Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Inisiasi Bibit Andaliman (Zanthoxylum acanthopodium DC.) melalui Teknik Kultur In vitro

View through CrossRef
Abstract— Andaliman (Zanthoxylum acanthopodium DC.) is one of the Indonesian spices that is not easy to be cultivated outside its natural habitat because it requires lower temperatures for its growth. This research aimed to determine the culture technique of andaliman plants using in vitro tissue culture techniques to solve the difficulties of plant cultivation outside its natural habitat. The explants used are seeds and nodal segments. Using seeds, methods were divided into seeds collection and sterilization and initiation. Methods using nodal segments explants were divided into sample collection, nodal sterilization, initiation, and shoot multiplication. Seed sterilization using 60 °C water which was replaced every six hours had lower contamination rate compared to other methods. Unfortunately, seeds germination and dormancy breaking were not exhibited in this research. Nodal segment sterilization using 0,1% (b/v) mercury chloride (HgCl2) exposed for seven minutes and addition of 100 IU mL-1 nystatin showed fewer contaminations. Multiplication using Murashige-Skoog (MS) media with addition of 1 ppm NAA and 5 ppm BAP (MSN1B5) produced nine shoots and produced callus. Overall, both explant sterilizations were successful, but it was recommended to use nodal segments as the explant due to success in producing andaliman plantlet in vitro.  Keywords: andaliman, HgCl2, nystatin, plant tissue culture, woody plant medium   Abstrak— Andaliman (Zanthoxylum acanthopodium DC.) adalah salah satu rempah Indonesia yang sulit untuk dibudidayakan di luar habitat aslinya karena membutuhkan suhu rendah untuk pertumbuhannya. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan teknik perbanyakan tanaman andaliman menggunakan teknik kultur jaringan secara in vitro dengan memperhatikan beberapa faktor seperti larutan sterilisasi yang digunakan dan zat pengatur tumbuh (ZPT) yang diberikan. Eksplan yang digunakan adalah biji dan nodus. Metode penelitian dengan eksplan biji meliputi koleksi buah, germinasi, dan inisiasi eksplan. Metode penelitian dengan eksplan nodus dibagi menjadi koleksi bibit, inisiasi nodus, dan multiplikasi nodus. Sterilisasi permukaan biji menggunakan air hangat bersuhu 60 °C yang diganti setiap enam jam memiliki tingkat kontaminasi yang paling rendah dibandingkan dengan metode lainnya, tetapi germinasi dan pemecahan dormansi tidak terjadi pada penelitian ini. Sterilisasi permukaan nodus menggunakan larutan merkuri klorida (HgCl2) 0,1% (b/v) dengan durasi perendaman selama tujuh menit dan 100 IU mL-1 nistatin pada media menunjukkan tingkat kontaminasi yang lebih rendah. Multiplikasi menggunakan media Murashige-Skoog dengan penambahan 1 ppm NAA dan 5 ppm BAP (MSN1B5) menghasilkan organ tunas dalam jumlah yang paling banyak yaitu sebanyak sembilan tunas dan terbentuk kalus. Secara keseluruhan, sterilisasi kedua eksplan berhasil dilakukan, tetapi lebih disarankan menggunakan eksplan nodus karena dapat menghasilkan tunas andaliman secara in vitro. Kata kunci: andaliman, HgCl2, kultur Jaringan tanaman, nistatin, woody plant medium  
Title: Inisiasi Bibit Andaliman (Zanthoxylum acanthopodium DC.) melalui Teknik Kultur In vitro
Description:
Abstract— Andaliman (Zanthoxylum acanthopodium DC.
) is one of the Indonesian spices that is not easy to be cultivated outside its natural habitat because it requires lower temperatures for its growth.
This research aimed to determine the culture technique of andaliman plants using in vitro tissue culture techniques to solve the difficulties of plant cultivation outside its natural habitat.
The explants used are seeds and nodal segments.
Using seeds, methods were divided into seeds collection and sterilization and initiation.
Methods using nodal segments explants were divided into sample collection, nodal sterilization, initiation, and shoot multiplication.
Seed sterilization using 60 °C water which was replaced every six hours had lower contamination rate compared to other methods.
Unfortunately, seeds germination and dormancy breaking were not exhibited in this research.
Nodal segment sterilization using 0,1% (b/v) mercury chloride (HgCl2) exposed for seven minutes and addition of 100 IU mL-1 nystatin showed fewer contaminations.
Multiplication using Murashige-Skoog (MS) media with addition of 1 ppm NAA and 5 ppm BAP (MSN1B5) produced nine shoots and produced callus.
Overall, both explant sterilizations were successful, but it was recommended to use nodal segments as the explant due to success in producing andaliman plantlet in vitro.
  Keywords: andaliman, HgCl2, nystatin, plant tissue culture, woody plant medium   Abstrak— Andaliman (Zanthoxylum acanthopodium DC.
) adalah salah satu rempah Indonesia yang sulit untuk dibudidayakan di luar habitat aslinya karena membutuhkan suhu rendah untuk pertumbuhannya.
Penelitian ini bertujuan untuk menentukan teknik perbanyakan tanaman andaliman menggunakan teknik kultur jaringan secara in vitro dengan memperhatikan beberapa faktor seperti larutan sterilisasi yang digunakan dan zat pengatur tumbuh (ZPT) yang diberikan.
Eksplan yang digunakan adalah biji dan nodus.
Metode penelitian dengan eksplan biji meliputi koleksi buah, germinasi, dan inisiasi eksplan.
Metode penelitian dengan eksplan nodus dibagi menjadi koleksi bibit, inisiasi nodus, dan multiplikasi nodus.
Sterilisasi permukaan biji menggunakan air hangat bersuhu 60 °C yang diganti setiap enam jam memiliki tingkat kontaminasi yang paling rendah dibandingkan dengan metode lainnya, tetapi germinasi dan pemecahan dormansi tidak terjadi pada penelitian ini.
Sterilisasi permukaan nodus menggunakan larutan merkuri klorida (HgCl2) 0,1% (b/v) dengan durasi perendaman selama tujuh menit dan 100 IU mL-1 nistatin pada media menunjukkan tingkat kontaminasi yang lebih rendah.
Multiplikasi menggunakan media Murashige-Skoog dengan penambahan 1 ppm NAA dan 5 ppm BAP (MSN1B5) menghasilkan organ tunas dalam jumlah yang paling banyak yaitu sebanyak sembilan tunas dan terbentuk kalus.
Secara keseluruhan, sterilisasi kedua eksplan berhasil dilakukan, tetapi lebih disarankan menggunakan eksplan nodus karena dapat menghasilkan tunas andaliman secara in vitro.
Kata kunci: andaliman, HgCl2, kultur Jaringan tanaman, nistatin, woody plant medium  .

