Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Review Artikel : Aktivitas Antimikroba Genus Ipomoea

View through CrossRef
Banyaknya kasus resistensi obat antimikroba mendorong para peneliti untuk mencari dan menemukan senyawa lainnya yang berpotensi dapat diformulasikan menjadi obat antimikroba. Diketahui ekstrak dari beberapa spesies tumbuhan genus Ipomoea menunjukan adanya aktivitas antimikroba. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui macam-macam kandungan senyawa metabolit sekunder pada genus Ipomoea yang berfungsi sebagai antimikroba serta mengetahui mekanisme aktivitas antimikrobanya. Pencarian literatur menggunakan database Science Direct dan PubMed dengan kata kunci “Antimicrobial” AND “Activity” AND “Ipomoea”. Data menunjukan bahwa senyawa metabolit sekunder pada genus Ipomoea yang berfungsi sebagai antimikroba yaitu linalool, β-pinene, kumarin, asam p-hidroksibenzoat, serta alkaloid. Genus Ipomoea yang terbukti dapat dijadikan sebagai agen antimikroba yaitu spesies I. pes-caprae, I. procumbens Mart. & Choisy, I. tuba, I. alba, I. bolusiana Schinz, dan I. batatas L. Sedangkan I. carnea Jacq. dan I. crossipes menunjukan hasil yang negatif. Ekstrak herba Ipomoea batatas L. menunjukan aktivitas antimikroba paling kuat terhadap bakteri gram positif maupun bakteri gram negatif berdasarkan metode uji difusi maupun dilusi.
Institute of Research and Community Services Diponegoro University (LPPM UNDIP)
Title: Review Artikel : Aktivitas Antimikroba Genus Ipomoea
Description:
Banyaknya kasus resistensi obat antimikroba mendorong para peneliti untuk mencari dan menemukan senyawa lainnya yang berpotensi dapat diformulasikan menjadi obat antimikroba.
Diketahui ekstrak dari beberapa spesies tumbuhan genus Ipomoea menunjukan adanya aktivitas antimikroba.
Artikel ini bertujuan untuk mengetahui macam-macam kandungan senyawa metabolit sekunder pada genus Ipomoea yang berfungsi sebagai antimikroba serta mengetahui mekanisme aktivitas antimikrobanya.
Pencarian literatur menggunakan database Science Direct dan PubMed dengan kata kunci “Antimicrobial” AND “Activity” AND “Ipomoea”.
Data menunjukan bahwa senyawa metabolit sekunder pada genus Ipomoea yang berfungsi sebagai antimikroba yaitu linalool, β-pinene, kumarin, asam p-hidroksibenzoat, serta alkaloid.
Genus Ipomoea yang terbukti dapat dijadikan sebagai agen antimikroba yaitu spesies I.
pes-caprae, I.
procumbens Mart.
& Choisy, I.
tuba, I.
alba, I.
bolusiana Schinz, dan I.
batatas L.
Sedangkan I.
carnea Jacq.
dan I.
crossipes menunjukan hasil yang negatif.
Ekstrak herba Ipomoea batatas L.
menunjukan aktivitas antimikroba paling kuat terhadap bakteri gram positif maupun bakteri gram negatif berdasarkan metode uji difusi maupun dilusi.

Related Results

Faktor yang Mempengaruhi Perilaku dan Persepsi Dokter Hewan Bali Terhadap Penggunaan Antimikroba dan Resistensi Antimikroba
Faktor yang Mempengaruhi Perilaku dan Persepsi Dokter Hewan Bali Terhadap Penggunaan Antimikroba dan Resistensi Antimikroba
Resistensi antimikroba (AMR) adalah kemampuan bakteri untuk menahan efek obat, sehingga bakteri tidak mati setelah pemberian antimikroba dan fungsi obat tersebut tidak berkerja sam...
A systematic comparison of eight new plastome sequences from Ipomoea L
A systematic comparison of eight new plastome sequences from Ipomoea L
Background Ipomoea is the largest genus in the family Convolvulaceae. The species in this genus have been widely us...
Investigation of Proapoptotic Potential of Ipomoea carnea Leaf Extract on Breast Cancer Cell Line
Investigation of Proapoptotic Potential of Ipomoea carnea Leaf Extract on Breast Cancer Cell Line
Cancer remains to be a major global healthcare burden as 18.1 million new cases and 96 million death occurred 2018 on the basis of report from the international agency for research...
Review: Studi Kandungan Fitokimia dan Aktivitas Antimikroba Kecombrang (Etlingera elatior)
Review: Studi Kandungan Fitokimia dan Aktivitas Antimikroba Kecombrang (Etlingera elatior)
Kecombrang (Etlingera elatior) merupakan tanaman yang telah banyak digunakan untuk pangan dan pengobatan tradisional. Tanaman ini termasuk ke dalam famili zingiberaceae yang diketa...
Review: Studi Kandungan Fitokimia dan Aktivitas Antimikroba Alpukat (Persea americana Mill)
Review: Studi Kandungan Fitokimia dan Aktivitas Antimikroba Alpukat (Persea americana Mill)
Alpukat dengan nama spesies Persea americana Mill termasuk ke dalam family Lauraceae. Alpukat diketahui mampu berperan aktif sebagai agen antimikroba. Narrative review ini merupaka...
Growth and Development of Ipomoea Weeds
Growth and Development of Ipomoea Weeds
ABSTRACT: Weeds reduce the productive potential of crops. Plants of the Ipomoea genus, besides competing for water, light, space and nutrients, create problems in crop harvests due...
Review: Studi Kandungan Fitokimia dan Aktivitas Antimikroba Daun Buas Buas (Premna cordifolia)
Review: Studi Kandungan Fitokimia dan Aktivitas Antimikroba Daun Buas Buas (Premna cordifolia)
Tumbuhan buas buas (Premna cordifolia L.) yang termasuk ke dalam famili Lamiaceae dilaporkan aktif sebagai agen antimikroba. Narrative review ini bertujuan untuk mengkaji penelitia...

Back to Top