Javascript must be enabled to continue!
Sebaran Fosfat terhadap Konsentrasi Klorofil-a di Perairan Kota Pekalongan
View through CrossRef
Muara Kali Banger, Kota Pekalongan merupakan salah satu daerah yang menerima masukan limbah dari aktivitas manusia di kota, salah satunya limbah rumah tangga. Limbah organik hasil aktivitas manusia yang masuk ke perairan akan mengalami degradasi menjadi senyawa anorganik berupa nutrien yang akhirnya perairan menjadi subur. Salah satu hasil degradasi bahan organik adalah nutrien P (ion phosphat). Kadar fosfat di perairan dapat menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi tingkat produktivitas. Produktivitas primer perairan dapat ditentukan berdasarkan konsentrasi klorofil-a, yang merupakan pigment utama fitoplankton. Penelitian dilakukan pada bulan Juni 2022 terhadap 11 titik. Variabel penelitian yang diukur meliputi fosfat, klorofil-a, dan kualitas perairan (suhu, salinitas, pH, dan DO). Hasil analisis menunjukkan kisaran konsentrasi fosfat dan klorofil-a secara berturut-turut, yaitu 1,054 sampai 1,130 µg/l dan 1,49 sampai 3,79 µg/l. Persebaran fosfat dan klorofil-a dari konsentrasi rendah ke tinggi cenderung dari arah timur ke barat dan barat daya mengikuti pola arus. Untuk respon klorofil-a terhadap konsentrasi fosfat di perairan, didapatkan koefisien determinasi (R2) sebesar 0,24. Hal ini menunjukkan pengaruh fosfat terhadap konsentrasi klorofil-a sebesar 24%.
Institute of Research and Community Services Diponegoro University (LPPM UNDIP)
Title: Sebaran Fosfat terhadap Konsentrasi Klorofil-a di Perairan Kota Pekalongan
Description:
Muara Kali Banger, Kota Pekalongan merupakan salah satu daerah yang menerima masukan limbah dari aktivitas manusia di kota, salah satunya limbah rumah tangga.
Limbah organik hasil aktivitas manusia yang masuk ke perairan akan mengalami degradasi menjadi senyawa anorganik berupa nutrien yang akhirnya perairan menjadi subur.
Salah satu hasil degradasi bahan organik adalah nutrien P (ion phosphat).
Kadar fosfat di perairan dapat menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi tingkat produktivitas.
Produktivitas primer perairan dapat ditentukan berdasarkan konsentrasi klorofil-a, yang merupakan pigment utama fitoplankton.
Penelitian dilakukan pada bulan Juni 2022 terhadap 11 titik.
Variabel penelitian yang diukur meliputi fosfat, klorofil-a, dan kualitas perairan (suhu, salinitas, pH, dan DO).
Hasil analisis menunjukkan kisaran konsentrasi fosfat dan klorofil-a secara berturut-turut, yaitu 1,054 sampai 1,130 µg/l dan 1,49 sampai 3,79 µg/l.
Persebaran fosfat dan klorofil-a dari konsentrasi rendah ke tinggi cenderung dari arah timur ke barat dan barat daya mengikuti pola arus.
Untuk respon klorofil-a terhadap konsentrasi fosfat di perairan, didapatkan koefisien determinasi (R2) sebesar 0,24.
Hal ini menunjukkan pengaruh fosfat terhadap konsentrasi klorofil-a sebesar 24%.
Related Results
Analisis Kandungan Klorofil Daun Telang (Clitoria Ternatea L.) Dengan Metode Spektrofotometri UV-Visibel
Analisis Kandungan Klorofil Daun Telang (Clitoria Ternatea L.) Dengan Metode Spektrofotometri UV-Visibel
Klorofil merupakan pigmen berwarna hijau yang secara alami terdapat dalam tanaman dan memiliki peran penting dalam berlangsungnya proses fotosintesis. Klorofil tidak hanya berperan...
Pola Distribusi Klorofil-a di Perairan Pekalongan-Kendal
Pola Distribusi Klorofil-a di Perairan Pekalongan-Kendal
Klorofil-a merupakan faktor penting yang dapat dijadikan sebagai indikator kesuburan suatu perairan. Penentuan wilayah yang subur di perairan dapat diketahui berdasarkan konsentras...
Variabilitas Klorofil-a dan Suhu Permukaan Laut di Perairan Selat Karimata
Variabilitas Klorofil-a dan Suhu Permukaan Laut di Perairan Selat Karimata
Telah dilakukan penelitian untuk mengkaji variabilitas klorofil-a dan suhu permukaan laut (SPL) di Perairan Selat Karimata. Data yang digunakan adalah data bulanan level 3 selama 1...
KONDISI PERAIRAN SUNGAI MOROSARI DEMAK PADA LOKASI YANG BERBEDA DITINJAU DARI KANDUNGAN KLOROFIL-a, NITRAT, FOSFAT, DAN FITOPLANKTON
KONDISI PERAIRAN SUNGAI MOROSARI DEMAK PADA LOKASI YANG BERBEDA DITINJAU DARI KANDUNGAN KLOROFIL-a, NITRAT, FOSFAT, DAN FITOPLANKTON
ABSTRAK Sungai Morosari berada di Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak. Perairan ini digunakan untuk pembuangan limbah domestik maupun industri, jalur lalu lintas perahu nelayan, kawa...
PERBANDINGAN KONSENTRASI KLOROFIL-a MENGGGUNAKAN CTD DAN ANALISIS LABORATORIUM
PERBANDINGAN KONSENTRASI KLOROFIL-a MENGGGUNAKAN CTD DAN ANALISIS LABORATORIUM
Perairan Selat Bangka merupakan perairan yang subur karena diapit oleh dua daratan yaitudaratan Sumatra dan Bangka yang banyak memberikan masukan unsur hara yang cukuptinggi dari d...
VARIABILITAS KONSENTRASI KLOROFIL-a DI BAGIAN BARAT PERAIRAN ACEH, INDONESIA BERDASARKAN PERGERAKAN ANGIN MONSUN
VARIABILITAS KONSENTRASI KLOROFIL-a DI BAGIAN BARAT PERAIRAN ACEH, INDONESIA BERDASARKAN PERGERAKAN ANGIN MONSUN
Perairan Aceh bagian Barat terletak di bagian Timur Samudera Indonesia. Kawasan ini merupakan perairan yang dinamis karena merupakan bagian dari perairan Indonesia yang terletak di...
Analisis Kandungan Fosfat PO43ï€ Dalam Air Sungai Secara Spektrofotometri Dengan Metode Biru-Molibdat
Analisis Kandungan Fosfat PO43ï€ Dalam Air Sungai Secara Spektrofotometri Dengan Metode Biru-Molibdat
Fosfat terdapat dalam air alam atau air limbah sebagai senyawa ortofosfat, polifosfat dan fosfat organis. Keberadaan senyawa fosfat dalam air sangat berpengaruh terhadap keseimbang...
Asam Posfat (H3PO4): Ionic Transformation of Phosphoric Acid in Aqueous Solution
Asam Posfat (H3PO4): Ionic Transformation of Phosphoric Acid in Aqueous Solution
Asam fosfat merupakan merupakan asam mineral anorganik yang memiliki rumus kimia H3PO4. Asam fosfat juga dikenal pula sebagai asam ortofosfat atau asam fosfat(V). Asam fosfat berwu...

