Javascript must be enabled to continue!
Keanekaragaman Makroinvertebrata di Sungai Kampai, Bengkulu
View through CrossRef
AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis keanekaragaman makroinvertebrata di Sungai Kampai, Bengkulu. Pengambilan sampel dilakukan di tiga stasiun, yaitu Muara Simpur, Pagar Agung, dan Lubuk Gio dengan dua kali periode sampling setiap stasiun, yaitu April 2019 mengikuti puncak musim hujan dan September 2019 mengikuti puncak musim kemarau. Pengambilan sampel makroinvertebrata menggunakan metode three minutes sampling. Hasil penelitian ditemukan 501 individu makroinvertebrata yang terdiri dari 25 spesies (24 genus; 22 famili; 5 kelas; 4 filum). Epeourus aculeatus merupakan spesies dengan kelimpahan relatif tertinggi secara keseluruhan, yaitu sebesar 62,08%. Indeks keanekaragaman (H’) berturut-turut adalah 1,72; 1,13; 1,80 mengindikasikan bahwa Sungai Kampai mengalami degradasi ringan. Jumlah individu Ephemeroptera, Plecoptera, dan Trichoptera (EPT) per stasiun dari hulu ke hilir adalah 128; 196; dan 20 dengan Indeks Biotik Famili (IBF) adalah 3,34; 4; dan 4. Berdasarkan gabungan dari beberapa indeks ini menunjukkan bahwa kondisi Sungai Kampai masih tergolong sangat baik.AbstractThis research aims to analyze macroinvertebrate diversity in the Kampai River, Bengkulu. Sampling was carried out at three stations, namely Muara Simpur, Pagar Agung, and Lubuk Gio with two sampling periods for each station, namely April 2019 following the peak of the rainy season and September 2019 following the peak of the dry season. Macroinvertebrate sampling used the three minutes sampling method. The research results found 501 macroinvertebrate individuals consisting of 25 species (24 genera; 22 families; 5 classes; 4 phyla). Epeourus aculeatus is the species with the highest relative abundance overall, namely 62.08%. The diversity index (H') is 1.72; 1.13; 1.80 indicates that the Kampai River is experiencing mild degradation. The number of Ephemeroptera, Plecoptera and Trichoptera (EPT) individuals per station from upstream to downstream is 128; 196; and 20 with a Biotic Family Index (IBF) of 3.34; 4; and 4. Based on a combination of several indices, it shows that the condition of the Kampai River is still considered very good.
LP2M Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta
Title: Keanekaragaman Makroinvertebrata di Sungai Kampai, Bengkulu
Description:
AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis keanekaragaman makroinvertebrata di Sungai Kampai, Bengkulu.
Pengambilan sampel dilakukan di tiga stasiun, yaitu Muara Simpur, Pagar Agung, dan Lubuk Gio dengan dua kali periode sampling setiap stasiun, yaitu April 2019 mengikuti puncak musim hujan dan September 2019 mengikuti puncak musim kemarau.
Pengambilan sampel makroinvertebrata menggunakan metode three minutes sampling.
Hasil penelitian ditemukan 501 individu makroinvertebrata yang terdiri dari 25 spesies (24 genus; 22 famili; 5 kelas; 4 filum).
Epeourus aculeatus merupakan spesies dengan kelimpahan relatif tertinggi secara keseluruhan, yaitu sebesar 62,08%.
Indeks keanekaragaman (H’) berturut-turut adalah 1,72; 1,13; 1,80 mengindikasikan bahwa Sungai Kampai mengalami degradasi ringan.
Jumlah individu Ephemeroptera, Plecoptera, dan Trichoptera (EPT) per stasiun dari hulu ke hilir adalah 128; 196; dan 20 dengan Indeks Biotik Famili (IBF) adalah 3,34; 4; dan 4.
Berdasarkan gabungan dari beberapa indeks ini menunjukkan bahwa kondisi Sungai Kampai masih tergolong sangat baik.
AbstractThis research aims to analyze macroinvertebrate diversity in the Kampai River, Bengkulu.
Sampling was carried out at three stations, namely Muara Simpur, Pagar Agung, and Lubuk Gio with two sampling periods for each station, namely April 2019 following the peak of the rainy season and September 2019 following the peak of the dry season.
Macroinvertebrate sampling used the three minutes sampling method.
The research results found 501 macroinvertebrate individuals consisting of 25 species (24 genera; 22 families; 5 classes; 4 phyla).
Epeourus aculeatus is the species with the highest relative abundance overall, namely 62.
08%.
The diversity index (H') is 1.
