Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

TEAPOT INNOVATION TO INCREASE THE QUALITY OF TRADITIONAL CERAMIC PRODUCTS IN PAGERJURANG BAYAT, KLATEN, CENTRAL JAVA, INDONESIA

View through CrossRef
AbstractThis research aims to create a new innovation in traditional ceramics through high-temperature firing. Thisinnovation in ceramic teapots uses clay from Pagerjurang, Klaten, and central Java. Pagerjurang village is one of the producers of traditional ceramic products in Indonesia. The clay found in Pagerjurang can only be fired at temperatures of 750 ◦C - 900 ◦C, which classifies it as low-quality clay. This research uses a qualitative exploratory method by experimenting with the clay's quality and artistic value. Mixing 25% silica with the clay could then be fired at 1100 ◦C, enabling the glazing technique. This innovation could increase the quality of traditional ceramic products from Pagerjurang. The new products are expected to be able to be used as examples to improve the quality of conventional teapot products and, at the same time, increase the welfare of the ceramic artists of Pagerjurang. Keywords: Product design, household appliances, quality, ceramics industry, Pagerjurang, and Indonesia AbstrakInovasi teko keramik ini memanfaatkan bahan tanah liat earthenware dari Desa Pagerjurang Bayat KlatenJawa Tengah. Desa Pagerjurang merupakan salah satu wilayah penghasil keramik tradisional di Indonesia. Bahan baku tanah liat Pagerjurang hanya mampu dibakar pada suhu 750 OC-900 OC, hal ini tergolong pada bahan gerabah kualitas rendah. Tujuan penulisan ini menciptakan inovasi teko pada keramik tradisonal Pagerjurang melalui pembakaran suhu tinggi. Tulisan ini menggunakan metode kualitatif ekplorartif dengan eksperimentasi kualitas bahan tanah liat dan nilai artisticnya. Kualitas bahan dengan menambahkan material silica sebanyak 25 persen pada adonan tanah liat Pagerjurang, sehingga dapat diglasir pada suhu 1100 OC. Inovasi ini dapat meningkatkan kualitas produk keramik tradisional Pagerjurang. Tahapan inovasi melalui eksplorasi bahan, bentuk, dan penerapan pelapis berupa glasir. Inovasi menghasilkan empat temuan penciptaan produk teko (1) “Cobalt Glazed Long Handle Teko” (2) “ White Rustic Glazed Teko” (3) “Translucent ellipse Teko”, dan (4) “Floaring Cobalt Glazed Teko”. Temuan inovasi ini memiliki kualitas bahan dan nilai artistic yang lebih baik dari sebelumnya. Diharapkan dapat menjadi rujukan pengembangan kualitas teko keramik dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pengrajin keramik Pagerjurang.  Kata kunci: inovasi, teko, kualitas, keramik, traditional, dan Pagerjurang
Title: TEAPOT INNOVATION TO INCREASE THE QUALITY OF TRADITIONAL CERAMIC PRODUCTS IN PAGERJURANG BAYAT, KLATEN, CENTRAL JAVA, INDONESIA
Description:
AbstractThis research aims to create a new innovation in traditional ceramics through high-temperature firing.
Thisinnovation in ceramic teapots uses clay from Pagerjurang, Klaten, and central Java.
Pagerjurang village is one of the producers of traditional ceramic products in Indonesia.
The clay found in Pagerjurang can only be fired at temperatures of 750 ◦C - 900 ◦C, which classifies it as low-quality clay.
This research uses a qualitative exploratory method by experimenting with the clay's quality and artistic value.
Mixing 25% silica with the clay could then be fired at 1100 ◦C, enabling the glazing technique.
This innovation could increase the quality of traditional ceramic products from Pagerjurang.
The new products are expected to be able to be used as examples to improve the quality of conventional teapot products and, at the same time, increase the welfare of the ceramic artists of Pagerjurang.
Keywords: Product design, household appliances, quality, ceramics industry, Pagerjurang, and Indonesia AbstrakInovasi teko keramik ini memanfaatkan bahan tanah liat earthenware dari Desa Pagerjurang Bayat KlatenJawa Tengah.
Desa Pagerjurang merupakan salah satu wilayah penghasil keramik tradisional di Indonesia.
Bahan baku tanah liat Pagerjurang hanya mampu dibakar pada suhu 750 OC-900 OC, hal ini tergolong pada bahan gerabah kualitas rendah.
Tujuan penulisan ini menciptakan inovasi teko pada keramik tradisonal Pagerjurang melalui pembakaran suhu tinggi.
Tulisan ini menggunakan metode kualitatif ekplorartif dengan eksperimentasi kualitas bahan tanah liat dan nilai artisticnya.
Kualitas bahan dengan menambahkan material silica sebanyak 25 persen pada adonan tanah liat Pagerjurang, sehingga dapat diglasir pada suhu 1100 OC.
Inovasi ini dapat meningkatkan kualitas produk keramik tradisional Pagerjurang.
Tahapan inovasi melalui eksplorasi bahan, bentuk, dan penerapan pelapis berupa glasir.
Inovasi menghasilkan empat temuan penciptaan produk teko (1) “Cobalt Glazed Long Handle Teko” (2) “ White Rustic Glazed Teko” (3) “Translucent ellipse Teko”, dan (4) “Floaring Cobalt Glazed Teko”.
Temuan inovasi ini memiliki kualitas bahan dan nilai artistic yang lebih baik dari sebelumnya.
Diharapkan dapat menjadi rujukan pengembangan kualitas teko keramik dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pengrajin keramik Pagerjurang.
  Kata kunci: inovasi, teko, kualitas, keramik, traditional, dan Pagerjurang.

