Javascript must be enabled to continue!
The Pinocchio Disease dan nilai-nilai antikorupsi
View through CrossRef
Penggunaan cerita pendek di dalam pembelajaran nilai-nilai antikorupsi di Indonesia masih sangat kurang. Selama ini pembelajaran nilai-nilai antikorupsi lebih banyak menggunakan buku berseri atau buku cerita dalam proses pembelajaran. Artikel ini bertujuan menyingkap potensi cerita pendek “The Pinocchio Disease” karya Seno Gumira Ajidarma sebagai bahan pembelajaran sastra yang terkait dengan pendidikan nilai-nilai antikorupsi. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan metode analisis hermeneutika. Prosedur yang digunakan dalam pengumpulan data dan analisis meliputi (1) pembacaan teks di dalam mencari bagian tertentu yang relevan dengan fokus kajian; (2) penautan bagian tertentu di dalam teks dengan konteksnya serta relevansinya sebagai cara komunikasi dialogis antara teks dengan konteks; (3) pemberian makna atas interaksi teks dengan konteks. Berdasarkan hasil penelitian, cerpen “The Pinocchio Disease” mengandung sarkasme terhadap nilai-nilai antikorupsi seperti (1) kejujuran, (2) kepedulian, (3) kedisiplinan, (4) tanggung-jawab, (5) kerja keras, (6) sederhana, dan (7) keadilan. Ini berarti bahwa cerita pendek ini cocok untuk dipergunakan di dalam pembelajaran nilai-nilai antikorupsi. Selain itu, penelitian ini juga menemukan bahwa cerpen “The Pinocchio Disease” dapat dipergunakan untuk mengembangkan Higher-Order Thinking Skills (HOTS) dan sebagai materi bacaan sastra dalam pendidikan karakter siswa.
Universitas Muhammadiyah Malang
Title: The Pinocchio Disease dan nilai-nilai antikorupsi
Description:
Penggunaan cerita pendek di dalam pembelajaran nilai-nilai antikorupsi di Indonesia masih sangat kurang.
Selama ini pembelajaran nilai-nilai antikorupsi lebih banyak menggunakan buku berseri atau buku cerita dalam proses pembelajaran.
Artikel ini bertujuan menyingkap potensi cerita pendek “The Pinocchio Disease” karya Seno Gumira Ajidarma sebagai bahan pembelajaran sastra yang terkait dengan pendidikan nilai-nilai antikorupsi.
Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan metode analisis hermeneutika.
Prosedur yang digunakan dalam pengumpulan data dan analisis meliputi (1) pembacaan teks di dalam mencari bagian tertentu yang relevan dengan fokus kajian; (2) penautan bagian tertentu di dalam teks dengan konteksnya serta relevansinya sebagai cara komunikasi dialogis antara teks dengan konteks; (3) pemberian makna atas interaksi teks dengan konteks.
Berdasarkan hasil penelitian, cerpen “The Pinocchio Disease” mengandung sarkasme terhadap nilai-nilai antikorupsi seperti (1) kejujuran, (2) kepedulian, (3) kedisiplinan, (4) tanggung-jawab, (5) kerja keras, (6) sederhana, dan (7) keadilan.
Ini berarti bahwa cerita pendek ini cocok untuk dipergunakan di dalam pembelajaran nilai-nilai antikorupsi.
Selain itu, penelitian ini juga menemukan bahwa cerpen “The Pinocchio Disease” dapat dipergunakan untuk mengembangkan Higher-Order Thinking Skills (HOTS) dan sebagai materi bacaan sastra dalam pendidikan karakter siswa.
Related Results
A Comparison of the 1940 Animated Pinocchio Movie and Walt Disney Studios' 2022 Live-action Version of Pinocchio Movie
A Comparison of the 1940 Animated Pinocchio Movie and Walt Disney Studios' 2022 Live-action Version of Pinocchio Movie
Pinocchio is one of the popular classics of the Walt Disney animation industry released in 1940, the popularity of the Pinocchio series also prompted the animated film Pinocchio to...
DESA ANTIKORUPSI BERBASIS MASJID: PENINGKATAN KOMPETENSI DAI ANTIKORUPSI DEWAN MASJID INDONESIA RANTING PANGGUNGHARJO SEWON BANTUL
DESA ANTIKORUPSI BERBASIS MASJID: PENINGKATAN KOMPETENSI DAI ANTIKORUPSI DEWAN MASJID INDONESIA RANTING PANGGUNGHARJO SEWON BANTUL
Kasus korupsi dana desa terus meningkat, dari 17 kasus pada tahun 2016 menjadi 155 kasus dengan pada tahun 2022. Sebagai solusinya, KPK membentuk desa antikorupsi yang hingga saat ...
PENGUATAN PENDIDIKAN ANTIKORUPSI MELALUI PEMBELAJARAN IPS DI SMP NEGERI 1 KOTA SEMARANG
PENGUATAN PENDIDIKAN ANTIKORUPSI MELALUI PEMBELAJARAN IPS DI SMP NEGERI 1 KOTA SEMARANG
Fondasi awal pencegahan tindak korupsi dapat dilakukan melalui penanaman Pendidikan Antikorupsi pada tingkat pendidikan. Salah satu caranya dengan penanaman nilai-nilai Antikorupsi...
REAKTUALISASI PUISI ANTIKORUPSI SEBAGAI SALAH SATU MEDIA KAMPANYE SOSIAL MASYARAKAT
REAKTUALISASI PUISI ANTIKORUPSI SEBAGAI SALAH SATU MEDIA KAMPANYE SOSIAL MASYARAKAT
Trisula pemberantasan korupsi dapat dilakukan dengan cara penindakan, pencegahan dan pendidikan. Sebagai upaya pencegahan korupsi, maka masyarakat dapat ikut berperan melalui berba...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Kebijakan Antikorupsi dan Dinamika Perlawanannya: Suatu Banalitas di Indonesia
Kebijakan Antikorupsi dan Dinamika Perlawanannya: Suatu Banalitas di Indonesia
Artikel ini berjudul kebijakan antikorupsi dan dinamika perlawanannya: suatu banalitas di Indonesia. Berupaya menjelaskan dinamika kebijakan antikorupsi di Indonesia. Sejak era ord...
Pola Komunikasi Antarpribadi dalam Membangun Budaya Antikorupsi pada Keluarga Pegawai Beacukai
Pola Komunikasi Antarpribadi dalam Membangun Budaya Antikorupsi pada Keluarga Pegawai Beacukai
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola komunikasi antarpribadi dalam membangun budaya antikorupsi pada keluarga pegawai beacukai di Kota Medan, menganalisis bentuk pesan ...
Peran Pendidikan Antikorupsi dalam Membentuk Etika Akademik Mahasiswa: Studi Literatur
Peran Pendidikan Antikorupsi dalam Membentuk Etika Akademik Mahasiswa: Studi Literatur
Korupsi merupakan permasalahan sosial yang bersifat sistemik dan berdampak luas terhadap berbagai aspek kehidupan, termasuk sektor pendidikan. Perguruan tinggi memiliki peran strat...