72; 1.
13; 1.
80 indicates that the Kampai River is experiencing mild degradation.
The number of Ephemeroptera, Plecoptera and Trichoptera (EPT) individuals per station from upstream to downstream is 128; 196; and 20 with a Biotic Family Index (IBF) of 3.
34; 4; and 4.
Based on a combination of several indices, it shows that the condition of the Kampai River is still considered very good.
.
Related Results
Manik-Manik Kaca Salah Satu Indikator Kejayaan Dan Keruntuhan Perniagaan Pulau Kampai.
Manik-Manik Kaca Salah Satu Indikator Kejayaan Dan Keruntuhan Perniagaan Pulau Kampai.
Salah satu jejak masa lalu di Pulau Kampai yang jumlah dan jenisnya berlimpah adalah manik-manik kaca. Permasalahan pada tulisan ini adalah keterkaitan antara keberlimpahan objek t...
PENGARUH PELAKSANAAN QR BARCODE MY PERTAMINA TERHADAP PENJUALAN BBM
PENGARUH PELAKSANAAN QR BARCODE MY PERTAMINA TERHADAP PENJUALAN BBM
The formulation of the problem in this research is How is the My Pertamina QR barcode implemented at SPBU 24.381.01 Kampung Kelawi, Sungai Serut District, Bengkulu City? How are fu...
PEMERINTAHAN TRADISIONAL SEMASA ZAMAN SULTAN ABDUL MOMIN DI SUNGAI TUARAN (1877-1885)
PEMERINTAHAN TRADISIONAL SEMASA ZAMAN SULTAN ABDUL MOMIN DI SUNGAI TUARAN (1877-1885)
Sungai Tuaran terletak di sebelah pantai barat Borneo Utara sejak dua atau tiga abad yang lalu. Nama Sungai Tuaran telah wujud pada era pemerintahan Sultan Abdul Momin seperti dije...
Penelusuran Limpasan Kejadian Banjir Sungai Padolo Di Kota Bima
Penelusuran Limpasan Kejadian Banjir Sungai Padolo Di Kota Bima
Kota Bima mengalami banjir besar tanggal 21 dan 23 Desember 2016. Banjir berasal luapan Sungai Padolo dan Sungai Melayu. Sungai Padolo memberikan dampak...
Analisis Daya Tampung Beban Pencemar di Sungai Batang Tembesi Kabupaten Sarolangun Parameter Biochemical Oxygen Demand (BOD), Chemical Oxygen Demand (COD) dan Dissolved Oxygen (DO) Menggunakan Pemodelan Qual2Kw
Analisis Daya Tampung Beban Pencemar di Sungai Batang Tembesi Kabupaten Sarolangun Parameter Biochemical Oxygen Demand (BOD), Chemical Oxygen Demand (COD) dan Dissolved Oxygen (DO) Menggunakan Pemodelan Qual2Kw
Sungai Batang Tembesi merupakan salah satu sungai yang terletak di Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi. Sungai ini berhulu di Kecamatan Pauh dan bermuara di Sungai Batang Hari, de...
Penambangan Pasir Sungai Progo Terhadap Laju Degradasi Pada Elevasi Dasar Sungai
Penambangan Pasir Sungai Progo Terhadap Laju Degradasi Pada Elevasi Dasar Sungai
Gunung Sindoro adalah gunung yang berada di Provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta dengan sungai progo yang mengalir. Sungai utama memiliki panjang sekitar 138 km dan ...
DAYA TAMPUNG BEBAN PENCEMAR TOTAL COLIFORM (T.COLI) DI HILIR SUNGAI TEBERAU
DAYA TAMPUNG BEBAN PENCEMAR TOTAL COLIFORM (T.COLI) DI HILIR SUNGAI TEBERAU
ABSTRAKSungai Teberau merupakan anak Sungai Sambas Kecil. Jenis sumber pencemar di hilir Sungai Teberau yaitu pemukiman. Pemukiman yang tepat berada di sungai dapat mengakibatkan p...
SIMPANG TIGA ABADI, KABUPATEN OGAN KOMERING ILIR, PROVINSI SUMATERA SELATAN: JEJAK SUNGAI LAMA DI LAHAN BASAH
SIMPANG TIGA ABADI, KABUPATEN OGAN KOMERING ILIR, PROVINSI SUMATERA SELATAN: JEJAK SUNGAI LAMA DI LAHAN BASAH
The east coast of South Sumatra is a wetland area that contains many archaeological remains, one of which is the Simpang Tiga Abadi Site, Simpang Tiga Village, Tulung Selapan Distr...

