Javascript must be enabled to continue!
Gambaran Kondisi Kesehatan Organ Hati Para Petani Pengguna Pestisida di Desa Tulis, Kabupaten Batang
View through CrossRef
Organ hati merupakan organ utama yang rentan terhadap paparan pestisida. Paparan pestisida terjadi karena adanya kontak antara pestisida dengan petani yang menggunakan pestisida. Paparan pestisida dalam jangka waktu yang lama dapat menyebabkan terakumulasinya pestisida di dalam hati yang tidak bisa diuraikan atau dieksresikan sehingga munculnya gejala-gelaja klinis diantaranya mual, pusing, sakit kepala, gelisah, hipersaliva, iritasi saluran napas dan kulit, lemah otot, kelelahan, serta nyeri perut. Akumulasi pestisida dalam hati dapat memicu meningkatnya jumlah radikal bebas sehingga menyebabkan gangguan fungsi hati. Petani di Desa Tulis, Kabupaten Batang selalu menggunakan beberapa jenis pestisida untuk meningkatkan hasil pertanian. Gejala-gejala klinis yang dirasakan secara umum menunjukkan adanya keracunan pestisida. Oleh karena itu perlu dilakukan pemeriksaan kadar SGPT. Penelitian adalah penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel diambil secara accidental sampling berjumlah 15 orang dan sesuai kriteria inklusi. Data berasal dari wawancara dan pengukuran kadar SGPT dalam darah dengan metode kinetik enzimatik. Hasil penelitian menunjukkan, 12 petani memiliki kadar SGPT dalam batas normal dan sisanya dalam kadar yang meningkat. Hasil tersebut menunjukkan bahwa 3 petani tersebut memiliki gangguan fungsi hati yang disebabkan oleh pestisida. Petani tersebut memiliki usia lebih dari 50 tahun dan telah menjadi petani selama lebih dari 30 tahun
Title: Gambaran Kondisi Kesehatan Organ Hati Para Petani Pengguna Pestisida di Desa Tulis, Kabupaten Batang
Description:
Organ hati merupakan organ utama yang rentan terhadap paparan pestisida.
Paparan pestisida terjadi karena adanya kontak antara pestisida dengan petani yang menggunakan pestisida.
Paparan pestisida dalam jangka waktu yang lama dapat menyebabkan terakumulasinya pestisida di dalam hati yang tidak bisa diuraikan atau dieksresikan sehingga munculnya gejala-gelaja klinis diantaranya mual, pusing, sakit kepala, gelisah, hipersaliva, iritasi saluran napas dan kulit, lemah otot, kelelahan, serta nyeri perut.
Akumulasi pestisida dalam hati dapat memicu meningkatnya jumlah radikal bebas sehingga menyebabkan gangguan fungsi hati.
Petani di Desa Tulis, Kabupaten Batang selalu menggunakan beberapa jenis pestisida untuk meningkatkan hasil pertanian.
Gejala-gejala klinis yang dirasakan secara umum menunjukkan adanya keracunan pestisida.
Oleh karena itu perlu dilakukan pemeriksaan kadar SGPT.
Penelitian adalah penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional.
Sampel diambil secara accidental sampling berjumlah 15 orang dan sesuai kriteria inklusi.
Data berasal dari wawancara dan pengukuran kadar SGPT dalam darah dengan metode kinetik enzimatik.
Hasil penelitian menunjukkan, 12 petani memiliki kadar SGPT dalam batas normal dan sisanya dalam kadar yang meningkat.
Hasil tersebut menunjukkan bahwa 3 petani tersebut memiliki gangguan fungsi hati yang disebabkan oleh pestisida.
Petani tersebut memiliki usia lebih dari 50 tahun dan telah menjadi petani selama lebih dari 30 tahun.
Related Results
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Tingkat Pengetahuan Petani tentang Pestisida Anorganik Pada Tanaman Padi Unggul di Desa Penggalaman Kecamatan Martapura Barat Kabupaten Banjar
Tingkat Pengetahuan Petani tentang Pestisida Anorganik Pada Tanaman Padi Unggul di Desa Penggalaman Kecamatan Martapura Barat Kabupaten Banjar
Abstrak. Rendahnya tingkat pengetahuan petani terhadap pengurangan penggunaan pestisida kemungkinan disebabkan oleh kurang memadainya pengetahuan petani terhadap dampak negatif pen...
PELATIHAN PEMBUATAN PESTISIDAN NABATI
PELATIHAN PEMBUATAN PESTISIDAN NABATI
Desa Tambale merupakan salah satu desa di Kecamatan Mamosalato yang mayoritas masyarakatnya bermata pencaharian sebagai petani. Selama ini dalam melakukan budidaya tanaman perkebun...
GAMBARAN KADAR UREUM DAN KREATININ PADA PETANI YANG MENGGUNAKAN PESTISIDA DI DESA LOA JANAN ULU
GAMBARAN KADAR UREUM DAN KREATININ PADA PETANI YANG MENGGUNAKAN PESTISIDA DI DESA LOA JANAN ULU
Abstrak: Gambaran Kadar Ureum dam Kreatinin pada Petani yang Menggunakan Pestisida di Desa Loa Janan Ulu. Di Desa Loa Janan ini, para petani sudah bekerja selama bertahun-tahun dan...
Hubungan Paparan Pestisida Berdasarkan Lama, Frekuensi dan Waktu Penyemprotan Pestisida Terhadap Tekanan Darah pada Petani di Desa Sumowono Kecamatan Sumowono Kabupaten Semarang
Hubungan Paparan Pestisida Berdasarkan Lama, Frekuensi dan Waktu Penyemprotan Pestisida Terhadap Tekanan Darah pada Petani di Desa Sumowono Kecamatan Sumowono Kabupaten Semarang
Sumowono is a sub-district in Semarang Regency, Central Java, Indonesia. This sub-district is approximately 24 km from the capital city of Semarang Regency. Sumowono District is wi...
IbM Gerakan Masyarakat Petani Atasi Racun (GEMPAR) di Kabanjahe Kabupaten Karo
IbM Gerakan Masyarakat Petani Atasi Racun (GEMPAR) di Kabanjahe Kabupaten Karo
Keracunan pestisida merupakan suatu kejadian yang perlu diperhatikan khususnya bagi petani yang menggunakan pestisida. Fenomena keracunan umumnya disebabkan karena perilaku penggun...
PEMBERDAYAAN PETANI DALAM PEMBUATAN PESTISIDA ORGANIK BERBAHAN DASAR URINE KAMBING
PEMBERDAYAAN PETANI DALAM PEMBUATAN PESTISIDA ORGANIK BERBAHAN DASAR URINE KAMBING
Desa Palangka memiliki potensi dibidang pertanian terkhususnya usaha tani porang dan merica yang cukup menjanjikan untuk dikembangkan terlihat dari sumber daya alam yang memadai da...
PEMAKAIAN PESTISIDA KIMIA TERHADAP KADAR ENZIM CHOLINESTERASE DAN RESIDU PESTISIDA DALAM TANAH
PEMAKAIAN PESTISIDA KIMIA TERHADAP KADAR ENZIM CHOLINESTERASE DAN RESIDU PESTISIDA DALAM TANAH
Dewasa ini jumlah pestisida terdaftar semakin meningkat, di Indonesia tahun jumlah pestisida terdaftar sejumlah 1082 nama dagang menjadi lebih dari 1500 nama dagang tahun 2006. Hal...