Related Results

IDENTIFICATIONTEST OF ANDALIMAN METHANOL EXTRACT STEROID COMPOUNDS (ZANTHOXYLUM ACANTHOPODIUM DC) BY THIN LAYER CHROMATOGRAPHY
IDENTIFICATIONTEST OF ANDALIMAN METHANOL EXTRACT STEROID COMPOUNDS (ZANTHOXYLUM ACANTHOPODIUM DC) BY THIN LAYER CHROMATOGRAPHY
Andaliman is one of the many spice plants native to North Sumatra and is known to have many benefits as a pain reliever, anti-inflammatory, cough medicine, rheumatism, and back pai...
Uji Efek Analgesik Ekstrak Buah Andaliman (Zanthoxylum Acanthopodium) Terhadap Nyeri Pada Mencit (Mus Musculus) Yang Diinduksi Asam Asetat
Uji Efek Analgesik Ekstrak Buah Andaliman (Zanthoxylum Acanthopodium) Terhadap Nyeri Pada Mencit (Mus Musculus) Yang Diinduksi Asam Asetat
Pain is an unpleasant sensory and emotional experience which is the result of stimulus by damaged tissue or chemical mediators which can be experienced by range of intensity, quali...
Analisis Mikrobiologi Dengke Naniura Ikan Mas (Cyprinus carpio L) Terhadap Pengaruh Konsentrasi Andaliman (Zanthoxylum acanthopodium DC)
Analisis Mikrobiologi Dengke Naniura Ikan Mas (Cyprinus carpio L) Terhadap Pengaruh Konsentrasi Andaliman (Zanthoxylum acanthopodium DC)
Dengke naniura is a traditional fermented food made from carp which is often consumed in the traditional ceremonies of the Batak people. This study aims to determine the effect of ...
ANALISIS PERBEDAAN PEMBUATAN MINUMAN SIRUP ANDALIMAN (ZANTHOXYLUM ACANTHODIUM DC) DENGAN PERBEDAAN PENGGUNAAN JENIS JAHE DAN JENIS GULA
ANALISIS PERBEDAAN PEMBUATAN MINUMAN SIRUP ANDALIMAN (ZANTHOXYLUM ACANTHODIUM DC) DENGAN PERBEDAAN PENGGUNAAN JENIS JAHE DAN JENIS GULA
Diabetes melitus merupakan salah satu penyakit metabolik yang ditandai oleh peningkatan kadar glukosa darah. Upaya pencegahan penyakit ini dapat dilakukan melalui produk inovasi pa...
KUALITAS MORFOLOGIS BIBIT SENGON (Paraserianthes falcataria L) SEBAGAI BIBIT SIAP TANAM DI PERSEMAIAN BPDASHL SIANTAN KALIMANTAN BARAT
KUALITAS MORFOLOGIS BIBIT SENGON (Paraserianthes falcataria L) SEBAGAI BIBIT SIAP TANAM DI PERSEMAIAN BPDASHL SIANTAN KALIMANTAN BARAT
Sengon (Paraserianthes falcataria L) is a plant planted by the West Kalimantan BPDASHL to provide seedlings for the land rehabilitation and state forests and the community.This stu...
Intensitas Serangan Hama pada Anakan Tanaman Hutan di Persemaian Permanen Tumbang Nusa Kalimantan Tengah
Intensitas Serangan Hama pada Anakan Tanaman Hutan di Persemaian Permanen Tumbang Nusa Kalimantan Tengah
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis, frekuensi, dan intensitas serangan hama pada bibit di Kebun Bibit Permanen, Tumbang Nusa, Kalimantan Tengah. Kebun bibit mema...

Back to Top