Javascript must be enabled to continue!
Pengaruh Proses Normalizing Terhadap Kekuatan Tarik Sambungan Las pada Logam Tidak Sejenis
View through CrossRef
Pengelasan tidak sejenis atau dissimilar metals merupakan kebutuhan yang penting bagi dunia industri. Jenis pengelasan tersebut juga banyak digunakan untuk sambungan-sambungan yang mempunyai keguanaan khusus. Penelitian ini membahas mengenai penyambungan material yang tidak sejenis dengan menambahkan proses normalising, dengan tujuan untuk mendapatkan hasil sambungan pengelasan yang terbaik pada sifat materialnya. Material yang digunakan adalah baja tahan karat AISI 304 dan baja karbon A36 dilas menggunakan las Gas Metals Arc Welding (GMAW) posisi mendatar dengan pengaturan tegangan 20 volt, arus 100 Amper. dan filler yang digunakan adalah ER308 dengan variasi normalising 4000C, 5000C dan 6000C. Pengujian yang dilakukan pada penelitian ini adalah uji tarik. Setelah dilakukan 12 kali percobaan spesimen maka didapatkan hasil bahwa proses normalising pada sambungan las GMAW dengan material tidak sejenis mempunyai pengaruh yang signifikan dimana spesimen kekuatan tariknya lebih baik dibandingkan tidak mendapatkan perlakuan. Pengaruh tersebut teramati pada spesimen dengan proses normalising 6000C yang menghasilkan kekuatan tarik paling besar yaitu 500,12 Mpa dan nilai regangan tarik yaitu 15,69%. Sedangkan pada spesimen tanpa proses normalising menghasilkan kekuatan tarik sebesar 471,08 Mpa dan regangan tarik sebesar 11,99 %.
Title: Pengaruh Proses Normalizing Terhadap Kekuatan Tarik Sambungan Las pada Logam Tidak Sejenis
Description:
Pengelasan tidak sejenis atau dissimilar metals merupakan kebutuhan yang penting bagi dunia industri.
Jenis pengelasan tersebut juga banyak digunakan untuk sambungan-sambungan yang mempunyai keguanaan khusus.
Penelitian ini membahas mengenai penyambungan material yang tidak sejenis dengan menambahkan proses normalising, dengan tujuan untuk mendapatkan hasil sambungan pengelasan yang terbaik pada sifat materialnya.
Material yang digunakan adalah baja tahan karat AISI 304 dan baja karbon A36 dilas menggunakan las Gas Metals Arc Welding (GMAW) posisi mendatar dengan pengaturan tegangan 20 volt, arus 100 Amper.
dan filler yang digunakan adalah ER308 dengan variasi normalising 4000C, 5000C dan 6000C.
Pengujian yang dilakukan pada penelitian ini adalah uji tarik.
Setelah dilakukan 12 kali percobaan spesimen maka didapatkan hasil bahwa proses normalising pada sambungan las GMAW dengan material tidak sejenis mempunyai pengaruh yang signifikan dimana spesimen kekuatan tariknya lebih baik dibandingkan tidak mendapatkan perlakuan.
Pengaruh tersebut teramati pada spesimen dengan proses normalising 6000C yang menghasilkan kekuatan tarik paling besar yaitu 500,12 Mpa dan nilai regangan tarik yaitu 15,69%.
Sedangkan pada spesimen tanpa proses normalising menghasilkan kekuatan tarik sebesar 471,08 Mpa dan regangan tarik sebesar 11,99 %.
Related Results
Novedades sobre el enterramiento femenino de la Primera Edad del Hierro de Casa del Carpio (Belvís de la Jara, Toledo)
Novedades sobre el enterramiento femenino de la Primera Edad del Hierro de Casa del Carpio (Belvís de la Jara, Toledo)
Las características de la ubicación de la tumba de Casa del Carpio (Belvís de la Jara, Toledo), las circunstancias de su documentación, y lo excepcional del ajuar documentado han c...
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
This study examines the role of corporate governance in moderating the influence of green accounting disclosure, corporate social responsibility (CSR), and firm size on the financi...
Penentuan Kandungan Logam Magnetik Komponen Penyusun Abu Layang Batubara
Penentuan Kandungan Logam Magnetik Komponen Penyusun Abu Layang Batubara
Telah dilakukan penelitian penentuan kandungan logam magnetik penyusun abu layang batubara. Abu layang merupakan material berupa serbuk halus yang dihasilkan dari pembakaran batuba...
Cekaman Logam Berat Cromium Terhadap Tanaman
Cekaman Logam Berat Cromium Terhadap Tanaman
Logam berat adalah unsur logam dengan berat/ massa atom tinggi. Dalam kajian lingkungan logam dikategorikan menjadi logam berat jika memilki berat jenis lebih besar dari 5 g/ml. Se...
PENGARUH JENIS KAYU DAN SISTEM SAMBUNGAN TERHADAP DESAIN MEBEL KAYU
PENGARUH JENIS KAYU DAN SISTEM SAMBUNGAN TERHADAP DESAIN MEBEL KAYU
Produk mebel kayu merupakan salah satu komoditas strategis yang memiliki kontribusi dominan dibandingkan material mebel lain bagi ekonomi Indonesia. Pada produk mebel, sistem sambu...
KARAKTERISTIK ALUMINIUM ALLOY 6001 PENGARUH PENGELASAN GTAW
KARAKTERISTIK ALUMINIUM ALLOY 6001 PENGARUH PENGELASAN GTAW
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kekuatan tarik pada sambungan aluminium alloy 6001 melalui proses las GTAW (Gas Tungsten Arc Welding) yang banyak digunakan pada sambun...
PENGARUH PENGGUNAAN BUR HALUS PADA KEKASARAN PERMUKAAN OKLUSAL TERHADAP KEKUATAN TARIK SEMEN LUTING
PENGARUH PENGGUNAAN BUR HALUS PADA KEKASARAN PERMUKAAN OKLUSAL TERHADAP KEKUATAN TARIK SEMEN LUTING
Di satu sisi perlu kekasaran pada permukaan preparasi, akan tetapi di sisi lain penghalusan juga perlu dilakukan. Sampaisaat ini, belum ada data mengenai pengaruh penghalusan dindi...

