Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Kadar luteinizing hormone yang tinggi menjadi faktor risiko melasma pada pria

View through CrossRef
Introduction: Melasma is a hyperpigmented disorder that generally occurs on the face, mostly in women. Meanwhile, the incidence of melasma in men is still little documented, especially in studies that specifically discuss hormonal risk factors for the occurrence of melasma in men. Therefore, this study aimed to evaluate the relationship between high levels of the luteinizing hormone as a risk factor for melasma in men. Methods: The design used is an analytic retrospective and case-control method. The research location is the Dermatology and Venereology Polyclinic, the cosmetic-medical subdivision of the Central General Hospital Prof. Dr. IGNG Ngoerah, Denpasar, Bali, from June 2022 to August 2022. The melasma samples were paired with non-melasma samples based on age, Fitzpatrick type, and duration of sun exposure. Data were obtained using medical records and analyzed univariate to multivariate through SPSS application with a p-value of 0.05. Results: A total of 60 respondents were included in this study, 30 people with melasma cases and 30 as controls. Based on the characteristics of the respondents, the mean age was 48.83±6.30 years. Based on the analysis, several factors significantly affect the occurrence of melasma in men: family history, duration of sun exposure > 6 hours, and high serum LH. levels (p<0.05). The results of logistic regression analysis showed serum LH levels > 15.09 mIU/ml (OR: 6.986; 95%CI: 1.905-25,622; p=0.003). This result shows that the risk factor for LH serum levels of 15.09 IU/ml has a 6.9 times risk of melasma in male patients compared to those with LH levels < 15.09. The results of the Pearson correlation test showed a strong relationship between high serum LH Levels and an increase in the patient's MASI score (r=0.982; p<0.001). Conclusion: It can be concluded that high serum LH levels are the main risk factor for melasma in men.   Latar Belakang: Melasma merupakan kelainan hiperpigmentasi yang umumnya terjadi pada daerah wajah dan mayoritas terjadi wanita. Sedangkan, kejadian melasma pada pria masih sedikit didokumentasikan, khususnya studi yang membahas secara spesifik faktor risiko hormonal terhadap terjadinya melasma pada pria. Oleh karenanya, penelitian ini bertujuan mengevaluasi hubungan antara kadar luteinizing hormone yang tinggi sebagai faktor risiko melasma pada pria. Metode: Desain yang digunakan yakni retrospektif analitik dan metode case control. Lokasi penenlitian yakni Poliklinik Kulit dan Kelamin subdivisi kosmedik Rumah Sakit Umum Pusat Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah, Denpasar, Bali, mulai bulan Juni 2022 hingga Agustus 2022. Sampel melasma dipasangkan dengan sampel non melasma berdasarkan usia, tipe kulit Fitzpatrick, dan lama paparan matahari. Data diperoleh dengan menggunakan rekam medis dan dianalisis secara univariat sampai multivariat melalui aplikasi SPSS dengan nilai p ≤ 0,05. Hasil: Total terdapat 60 responden yang masuk dalam studi ini, 30 orang dengan kasus melasma dan 30 orang sebagai kontrol. Berdasarkan karakteristik responden diperoleh memiliki rerata usia 48,83±6,30 tahun. Berdasarkan analisis diperoleh beberapa faktor yang berpengaruh signifikan terhadap terjadinya melasma pada pria adalah, riwayat keluarga, lama paparan sinar matahari > 6 jam, dan tingginya kadar serum LH (p<0,05). Hasil analisis regresi logistik menunjukan kadar serum LH > 15,09 mIU/ml (AOR: 6,986; 95%CI:1,905-25,622; p=0,003). Pada hasil ini menunjukan nilai faktor risiko kadar serum LH ≥ 15,09 IU/ml memiliki risiko sebesar 6,9 kali terjadi melasma pada pasien laki-laki dibandingkan yang memiliki kadar LH < 15,09. Hasil uji korelasi Pearson menunjukan adanya hubungan kuat antara kadar serum LH tinggi dengan peningkatan skor MASI pasien (r=0,982; p<0,001) Simpulan: Dapat disimpulkan bahwa kadar serum LH yang tinggi menjadi faktor risiko utama kejadian melasma pada pria
Title: Kadar luteinizing hormone yang tinggi menjadi faktor risiko melasma pada pria
Description:
Introduction: Melasma is a hyperpigmented disorder that generally occurs on the face, mostly in women.
Meanwhile, the incidence of melasma in men is still little documented, especially in studies that specifically discuss hormonal risk factors for the occurrence of melasma in men.
Therefore, this study aimed to evaluate the relationship between high levels of the luteinizing hormone as a risk factor for melasma in men.
Methods: The design used is an analytic retrospective and case-control method.
The research location is the Dermatology and Venereology Polyclinic, the cosmetic-medical subdivision of the Central General Hospital Prof.
Dr.
IGNG Ngoerah, Denpasar, Bali, from June 2022 to August 2022.
The melasma samples were paired with non-melasma samples based on age, Fitzpatrick type, and duration of sun exposure.
Data were obtained using medical records and analyzed univariate to multivariate through SPSS application with a p-value of 0.
05.
Results: A total of 60 respondents were included in this study, 30 people with melasma cases and 30 as controls.
Based on the characteristics of the respondents, the mean age was 48.
83±6.
30 years.
Based on the analysis, several factors significantly affect the occurrence of melasma in men: family history, duration of sun exposure > 6 hours, and high serum LH.
levels (p<0.
05).
The results of logistic regression analysis showed serum LH levels > 15.
09 mIU/ml (OR: 6.
986; 95%CI: 1.
905-25,622; p=0.
003).
This result shows that the risk factor for LH serum levels of 15.
09 IU/ml has a 6.
9 times risk of melasma in male patients compared to those with LH levels < 15.
09.
The results of the Pearson correlation test showed a strong relationship between high serum LH Levels and an increase in the patient's MASI score (r=0.
982; p<0.
001).
Conclusion: It can be concluded that high serum LH levels are the main risk factor for melasma in men.
  Latar Belakang: Melasma merupakan kelainan hiperpigmentasi yang umumnya terjadi pada daerah wajah dan mayoritas terjadi wanita.
Sedangkan, kejadian melasma pada pria masih sedikit didokumentasikan, khususnya studi yang membahas secara spesifik faktor risiko hormonal terhadap terjadinya melasma pada pria.
Oleh karenanya, penelitian ini bertujuan mengevaluasi hubungan antara kadar luteinizing hormone yang tinggi sebagai faktor risiko melasma pada pria.
Metode: Desain yang digunakan yakni retrospektif analitik dan metode case control.
Lokasi penenlitian yakni Poliklinik Kulit dan Kelamin subdivisi kosmedik Rumah Sakit Umum Pusat Prof.
Dr.
I.
G.
N.
G.
Ngoerah, Denpasar, Bali, mulai bulan Juni 2022 hingga Agustus 2022.
Sampel melasma dipasangkan dengan sampel non melasma berdasarkan usia, tipe kulit Fitzpatrick, dan lama paparan matahari.
Data diperoleh dengan menggunakan rekam medis dan dianalisis secara univariat sampai multivariat melalui aplikasi SPSS dengan nilai p ≤ 0,05.
Hasil: Total terdapat 60 responden yang masuk dalam studi ini, 30 orang dengan kasus melasma dan 30 orang sebagai kontrol.
Berdasarkan karakteristik responden diperoleh memiliki rerata usia 48,83±6,30 tahun.
Berdasarkan analisis diperoleh beberapa faktor yang berpengaruh signifikan terhadap terjadinya melasma pada pria adalah, riwayat keluarga, lama paparan sinar matahari > 6 jam, dan tingginya kadar serum LH (p<0,05).
Hasil analisis regresi logistik menunjukan kadar serum LH > 15,09 mIU/ml (AOR: 6,986; 95%CI:1,905-25,622; p=0,003).
Pada hasil ini menunjukan nilai faktor risiko kadar serum LH ≥ 15,09 IU/ml memiliki risiko sebesar 6,9 kali terjadi melasma pada pasien laki-laki dibandingkan yang memiliki kadar LH < 15,09.
Hasil uji korelasi Pearson menunjukan adanya hubungan kuat antara kadar serum LH tinggi dengan peningkatan skor MASI pasien (r=0,982; p<0,001) Simpulan: Dapat disimpulkan bahwa kadar serum LH yang tinggi menjadi faktor risiko utama kejadian melasma pada pria.

