Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Koordinasi Puskesmas Dengan Kecamatan Dalam Meningkatan Kesehatan Lingkungan Di Kecamatan Pagaden

View through CrossRef
Penelitian ini mengkaji dan menganalisis mengenai Koordinasi Puskesmas Dengan Kecamatan dalam Meningkatkan Kesehatan Lingkungan di Kecamatan Pagaden. Pendekatan penelitian yang digunakan untuk mengkaji mengenai penelitian ini adalah pendekatan kualitatif yaitu prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati. Pendekatan ini diarahkan pada latar dan individu tersebut secara holistik (utuh). Metode analisis dalam penelitian ini meliputi tiga yaitu reduksi, tampilan dan penarikan kesimpulan. Reduksi yaitu data yang dikumpulkan dipilih, disederhanakan, difokuskan, diabstraksikan dan ditransformasikan, tampilan yaitu data berupa teks naratif, matriks, kutipan, grafik ataupun bagan, tahapan selanjutnya adalah penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa 1) Pada koordinasi dalam penanganan kesehatan lingkungan sudah ada kesatuan tindakan, hal ini terbukti dengan adanya kerjasama antara Puskesmas Pagaden dan Kantor Kecamatan Pagaden dalam sosialisasi program kesehatan lingkungan kepada masyarakat, karena program kesehatan lingkungan tidak akan berjalan dengan baik bila tidak melibatkan unsur birokrasi di tingkat paling bawah. 2) Pelaksanaan program kesehatan lingkungan yang dilaksanakan oleh Puskemas Pagaden berjalan sesuai dengan rencana, yaitu pihak puskesmas dapat berkomunikasi dengan pihak kecamatan yang dapat dilihat dengan dukungan yang diberikan oleh pihak birokrasi berupa keterlibatan unsur birokrasi dan masyarakat dalam kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan Puskesmas. 3) Pembagian kerja antara Puskesmas dan Kecamatan dalam pelaksanaan program kesehatan lingkungan secara spesifik kewenangan puskesmas dan kecamatan hanya berkoordinasi apabila ada kejadian seperti demam berdarah dan lain-lain baru jalur birokrasi dibuka dengan pengerahan aparat yang ada di daerah pelaksananya pihak kecamatan hanya sebatas membuat kebijakan seperti pembuatan Surat Keputusan dan Surat Perintah dan secara teknis ada pihak puskesmas, 4) Kesadaran dan kesediaan anggota dalam menjalankan tugas dapat mendukung koordinasi yang baik antara instansi terkait. Kesadaraan akan tugas yang diberikan kepada Puskesma Pagaden dan Kantor Kecamatan Pagaden serta kesediaan untuk menjalankan tugas hal yang sangat dituntut untuk pencapaian tujuan. Tanpa adanya kesadaran dan kesediaan setiap anggota pelaksanaan program kesehatan lingkungan
Center for Open Science
Title: Koordinasi Puskesmas Dengan Kecamatan Dalam Meningkatan Kesehatan Lingkungan Di Kecamatan Pagaden
Description:
Penelitian ini mengkaji dan menganalisis mengenai Koordinasi Puskesmas Dengan Kecamatan dalam Meningkatkan Kesehatan Lingkungan di Kecamatan Pagaden.
Pendekatan penelitian yang digunakan untuk mengkaji mengenai penelitian ini adalah pendekatan kualitatif yaitu prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati.
Pendekatan ini diarahkan pada latar dan individu tersebut secara holistik (utuh).
Metode analisis dalam penelitian ini meliputi tiga yaitu reduksi, tampilan dan penarikan kesimpulan.
Reduksi yaitu data yang dikumpulkan dipilih, disederhanakan, difokuskan, diabstraksikan dan ditransformasikan, tampilan yaitu data berupa teks naratif, matriks, kutipan, grafik ataupun bagan, tahapan selanjutnya adalah penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa 1) Pada koordinasi dalam penanganan kesehatan lingkungan sudah ada kesatuan tindakan, hal ini terbukti dengan adanya kerjasama antara Puskesmas Pagaden dan Kantor Kecamatan Pagaden dalam sosialisasi program kesehatan lingkungan kepada masyarakat, karena program kesehatan lingkungan tidak akan berjalan dengan baik bila tidak melibatkan unsur birokrasi di tingkat paling bawah.
2) Pelaksanaan program kesehatan lingkungan yang dilaksanakan oleh Puskemas Pagaden berjalan sesuai dengan rencana, yaitu pihak puskesmas dapat berkomunikasi dengan pihak kecamatan yang dapat dilihat dengan dukungan yang diberikan oleh pihak birokrasi berupa keterlibatan unsur birokrasi dan masyarakat dalam kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan Puskesmas.
3) Pembagian kerja antara Puskesmas dan Kecamatan dalam pelaksanaan program kesehatan lingkungan secara spesifik kewenangan puskesmas dan kecamatan hanya berkoordinasi apabila ada kejadian seperti demam berdarah dan lain-lain baru jalur birokrasi dibuka dengan pengerahan aparat yang ada di daerah pelaksananya pihak kecamatan hanya sebatas membuat kebijakan seperti pembuatan Surat Keputusan dan Surat Perintah dan secara teknis ada pihak puskesmas, 4) Kesadaran dan kesediaan anggota dalam menjalankan tugas dapat mendukung koordinasi yang baik antara instansi terkait.
Kesadaraan akan tugas yang diberikan kepada Puskesma Pagaden dan Kantor Kecamatan Pagaden serta kesediaan untuk menjalankan tugas hal yang sangat dituntut untuk pencapaian tujuan.
Tanpa adanya kesadaran dan kesediaan setiap anggota pelaksanaan program kesehatan lingkungan.

