Javascript must be enabled to continue!
HUBUNGAN STATUS IMUNISASI PCV DAN PENTABIO DENGAN KEJADIAN ISPA PADA BALITA USIA 18-24 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PAKISAJI
View through CrossRef
Infeksi saluran pernapasan akut adalah penyakit menular pernapasan penyebab utama angka mortalitas dan mordibitas pada balita. Pemberian imunisasi PCV dan pentabio dapat mencegah ISPA. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan status imunisasi PCV dan pentabio dengan kejadian ISPA pada balita usia 18-24 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Pakisaji. Desain penelitian kuantitatif analitik korelasi melalui pendekatan retrospektif. Penelitian ini mengambil data primer berupa wawancara dan pencatatan status imunisasi. Besar sampel sebanyak 50 balita usia 18-24 bulan menggunakan area random sampling sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Analisis data non-parametrik menggunakan chisquare.Hasil penelitian ini menunjukkan sebagian besar balita (62%) memiliki status imunisasi PCV lengkap dan tepat serta hampir setengah balita (48%) memiliki status imunisasi pentabio yang lengkap dan tepat. Kejadian ISPA pada balita menunjukkan sebagian besar tidak menderita ISPA (62%). Pada penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara status imunisasi PCV dan pentabio dengan kejadian ISPA pada balita usia 18-24 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Pakisaji menggunakan uji Chi-square dengan nilai p-value 0,001 ? ? 0,05. Petugas kesehatan dapat bekerjasama dengan kader untuk menginformasikan jadwal imunisasi selanjutnya apabila kurangnya persediaan vaksin.
Poltekkes Kemenkes Malang
Title: HUBUNGAN STATUS IMUNISASI PCV DAN PENTABIO DENGAN KEJADIAN ISPA PADA BALITA USIA 18-24 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PAKISAJI
Description:
Infeksi saluran pernapasan akut adalah penyakit menular pernapasan penyebab utama angka mortalitas dan mordibitas pada balita.
Pemberian imunisasi PCV dan pentabio dapat mencegah ISPA.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan status imunisasi PCV dan pentabio dengan kejadian ISPA pada balita usia 18-24 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Pakisaji.
Desain penelitian kuantitatif analitik korelasi melalui pendekatan retrospektif.
Penelitian ini mengambil data primer berupa wawancara dan pencatatan status imunisasi.
Besar sampel sebanyak 50 balita usia 18-24 bulan menggunakan area random sampling sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi.
Analisis data non-parametrik menggunakan chisquare.
Hasil penelitian ini menunjukkan sebagian besar balita (62%) memiliki status imunisasi PCV lengkap dan tepat serta hampir setengah balita (48%) memiliki status imunisasi pentabio yang lengkap dan tepat.
Kejadian ISPA pada balita menunjukkan sebagian besar tidak menderita ISPA (62%).
Pada penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara status imunisasi PCV dan pentabio dengan kejadian ISPA pada balita usia 18-24 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Pakisaji menggunakan uji Chi-square dengan nilai p-value 0,001 ? ? 0,05.
Petugas kesehatan dapat bekerjasama dengan kader untuk menginformasikan jadwal imunisasi selanjutnya apabila kurangnya persediaan vaksin.
Related Results
INTERVENSI KEPERAWATAN DALAM PERAWATAN PASIEN ISPA PADA BALITA DI RUMAH DI KABUPATEN BANDUNG
INTERVENSI KEPERAWATAN DALAM PERAWATAN PASIEN ISPA PADA BALITA DI RUMAH DI KABUPATEN BANDUNG
Penularan influenza pada Balita seringkali terjadi.Dampak yang yang paling dirasakan adalah sesak nafas, pilek, demam, kelelahan dan kelemahan sehingga balita berkurangaktifitasnya...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Status Gizi dengan Kejadian Balita ISPA
Status Gizi dengan Kejadian Balita ISPA
Abstract. ISPA is still the cause of the highest mortality rate in children. According to WHO, worldwide the death rate of ISPA in toddlers is around ±13 million per year. Accordin...
Analisis Faktor Individu Yang Mempengaruhi Kejadian Infeksi Saluran Nafas Pada Balita Di UPTD Puskesmas Menteng Palangka Raya
Analisis Faktor Individu Yang Mempengaruhi Kejadian Infeksi Saluran Nafas Pada Balita Di UPTD Puskesmas Menteng Palangka Raya
Latar belakang: Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan penyakit yang umum terjadi pada balita dan menjadi salah satu penyebab utama angka kesakitan dan kematian anak di I...
HUBUNGAN STUNTING DENGAN KEJADIAN TUBERKULOSIS PADA BALITA
HUBUNGAN STUNTING DENGAN KEJADIAN TUBERKULOSIS PADA BALITA
Abstrak : Tuberkulosis (TB) dan stunting masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia. Tujuan penelitian adalah mengetahui hubungan stunting dengan kejadian TB pada anak usia 1-59 ...
Hubungan Status Gizi dengan Kejadian Ispa pada Pasien Balita
Hubungan Status Gizi dengan Kejadian Ispa pada Pasien Balita
Abstract. ISPA is still the cause of the highest number of illnesses and deaths in children. According to WHO, worldwide ISPA has a mortality rate in toddlers of around ±13 million...
Gambaran Kejadian Stunting Pada Balita di Puskesmas Paliyan Gunung Kidul Yogyakarta
Gambaran Kejadian Stunting Pada Balita di Puskesmas Paliyan Gunung Kidul Yogyakarta
Latar Belakang: Masalah stunting di Indonesia adalah ancaman serius yang memerlukan penanganan yang tepat. Berdasarkan Survei Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) pada tahun 2020, ...
PENURUNAN SUHU TUBUH BAYI PADA KEJADIAN IKUTAN PASKA IMUNISASI (KIPI) PENTABIO DENGAN KOMPRES BAWANG MERAH DI PMB HJ. F KOTABARU
PENURUNAN SUHU TUBUH BAYI PADA KEJADIAN IKUTAN PASKA IMUNISASI (KIPI) PENTABIO DENGAN KOMPRES BAWANG MERAH DI PMB HJ. F KOTABARU
Latar Belakang: Demam yang sering terjadi akibat efek kejadian ikutan paska imunisasi (KIPI) merupakan suatu gangguan yang sering terjadi pada bayi dan balita. Demam dapat memberik...

