Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Hubungan Intake Zat Besi Terhadap Kejadian Anemia Remaja Putri di Sekolah Menengah (SMP dan SMA) Alam Lampung

View through CrossRef
Kasus anemia di Indonesia sebagian besar terjadi dikarenakan kurangnya zat besi sebagai konsekuensi atas kurangnya asupan makanan sumber zat besi khususnya sumber pangan hewani (besi heme). Penelitian ini secara bertujuan untuk mengetahui hubungan intake zat besi terhadap kejadian anemia remaja putri di Sekolah Menengah Alam Lampung.Penelitian ini adalah penelitian analitik observasional dengan metode cross sectional. Data dikumpulkan dengan cara wawancara food recall 24 jam kepada responden dan pemeriksaan kadar hemoglobin untuk menentukan status anemia oleh peneliti. Teknik pengambilan sampel diambil secara total sampling sejumlah 21 responden. Pengolahan dan analisis data dilakukan secara analitik menggunakan chi square. Hasil penelitian didapatkan kadar hemoglobin remaja putri memiliki nilai terendah 11,0 mg/dl, tertinggi 14,9 mg/dL, dengan rerata 12,9 mg/dL serta status anemia yaitu sebanyak 28,6%mengalami anemia dan sebanyak 71,4% tidak mengalami anemia. Intake zat besi remaja putri terendah yaitu 2,8mg/ hari, tertinggi yaitu 23,4mg/ hari, dengan rerata 13,5mg/ hari serta sebanyak 57,1% tidak memiliki intake zat besi yang cukup dan sebanyak 42,9% memiliki intake zat besi yang cukup. Tidak terdapat hubungan yang signifikan secara statistik mengenai intake zat besi terhadap kejadian anemia remaja putri di Sekolah Menengah Alam Lampung dengan p-value 0,125. Kata kunci: anemia, intake zat besi, remaja putri.
Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Lampung
Title: Hubungan Intake Zat Besi Terhadap Kejadian Anemia Remaja Putri di Sekolah Menengah (SMP dan SMA) Alam Lampung
Description:
Kasus anemia di Indonesia sebagian besar terjadi dikarenakan kurangnya zat besi sebagai konsekuensi atas kurangnya asupan makanan sumber zat besi khususnya sumber pangan hewani (besi heme).
Penelitian ini secara bertujuan untuk mengetahui hubungan intake zat besi terhadap kejadian anemia remaja putri di Sekolah Menengah Alam Lampung.
Penelitian ini adalah penelitian analitik observasional dengan metode cross sectional.
Data dikumpulkan dengan cara wawancara food recall 24 jam kepada responden dan pemeriksaan kadar hemoglobin untuk menentukan status anemia oleh peneliti.
Teknik pengambilan sampel diambil secara total sampling sejumlah 21 responden.
Pengolahan dan analisis data dilakukan secara analitik menggunakan chi square.
Hasil penelitian didapatkan kadar hemoglobin remaja putri memiliki nilai terendah 11,0 mg/dl, tertinggi 14,9 mg/dL, dengan rerata 12,9 mg/dL serta status anemia yaitu sebanyak 28,6%mengalami anemia dan sebanyak 71,4% tidak mengalami anemia.
Intake zat besi remaja putri terendah yaitu 2,8mg/ hari, tertinggi yaitu 23,4mg/ hari, dengan rerata 13,5mg/ hari serta sebanyak 57,1% tidak memiliki intake zat besi yang cukup dan sebanyak 42,9% memiliki intake zat besi yang cukup.
Tidak terdapat hubungan yang signifikan secara statistik mengenai intake zat besi terhadap kejadian anemia remaja putri di Sekolah Menengah Alam Lampung dengan p-value 0,125.
Kata kunci: anemia, intake zat besi, remaja putri.

Related Results

Hubungan Konsumsi Zat Besi, Protein, Vitamin C dengan Kejadian Anemia Remaja Putri Kabupaten Majene
Hubungan Konsumsi Zat Besi, Protein, Vitamin C dengan Kejadian Anemia Remaja Putri Kabupaten Majene
Anemia merupakan kelainan gizi yang paling sering ditemukan di dunia dan menjadi masalah kesehatan masyarakat yang bersifat epidemik. Salah satu golongan yang rawan terkena anemia ...
HUBUNGAN KONSUMSI TABLET TAMBAH DARAH DAN BAHAN MAKANAN SUMBER ZAT BESI DENGAN KADAR HEMOGLOBIN PADA REMAJA PUTRI KELAS X DI SMA MUSLIMIN
HUBUNGAN KONSUMSI TABLET TAMBAH DARAH DAN BAHAN MAKANAN SUMBER ZAT BESI DENGAN KADAR HEMOGLOBIN PADA REMAJA PUTRI KELAS X DI SMA MUSLIMIN
Anemia terjadi ketika kadar hemoglobin (Hb) dalam sel darah merah lebih rendah dari normal. Kekurangan oksigen dalam jaringan otak dan otot menyebabkan gejala anemia, seperti lemah...
FAKTOR- FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN ANEMIA PADA IBU HAMIL
FAKTOR- FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN ANEMIA PADA IBU HAMIL
Introduction: Anemia is a problem in pregnancy because in pregnancy need for nutrients increases and changes in the blood and bone marrow occur. According to WHO, 40% of mortality ...
Penyuluhan pengetahuan tentang pencegahan anemia pada remaja putri
Penyuluhan pengetahuan tentang pencegahan anemia pada remaja putri
Background: Adolescence is when physically and psychologically they are still growing and developing. Physical activity and nutritional intake are supporting factors in creating a ...
Aktivitas fisik dan konsumsi zat tanin dengan kejadian anemia pada remaja putri
Aktivitas fisik dan konsumsi zat tanin dengan kejadian anemia pada remaja putri
Background: Anemia is a global health problem affecting more than a third of the world's population, particularly adolescent girls who are vulnerable due to increased iron requirem...
Keseimbangan Nutrisi dan Anemia Defisiensi Besi
Keseimbangan Nutrisi dan Anemia Defisiensi Besi
Anemia defisiensi besi merupakan anemia yang paling umum diderita oleh masyarakat di dunia terutama pada kelompok rentan seperti balita, anak-anak, ibu hamil dan menyusui, dan wani...

Back to Top