Javascript must be enabled to continue!
Studi Korelasi Persepsi Terhadap Iklan Rokok dengan Perilaku Merokok Remaja di Kecamatan Sukun, Kota Malang
View through CrossRef
Abstract: Smoking behavior in adolescents is a trend that is growing significantly and is projected to increase the death rate due to smoking to eight million per year by 2030. Based on BPS data in 2019, the percentage of the teenage smoker population in East Java Province reached 26.4%, with the prevalence in the city of Malang reaching 43.7%. Exposure to cigarette advertisements is one of the most influential risk factors for smoking behavior, because it is able to influence the psychological atmosphere and mindset of adolescents as a result create positive perceptions that make adolescents immune to the truth that cigarettes are very dangerous. This study aims to determine the significance, strength, and direction of the relationship between perceptions of cigarette advertisements and smoking behavior in adolescents. This study used a cross-sectional method which was measured quantitatively with a total sample of 119 high school students in Sukun District who were taken using cluster random sampling. The data obtained in this study were tested using the Spearman rank (rho). This study shows that there is a significant positive relationship between perceptions of cigarette advertisements and smoking behavior in adolescents (p value = 0.000) with a very strong correlation coefficient of 0.796
Abstrak: Perilaku merokok pada remaja merupakan tren yang berkembang signifikan dan diproyeksikan mampu merealisasikan peningkatan angka kematian akibat rokok menjadi delapan juta pertahun pada tahun 2030 apabila faktor perilaku merokok tidak dicegah. Berdasarkan data BPS tahun 2019, di provinsi Jawa Timur persentase penduduk usia remaja yang merokok mencapai 26,4% dengan prevalensi kota malang mencapai 43,7%. Paparan iklan rokok merupakan salah satu faktor resiko perilaku merokok yang paling berpengaruh, karena iklan mampu mempengaruhi suasana psikologi dan pola pikir remaja sehingga menciptakan persepsi positif yang menjadikan remaja menjadi kebal terhadap kebenaran bahwa konsumsi rokok sangat berbahaya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui signifikansi, kekuatan, serta arah hubungan persepsi iklan rokok dengan perilaku merokok pada remaja. Penelitian ini menggunakan metode cross sectional yang diukur secara kuantitatif dengan jumlah sampel sebanyak 119 siswa SMA sederajat di Kecamatan Sukun dengan teknik pengambilan data secara cluster random sampling. Data yang diperoleh dalam penelitian ini diuji menggunakan uji spearman rank (rho). Penelitian ini menunjukkan adanya hubungan yang signifikan positif antara persepsi iklan rokok dengan perilaku merokok pada remaja (p value=0,000) dengan koefisien korelasi sangat kuat senilai 0,796.
State University of Malang (UM)
Title: Studi Korelasi Persepsi Terhadap Iklan Rokok dengan Perilaku Merokok Remaja di Kecamatan Sukun, Kota Malang
Description:
Abstract: Smoking behavior in adolescents is a trend that is growing significantly and is projected to increase the death rate due to smoking to eight million per year by 2030.
Based on BPS data in 2019, the percentage of the teenage smoker population in East Java Province reached 26.
4%, with the prevalence in the city of Malang reaching 43.
7%.
Exposure to cigarette advertisements is one of the most influential risk factors for smoking behavior, because it is able to influence the psychological atmosphere and mindset of adolescents as a result create positive perceptions that make adolescents immune to the truth that cigarettes are very dangerous.
This study aims to determine the significance, strength, and direction of the relationship between perceptions of cigarette advertisements and smoking behavior in adolescents.
This study used a cross-sectional method which was measured quantitatively with a total sample of 119 high school students in Sukun District who were taken using cluster random sampling.
The data obtained in this study were tested using the Spearman rank (rho).
This study shows that there is a significant positive relationship between perceptions of cigarette advertisements and smoking behavior in adolescents (p value = 0.
000) with a very strong correlation coefficient of 0.
796
Abstrak: Perilaku merokok pada remaja merupakan tren yang berkembang signifikan dan diproyeksikan mampu merealisasikan peningkatan angka kematian akibat rokok menjadi delapan juta pertahun pada tahun 2030 apabila faktor perilaku merokok tidak dicegah.