Related Results

Kadar feritin yang rendah merupakan faktor risiko melasma pada wanita
Kadar feritin yang rendah merupakan faktor risiko melasma pada wanita
Introduction: Melasma is an acquired pigmentation disorder characterized by symmetrical hyperpigmented patches, most commonly seen on the face. Melasma and iron deficiency are most...
KECEMASAN SAAT PANDEMI COVID 19: LITERATUR REVIEW Hardiyati, Efri Widianti, Taty Hernawaty Departemen Keperawatan Jiwa Poltekkes Kemenkes Mamuju Sulbar, Universitas Pad...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature  Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2),  Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
The Relationship between Triiodothyronine and Thyroid Stimulating Hormone Serum Level into Melasma Severity
The Relationship between Triiodothyronine and Thyroid Stimulating Hormone Serum Level into Melasma Severity
Background: Melasma is a chronic acquired hypermelanosis of the skin and relatively common skin disorder that primarily affects sunlight-exposed areas in women. While etiology of m...
Analisis Manajemen Risiko Konstruksi Pada Proyek Konstruksi Bendungan Berdasarkan Konsep ISO 31000:2018
Analisis Manajemen Risiko Konstruksi Pada Proyek Konstruksi Bendungan Berdasarkan Konsep ISO 31000:2018
Indonesia merupakan negara dengan penduduk terbanyak ke empat di dunia dan hal ini menjadi tantangan pemerintah dalam membangun infrastruktur yang memadai. Salah satu program pemer...
Manajemen Risiko Usaha Jamur Tiram CV. Citra Nusa Prima dengan Pendekatan Enterprise Risk Management
Manajemen Risiko Usaha Jamur Tiram CV. Citra Nusa Prima dengan Pendekatan Enterprise Risk Management
Jamur tiram merupakan komoditas pertanian yang rentan terkena risiko. Sumber utama risiko yaitu pada produksi, sumber daya manusia, dan pasar. Risiko yang terjadi belum menjadi per...
Melasma: Epidemiologia, patogênese, apresentação clínica e diagnóstico
Melasma: Epidemiologia, patogênese, apresentação clínica e diagnóstico
Introdução: O melasma é um distúrbio comum, crônico e recorrente de hiperpigmentação decorrente de melanócitos hiperfuncionais que depositam quantidades excessivas de melanina na e...
ANALISIS FAKTOR RISIKO TERHADAP KETERLAMBATAN PROYEK KONSTRUKSI THE HIMANA CONDOTEL
ANALISIS FAKTOR RISIKO TERHADAP KETERLAMBATAN PROYEK KONSTRUKSI THE HIMANA CONDOTEL
Salah satu masalah dalam kegiatan konstruksi adalah risiko keterlambatan proyek konstruksi. Proyek The Himana Condotel terjadi beberapa kendala yang mengakibatkan beberapa pelaksan...

Back to Top