Related Results

KECEMASAN SAAT PANDEMI COVID 19: LITERATUR REVIEW Hardiyati, Efri Widianti, Taty Hernawaty Departemen Keperawatan Jiwa Poltekkes Kemenkes Mamuju Sulbar, Universitas Pad...
PELAKSANAAN PROTOKOL KESEHATAN PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI FASILITAS PELAYANAN KESEHATAN KOTA CIMAHI JAWA BARAT INDONESIA
PELAKSANAAN PROTOKOL KESEHATAN PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI FASILITAS PELAYANAN KESEHATAN KOTA CIMAHI JAWA BARAT INDONESIA
Terkait dengan penatalaksanaan pandemi Corona virus disesase-19 (Covid-19), Kementerian Kesehatan Republik Indonesia telah memberikan pedoman bagi tenaga kesehatan tentang pengelom...
Analisis hubungan motivasi dengan kinerja tenaga kesehatan di Puskesmas Wilayah Kota Jambi
Analisis hubungan motivasi dengan kinerja tenaga kesehatan di Puskesmas Wilayah Kota Jambi
Abstrak   Latar Belakang : Motivasi kerja sangat berkaitan langsung dengan kinerja tenaga kesehatan. Motivasi kerja yang dirasakan dapat menurunkan kinerja ataupun meni...
Evaluasi Implementasi Program Eliminasi Malaria Di Puskesmas Jejaring Fkik Universitas
Evaluasi Implementasi Program Eliminasi Malaria Di Puskesmas Jejaring Fkik Universitas
Latar Belakang: Program eliminasi malaria sudah digulirkan sejak 2009 silam di Indonesia, mengingat Indonesia merupakan salah satu daerah endemis malaria. Proses eliminasi malaria ...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature  Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2),  Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Gambaran Faktor Penyebab Rujukan Di Puskesmas Kota Depok
Gambaran Faktor Penyebab Rujukan Di Puskesmas Kota Depok
Referral System for Individual Health Services states that health services are conducted in stages according to medical needs, starting from basic, second, and then third level hea...
SISTEM RUJUKAN DALAM SISTEM PELAYANAN KESEHATAN MATERNAL PERINATAL DI INDONESIA
SISTEM RUJUKAN DALAM SISTEM PELAYANAN KESEHATAN MATERNAL PERINATAL DI INDONESIA
ABSTRAK Kasus keterlambatan rujukan merupakan salah satu permasalahan utama terjadinya kematian ibu dan bayi di Indonesia. Kematian ibu dan bayi dapat diakibatkan pelayanan d...

Back to Top