Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

RESILIENSI REMAJA KORBAN PERCERAIAN ORANG TUA

View through CrossRef
ABSTRACTParental divorce has an impact on the development of children's resilience abilities. Resilience skills are important for teenagers to have because it help them to rise up and make important efforts to solve problems whenever they experience adversity. This study aims to determine the impact of parental divorce and how the resilience of adolescent victims. This research use qualitative methods with a case study approach to describe how the resilience of adolescent victims towards parental divorce. The research data collection techniques are by observation, interview and documentation. this research uses Reivech and Shatte's resilience theory, namely: such as emotional regulation, impulse control, optimism, analysis of the causes, empathy, self-efficacy and finding solutions. The results of the study show that each individual has an impact of parental divorce, and has different resilience abilities from each aspect.Keywords: Resilience, Divorce Victims, Adolescent ABSTRAKPerceraian orang tua memberikan dampak terhadap perkembangan kemampuan resiliensi anak. Kemampuan resiliensi penting dimiliki oleh remaja karena saat mereka mengalami keterpurukan dapat bangkit dan melakukan upaya yang penting dalam menyelesaikan masalah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak perceraian orang tua dan bagaimana resiliensi remaja korban perceraian orang tua. Metode penelitian ini adalah menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus untuk menggambarkan bagaimana resiliensi remaja korban perceraian orang tua. Metode pengambilan data penelitian adalah dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. dalam penelitian ini menggunakan teori resiliensi Reivech and Shatte, yaitu: regulasi emosi, pengendalian impuls, optimisme, analisis penyebab masalah, empati, efikasi diri dan menemukan jalan keluar. Hasil penelitian bahwa setiap individu terdapat dampak dari perceraian orang tua, dan memiliki kemampuan resiliensi yang berbeda dari tiap aspeknya.Kata Kunci: Resiliensi, Korban Perceraian, Remaja
Title: RESILIENSI REMAJA KORBAN PERCERAIAN ORANG TUA
Description:
ABSTRACTParental divorce has an impact on the development of children's resilience abilities.
Resilience skills are important for teenagers to have because it help them to rise up and make important efforts to solve problems whenever they experience adversity.
This study aims to determine the impact of parental divorce and how the resilience of adolescent victims.
This research use qualitative methods with a case study approach to describe how the resilience of adolescent victims towards parental divorce.
The research data collection techniques are by observation, interview and documentation.
this research uses Reivech and Shatte's resilience theory, namely: such as emotional regulation, impulse control, optimism, analysis of the causes, empathy, self-efficacy and finding solutions.
The results of the study show that each individual has an impact of parental divorce, and has different resilience abilities from each aspect.
Keywords: Resilience, Divorce Victims, Adolescent ABSTRAKPerceraian orang tua memberikan dampak terhadap perkembangan kemampuan resiliensi anak.
Kemampuan resiliensi penting dimiliki oleh remaja karena saat mereka mengalami keterpurukan dapat bangkit dan melakukan upaya yang penting dalam menyelesaikan masalah.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak perceraian orang tua dan bagaimana resiliensi remaja korban perceraian orang tua.
Metode penelitian ini adalah menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus untuk menggambarkan bagaimana resiliensi remaja korban perceraian orang tua.
Metode pengambilan data penelitian adalah dengan observasi, wawancara dan dokumentasi.
dalam penelitian ini menggunakan teori resiliensi Reivech and Shatte, yaitu: regulasi emosi, pengendalian impuls, optimisme, analisis penyebab masalah, empati, efikasi diri dan menemukan jalan keluar.
Hasil penelitian bahwa setiap individu terdapat dampak dari perceraian orang tua, dan memiliki kemampuan resiliensi yang berbeda dari tiap aspeknya.
Kata Kunci: Resiliensi, Korban Perceraian, Remaja.

Related Results

Pemenuhan Hak-hak Anak Pasca Perceraian Orang Tua di Kecamatan Cikembar
Pemenuhan Hak-hak Anak Pasca Perceraian Orang Tua di Kecamatan Cikembar
Perceraian di Kecamatan Cikembar kerapkali menimbulkan ekses-ekses masalah pemenuhan hak-hak anak pasca perceraian orang tua. Banyak hambatan utama yang menjadi penyebab terbengkal...
KECEMASAN SAAT PANDEMI COVID 19: LITERATUR REVIEW Hardiyati, Efri Widianti, Taty Hernawaty Departemen Keperawatan Jiwa Poltekkes Kemenkes Mamuju Sulbar, Universitas Pad...
Resiliensi Anak Korban Perceraian Orang Tua
Resiliensi Anak Korban Perceraian Orang Tua
Di Indonesia kasus perceraian masih tergolong tinggi. tingginya kasus perceraian ini akan memberikan dampak negatif bagi perkembangan psikologis anak. Tujuan dari penelitian ini un...
GAMBARAN KOMPETENSI INTERPERSONAL REMAJA DARI ORANG TUA YANG MENGALAMI PERCERAIAN
GAMBARAN KOMPETENSI INTERPERSONAL REMAJA DARI ORANG TUA YANG MENGALAMI PERCERAIAN
Kasus perceraian tidak memberikan dampak pada pihak yang bercerai saja, namun juga bagi anak-anak mereka. Peristiwa perceraian orang tua pasti memberikan dampak bagi remaja yang be...
Dampak Perceraian Orang Tua Terhadap Pendidikan Agama Anak
Dampak Perceraian Orang Tua Terhadap Pendidikan Agama Anak
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak perceraian orang tua terhadap pendidikan agama anak dalam keluarga di Kelurahan Wawombalata Kecamatan Mandonga Kota Kendar...
Pappaseng Tellu Riala Sappo: Resiliensi Remaja Penyintas Bunuh Diri Di Kota Daeng Dalam Perspektif Teori Grotberg
Pappaseng Tellu Riala Sappo: Resiliensi Remaja Penyintas Bunuh Diri Di Kota Daeng Dalam Perspektif Teori Grotberg
Abstrak: Remaja penyintas bunuh diri merupakan remaja yang pernah berniat dan mencoba bunuh diri namun berhasil selamat dan bisa bertahan sampai sekarang. Resiliensi merupakan kema...
HUBUNGAN RELIGIUSITAS DAN REGULASI EMOSI TERHADAP RESILIENSI PADA DEWASA AWAL KORBAN GHOSTING
HUBUNGAN RELIGIUSITAS DAN REGULASI EMOSI TERHADAP RESILIENSI PADA DEWASA AWAL KORBAN GHOSTING
The purpose of this study was to determine the relationship between religiosity and emotional regulation on resilience in early adulthood ghosting victims. This research is a quant...

Back to Top