Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Review: Studi Kandungan Fitokimia dan Potensi Antibakteri Ekstrak Rimpang Temulawak Secara in Vitro dengan Metode Mikrodilusi

View through CrossRef
Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) sudah terbukti memiliki berbagai aktivitas farmakologi, termasuk sebagai antibakteri. Aktivitas tersebut pada tanaman dapat dipengaruhi oleh senyawa kimia yang terkandung di dalamnya. Artikel ulasan ini bertujuan untuk mengetahui kandungan senyawa yang terkandung dan aktivitas antibakteri ekstrak rimpang temulawak dengan metode pengujian mikrodilusi. Pencarian literatur dilakukan melalui database Google Scholar serta PubMed, dan diperoleh 39 artikel ilmiah (original article) berdasarkan kriteria yang telah ditentukan. Hasil studi literatur menunjukkan bahwa ekstrak rimpang temulawak terbukti sangat aktif dan memiliki potensi sebagai antibakteri terhadap bakteri Gram positif dan negatif. Pada bakteri Gram positif, fraksi n-heksana dari ekstrak etanol terbukti memiliki aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus epidermidis dan Corybacterium tuberculostearicum dengan nilai KHM sebesar 0,024 µg/mL dan 0,049 µg/mL. Pada bakteri Gram negatif, senyawa xanthorrhizol yang diisolasi dari rimpang temulawak terbukti memiliki aktivitas antibakteri tertinggi pada Vibrio parahaemolyticus dengan nilai KHM sebesar 8 µg/mL. Kandungan kimia dalam rimpang temulawak selain xanthorrhizol yang juga diduga berperan terhadap aktivitas antibakterinya diantaranya yaitu flavonoid, alkaloid, tanin, saponin, minyak atsiri, terpenoid, furanodienon, germakron, dan kurkumin.
Title: Review: Studi Kandungan Fitokimia dan Potensi Antibakteri Ekstrak Rimpang Temulawak Secara in Vitro dengan Metode Mikrodilusi
Description:
Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.
) sudah terbukti memiliki berbagai aktivitas farmakologi, termasuk sebagai antibakteri.
Aktivitas tersebut pada tanaman dapat dipengaruhi oleh senyawa kimia yang terkandung di dalamnya.
Artikel ulasan ini bertujuan untuk mengetahui kandungan senyawa yang terkandung dan aktivitas antibakteri ekstrak rimpang temulawak dengan metode pengujian mikrodilusi.
Pencarian literatur dilakukan melalui database Google Scholar serta PubMed, dan diperoleh 39 artikel ilmiah (original article) berdasarkan kriteria yang telah ditentukan.
Hasil studi literatur menunjukkan bahwa ekstrak rimpang temulawak terbukti sangat aktif dan memiliki potensi sebagai antibakteri terhadap bakteri Gram positif dan negatif.
Pada bakteri Gram positif, fraksi n-heksana dari ekstrak etanol terbukti memiliki aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus epidermidis dan Corybacterium tuberculostearicum dengan nilai KHM sebesar 0,024 µg/mL dan 0,049 µg/mL.
Pada bakteri Gram negatif, senyawa xanthorrhizol yang diisolasi dari rimpang temulawak terbukti memiliki aktivitas antibakteri tertinggi pada Vibrio parahaemolyticus dengan nilai KHM sebesar 8 µg/mL.
Kandungan kimia dalam rimpang temulawak selain xanthorrhizol yang juga diduga berperan terhadap aktivitas antibakterinya diantaranya yaitu flavonoid, alkaloid, tanin, saponin, minyak atsiri, terpenoid, furanodienon, germakron, dan kurkumin.

Related Results

Review: Kandungan Fitokimia, Aktivitas Antibakteri, dan Toksisitas dari Rambutan (Nephelium lappaceum L.)
Review: Kandungan Fitokimia, Aktivitas Antibakteri, dan Toksisitas dari Rambutan (Nephelium lappaceum L.)
Rambutan (Nephlium lappaceum L.) merupakan salah satu tanaman tropis yang banyak terdapat di Indonesia dan dikenal luas karena rasa manis serta aroma khasnya. Secara tradisional be...
Pengujian In Vitro Serum Antiacne Kombinasi Ekstrak Daun Kemangi dan Rimpang Kunyit
Pengujian In Vitro Serum Antiacne Kombinasi Ekstrak Daun Kemangi dan Rimpang Kunyit
Abstract—Acne is a chronic inflammation of the pilosebaceous follicles which is characterized by excess oil production caused by the bacterium Propionibacterium acnes. The content ...
"Review: Studi Kandungan Fitokimia dan Aktivitas Antibakteri Ekstrak Daun Kersen (Muntingia calabura L.)"
"Review: Studi Kandungan Fitokimia dan Aktivitas Antibakteri Ekstrak Daun Kersen (Muntingia calabura L.)"
Resistensi mikroba terhadap agen antibakteri saat ini menjadi salah satu faktor pentingnya penggunaan obat alternatif, salah satunya yang berasal dari metabolit tumbuhan. Daun kers...
Uji Aktivitas Fibrinolisis Ekstrak Alkaloid Total Rimpang Lengkuas Merah (Alpinia Purpurata (Vielli) K.Schum) Secara In Vitro
Uji Aktivitas Fibrinolisis Ekstrak Alkaloid Total Rimpang Lengkuas Merah (Alpinia Purpurata (Vielli) K.Schum) Secara In Vitro
Ketidakseimbangan hemostasis akan meningkatan agregasi trombosit, hiperkoagulasi, dan penurunan aktivitas fibrinolisis yang menyebabkan terbentuknya sumbatan (trombus) pada pembulu...
UJI EFEKTIVITAS SEDIAAN GEL EKSTRAK ANGUR LAUT (Caulerpa racemosa) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus PENYEBAB JERAWAT
UJI EFEKTIVITAS SEDIAAN GEL EKSTRAK ANGUR LAUT (Caulerpa racemosa) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus PENYEBAB JERAWAT
ABSTRAK Ekstrak etanol anggur laut memiliki aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus yang merupakan salah satu bakteri penyebab jerawat. Oleh karena itu, untuk me...

Back to Top