,3%-28,1%), Indeks plastisitas (12,45%-36,32%). Pengujian berat isi tanah menggunakan standart pengujian ASTM D 2937-83 dengan hasil uji (2,16 g/cm3-2,44 g/cm3). Sifat mekanik tanah menggunakan standart pengujian ASTM D 3080-72 Direct shear test adalah Kohesi tanah (0,1364 kg/cm2-0,4743 kg/cm2) dan Sudut gesek dalam (14,040-25,310). Pengolahan data diperoleh; tanah dalam klasifikasi AASHTO teridentifikasi jenis tanah: A-6, A-7-5 dan A-7-6, ground pressure alat angkut Dutro 110 HD dari tiap roda ban adalah sebesar 720,07 kPa, daya dukung ijin tanah 87,38 kPa-187,84 kPa. Ground pressure alat angkut lebih besar dari nilai daya dukung ijin tanah sehingga tanah dinyatakan tidak mampu menerima beban dari alat angkut dan masih belum layak untuk digunakan sebagai jalan angkut tambang.
Center for Journal Management and Publication, Lambung Mangkurat University
Title: Pengaruh kondisi geoteknik lapis subgrade tanah lempung untuk jalan tambang tanpa lapis pondasi
Description:
Penelitian dilaksanakan di wilayah Desa Limamar yang tanahnya tersusun oleh tanah lempung kaolinit.
Tanah lempung kaolinit terendapkan diatas formasi warukin yang umumnya mengandung lapisan batubara.
Kegiatan tambang batubara memerlukan jalan tambang.
Pengumpulan data dilakukan berdasarkan hasil observasi lapangan, sampling dan uji laboratorium serta studi literatur.
Data primer yang dikumpulkan berkait karakteristik tanah antara lain; Sifat fisik tanah (spesific gravity, densitas, kadar air, ukuran butir, batas atterberg) dan Sifat mekanik tanah (Unconfined Compressive Strength dan Direct Shear Test).
Data sekunder yang dikumpulkan berkait situasi lokasi penelitian, kondisi geologi regional, spesifikasi alat angkut tambang, klasifikasi tanah dan formula geoteknik berkait fisik mekanik tanah.
Hasil dari pengumpulan dan pengolahan diketahui, hasil pengumpulan fisik tanah: menggunakan standart pengujian ASTM D 2487-69 (lempung) sebanyak 59,26%-90,30%, (pasir) sebanyak 9,42%-36,01%, (kerikil) sebanyak 0,28%-6,67%.
, Pengujian batas Atterberg menggunakan standart pengujian ASTM D 2216-80 dengan hasil uji: Batas cair (33,64%-66,32%), Batas plastis (20,1%-30,61%), Batas susut (19,3%-28,1%), Indeks plastisitas (12,45%-36,32%).
Pengujian berat isi tanah menggunakan standart pengujian ASTM D 2937-83 dengan hasil uji (2,16 g/cm3-2,44 g/cm3).
Sifat mekanik tanah menggunakan standart pengujian ASTM D 3080-72 Direct shear test adalah Kohesi tanah (0,1364 kg/cm2-0,4743 kg/cm2) dan Sudut gesek dalam (14,040-25,310).
Pengolahan data diperoleh; tanah dalam klasifikasi AASHTO teridentifikasi jenis tanah: A-6, A-7-5 dan A-7-6, ground pressure alat angkut Dutro 110 HD dari tiap roda ban adalah sebesar 720,07 kPa, daya dukung ijin tanah 87,38 kPa-187,84 kPa.
Ground pressure alat angkut lebih besar dari nilai daya dukung ijin tanah sehingga tanah dinyatakan tidak mampu menerima beban dari alat angkut dan masih belum layak untuk digunakan sebagai jalan angkut tambang.
Related Results
PERENCANAAN CAMPURAN MATERIAL SEBAGAI LAPIS PONDASI ATAS JALAN
PERENCANAAN CAMPURAN MATERIAL SEBAGAI LAPIS PONDASI ATAS JALAN
Jalan raya adalah jalur-jalur tanah di atas permukaan bumi yang dibuat oleh manusia dengan bentuk, ukuran-ukuran dan jenis konstruksinya sehingga dapat digunakan untuk menyalurkan ...
PENGARUH PENAMBAHAN KAPUR, FLY ASH DAN BOTTOM ASH PADA SUBGRADE LEMPUNG BOBONARO
PENGARUH PENAMBAHAN KAPUR, FLY ASH DAN BOTTOM ASH PADA SUBGRADE LEMPUNG BOBONARO
Tanah lempung ekspansif merupakan jenis tanah yang sering menimbulkan masalah dalam bidang konstruksi karena memiliki sifat kembang susut yang tinggi. Untuk mengatasi hal terseb...
PENGARUH PENCAMPURAN LIMBAH KARBIT TERHADAP STABILISASI SWELLING VOLUMETRIK (3D) TANAH LEMPUNG EKSPANSIF
PENGARUH PENCAMPURAN LIMBAH KARBIT TERHADAP STABILISASI SWELLING VOLUMETRIK (3D) TANAH LEMPUNG EKSPANSIF
Tanah lempung ekspansif adalah jenis tanah yang memiliki sifat kembang susut yang sangat tinggi. Volume pori tanah lempung ekspansif akan mengalami pembesaran ketika terjadi musim ...
Peningkatan Kuat Dukung Tanah Lempung Dengan Penambahan Pasir
Peningkatan Kuat Dukung Tanah Lempung Dengan Penambahan Pasir
Abstrak
Peningkatan pembangunan jalan meningkat sangat signifikan pada saat sekarang. Pembangunan jalan juga sering dilaksanakan di atas tanah dengan daya dukung rendah. Tan...
Negative Skin Friction Tiang Pancang pada Tanah Lempung Studi Kasus Pabrik Tesktil, Bale Endah
Negative Skin Friction Tiang Pancang pada Tanah Lempung Studi Kasus Pabrik Tesktil, Bale Endah
Pada pabrik tekstil di Bale Endah terdapat beberapa masalah geoteknik. Masalah utama yang muncul pada pabrik ini adalah masalah penurunan pada tanah lempung lunak yang mengakibatka...
DAMPAK PENCEMARAN TANAH DAN LANGKAH PENCEGAHAN
DAMPAK PENCEMARAN TANAH DAN LANGKAH PENCEGAHAN
Tanah merupakan bagian penting dalam menunjang kehidupan makhluk hidup di muka bumi. Seperti kita ketahui rantai makanan bermula dari tumbuhan. Manusia, hewan hidup dari tumbuhan. ...
KAJIAN INTERAKSI TANAH-BAMBU DITINJAU DARI PARAMETER KUAT GESER
KAJIAN INTERAKSI TANAH-BAMBU DITINJAU DARI PARAMETER KUAT GESER
Stabilitas lereng memerlukan perkuatan untuk meningkatkan kuat geser. Perkuatan dari material bambu dapat digunakan sebagai alternatif untuk mengganti peran geotekstil yang biasa d...
Penulangan Perkerasan Lentur Di Atas Tanah Lempung Lunak Menggunakan Anyaman Karet Ban Bekas
Penulangan Perkerasan Lentur Di Atas Tanah Lempung Lunak Menggunakan Anyaman Karet Ban Bekas
Pekerasan lentur merupakan jenis perkerasan dengan material berupa campuran agregat dengan aspal. Pada jenis pekerasan ini, beban kendaraan diteruskan ke tanah dasar dengan sebaran...