Related Results

Pelestarian Batik Bayat Sebagai Upaya Menumbuhkan Kecintaan Budaya Di Masyarakat Kecamatan Bayat Kabupaten Klaten
Pelestarian Batik Bayat Sebagai Upaya Menumbuhkan Kecintaan Budaya Di Masyarakat Kecamatan Bayat Kabupaten Klaten
Penelitian ini dilakukan untuk mengenal lebih jauh mengenai Batik Bayat dan bertujuan untuk mengetahui macam-macam batik bayat dan dalam membangun perekonomian masyarakat serta mem...
PEMETAAN POSISI KEUNIKAN POTENSI LOKAL DESA WISATA DI KECAMATAN BAYAT KABUPATEN KLATEN
PEMETAAN POSISI KEUNIKAN POTENSI LOKAL DESA WISATA DI KECAMATAN BAYAT KABUPATEN KLATEN
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peta posisi desa wisata berbasis keunikan potensi lokal di Kecamatan Bayat Kabupaten Klaten dengan menggunakan uji multidimensional scalli...
PEMANFAATAN GAWAI ANDROID UNTUK PENJUALAN GERABAH
PEMANFAATAN GAWAI ANDROID UNTUK PENJUALAN GERABAH
The Bayat community is a community that has skills in making pottery crafts. Selling pottery crafts is one of the uses of individual creativity and skills and talents possessed by ...
Social innovation : understanding selected Durban-based interior designers' perceptions of socially responsible interior design
Social innovation : understanding selected Durban-based interior designers' perceptions of socially responsible interior design
In a world with pressing social issues that require the collaboration of multiple stakeholders to solve them, this research sought to find out through the views of interior design ...
METODE PEMBELAJARAN DRILL AND PRACTICE PADA PENDIDIKAN AGAMA HINDU DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI 3 KLATEN
METODE PEMBELAJARAN DRILL AND PRACTICE PADA PENDIDIKAN AGAMA HINDU DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI 3 KLATEN
Tercapainya tujuan pembelajaran salah satunya tergantung dari metode pembelajaran yang dipergunakan. Penerapan metode pembelajaran tergantung dari materi, tujuan yang ingin dicapi,...
Framing the Innovation Mindset
Framing the Innovation Mindset
Aim/Purpose: To build the skills of innovation, we must first establish a framework for the belief system that surrounds effective innovation practice. In building any belief syst...

Back to Top