Berdasarkan data BPS tahun 2019, di provinsi Jawa Timur persentase penduduk usia remaja yang merokok mencapai 26,4% dengan prevalensi kota malang mencapai 43,7%.
Paparan iklan rokok merupakan salah satu faktor resiko perilaku merokok yang paling berpengaruh, karena iklan mampu mempengaruhi suasana psikologi dan pola pikir remaja sehingga menciptakan persepsi positif yang menjadikan remaja menjadi kebal terhadap kebenaran bahwa konsumsi rokok sangat berbahaya.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui signifikansi, kekuatan, serta arah hubungan persepsi iklan rokok dengan perilaku merokok pada remaja.
Penelitian ini menggunakan metode cross sectional yang diukur secara kuantitatif dengan jumlah sampel sebanyak 119 siswa SMA sederajat di Kecamatan Sukun dengan teknik pengambilan data secara cluster random sampling.
Data yang diperoleh dalam penelitian ini diuji menggunakan uji spearman rank (rho).
Penelitian ini menunjukkan adanya hubungan yang signifikan positif antara persepsi iklan rokok dengan perilaku merokok pada remaja (p value=0,000) dengan koefisien korelasi sangat kuat senilai 0,796.
Related Results
Sekilas PR Sukun
Sekilas PR Sukun
Sekilas PR SukunBerawal dari klobot, salah satu jenis rokok khas Indonesia yang terbuat dari kulit jagung sebagai pembungkus tembakau, Pabrik Rokok Sukun kini telah dikenal sebagai...
Persepsi Masyarakat Kota Magelang Terhadap Bahaya Rokok Bagi Kesehatan Anak Dengan Riwayat Orang Tua Perokok
Persepsi Masyarakat Kota Magelang Terhadap Bahaya Rokok Bagi Kesehatan Anak Dengan Riwayat Orang Tua Perokok
Merokok sudah menjadi hal lazim yang dilakukan oleh masyarakat Indonesia. Baik itu dari kalangan anak-anak maupun orang tua. Banyak orang yang merokok di dekat anggota keluargany...
hubungan tingkat stres dengan perilaku merokok
hubungan tingkat stres dengan perilaku merokok
Merokok dapat mengakibatkan berbagai gangguan seperti gangguan paru-paru, kanker, impotensi, gangguan reproduksi, stroke, serta gangguan kehamilan dan janin. Perilaku merokok merup...
Persepsi Dampak Merokok dengan Motivasi Berhenti Merokok pada Mahasiswa Keperawatan
Persepsi Dampak Merokok dengan Motivasi Berhenti Merokok pada Mahasiswa Keperawatan
Mahasiswa keperawatan sebagai calon tenaga kesehatan diharapkan menjadi teladan dalam perilaku hidup sehat. Namun, perilaku merokok masih ditemukan pada kelompok ini. Persepsi dam...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Korelasi Iklan Obat Demam di Televisi Terhadap Pemilihan Obat pada Swamedikasi
Korelasi Iklan Obat Demam di Televisi Terhadap Pemilihan Obat pada Swamedikasi
Swamedikasi dilakukan masyarakat untuk mengobati penyakit yang dapat dikenali sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh iklan obat demam di televisi terhadap pemi...
Pemanfaatan Sukun Mejadi Olahan Keripik Sukun di Sawah Lebar Kota Bengkulu
Pemanfaatan Sukun Mejadi Olahan Keripik Sukun di Sawah Lebar Kota Bengkulu
Keripik sukun adalah produk makanan ringan, dibuat dari irisan daging buah sukun (artocarpus altilis) segar dan digoreng dengan atau tanpa bahan tambahan makanan yang diizinkan. Te...
GAMBARAN PERILAKU MEROKOK MAHASISWA UNIVERSITAS IBN KHALDUN BOGOR 2013
GAMBARAN PERILAKU MEROKOK MAHASISWA UNIVERSITAS IBN KHALDUN BOGOR 2013
Regulasi untuk menekan angka epidemi rokok salah satunya tercantum pada Undang-Undang Kesehatan Nomor 36 tahun 2009 Pasal 115 tentang Kawasan Tanpa Rokok di 7 tatanan. Satu diantar...

