Javascript must be enabled to continue!
KARAKTERISTIK ALUMINIUM ALLOY 6001 PENGARUH PENGELASAN GTAW
View through CrossRef
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kekuatan tarik pada sambungan aluminium alloy 6001 melalui proses las GTAW (Gas Tungsten Arc Welding) yang banyak digunakan pada sambungan rangka kendaraan ringan, seperti Gokar. Penelitian ini memperhatikan pengaruh sifat kelenturan aluminium yang digunakan banyak kendaraa ringan, termasuk jenis aluminium, teknik persiapan permukaan, logam pengisi yang digunakan, dan parameter pengelasan. Metode eksperimental dilakukan dengan mempersiapkan sampel aluminium alloy 6001, menjalankan proses las GTAW dengan parameter menguji kekuatan tarik sambungan. Hasil penelitian ini memberikan wawasan faktor yang mempengaruhi kekuatan tarik sambungan las GTAW pada aluminium. Implikasi dari penelitian ini dapat digunakan untuk meningkatkan praktik pengelasan aluminium dan memastikan kualitas sambungan yang optimal dalam aplikasi teknik yang berbeda. Dari hasil pengujian tarik secara keseluruhan memenuhi syarat, karena sambungan las berada diatas kekuatan minimum yang disyaratkan berdasarkan ASME BPVC 2021 Section IX(1), QW 422 yaitu dengan kekuatan minimum 145 MPa
Politeknik Enjinering Indorama
Title: KARAKTERISTIK ALUMINIUM ALLOY 6001 PENGARUH PENGELASAN GTAW
Description:
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kekuatan tarik pada sambungan aluminium alloy 6001 melalui proses las GTAW (Gas Tungsten Arc Welding) yang banyak digunakan pada sambungan rangka kendaraan ringan, seperti Gokar.
Penelitian ini memperhatikan pengaruh sifat kelenturan aluminium yang digunakan banyak kendaraa ringan, termasuk jenis aluminium, teknik persiapan permukaan, logam pengisi yang digunakan, dan parameter pengelasan.
Metode eksperimental dilakukan dengan mempersiapkan sampel aluminium alloy 6001, menjalankan proses las GTAW dengan parameter menguji kekuatan tarik sambungan.
Hasil penelitian ini memberikan wawasan faktor yang mempengaruhi kekuatan tarik sambungan las GTAW pada aluminium.
Implikasi dari penelitian ini dapat digunakan untuk meningkatkan praktik pengelasan aluminium dan memastikan kualitas sambungan yang optimal dalam aplikasi teknik yang berbeda.
Dari hasil pengujian tarik secara keseluruhan memenuhi syarat, karena sambungan las berada diatas kekuatan minimum yang disyaratkan berdasarkan ASME BPVC 2021 Section IX(1), QW 422 yaitu dengan kekuatan minimum 145 MPa.
Related Results
Pengaruh Arus Listrik Spot Welding KW14-1031 Terhadap Kekuatan Geser Pada Baja St42
Pengaruh Arus Listrik Spot Welding KW14-1031 Terhadap Kekuatan Geser Pada Baja St42
Teknologi pengelasan tidak hanya digunakan untuk memproduksi tetapi berfungsi juga sebagai reparasi dari semua alat-alat yang terbuat dari logam. Pengelasan titik (spot welding) me...
Kajian Cacat Las Pada Fabrikasi Pipa Steel Penstock (Studi Kasus Pada PLTA Aceh Tengah)
Kajian Cacat Las Pada Fabrikasi Pipa Steel Penstock (Studi Kasus Pada PLTA Aceh Tengah)
Penstock pipe adalah inti dari proses pengaliran air bertekanan dari bendungan sampai ke turbin, sehingga diperlukan hasil sambungan pengelasan yang baik tanpa cacat las di daerah ...
Terapan Metode Pengelasan Dasar GMAW Gasless untuk Peningkatan Keterampilan Masyarakat Dusun Kayang Makmur, Desa Bader, Kabupaten Madiun
Terapan Metode Pengelasan Dasar GMAW Gasless untuk Peningkatan Keterampilan Masyarakat Dusun Kayang Makmur, Desa Bader, Kabupaten Madiun
Abstrak
Masyarakat Dusun Kayang Makmur sebagian besar telah menggunakan peralatan pertanian yang terbuat dari baja. Alat pertanian tersebut dibutuhkan perawatan dan perbaikan...
PENGARUH BESAR SUDUT KAMPUH TERHADAP KEKUATAN TARIK HASIL PENGELASAN GMAW
PENGARUH BESAR SUDUT KAMPUH TERHADAP KEKUATAN TARIK HASIL PENGELASAN GMAW
Hasil pengelasan yang baik merupakan tujuan utama dari proses pengelasan. Banyak terjadi hasil pengelasan yang kurang baik seperti cacat-cacat las, kekuatan yang dihasilkan kurang ...
STUDI PENGARUH PREHEAT DAN POST HEAT TERHADAP SIFAT MEKANIK ALUMINIUM 6061 DENGAN PENGELASAN TUNGSTEN INERT GAS
STUDI PENGARUH PREHEAT DAN POST HEAT TERHADAP SIFAT MEKANIK ALUMINIUM 6061 DENGAN PENGELASAN TUNGSTEN INERT GAS
Teknologi produksi dengan menggunakan bahan baku logam, teknik penyambungan logam dengan pengelasan merupakan proses pengerjaan yang memegang peranan yang sangat penting. Salah sat...
Pengujian Struktur Mikro Pada Kekuatan Tarik dan Bending pada Sambungan Las Terhadap Pengelasan Material Baja SS400
Pengujian Struktur Mikro Pada Kekuatan Tarik dan Bending pada Sambungan Las Terhadap Pengelasan Material Baja SS400
Proses pengelasan banyak digunakan untuk penyambungan pada konstruksi mesin dan konstruksi baja. Salah satu metode pengelasan yang populer saat ini adalah SMAW. Pengelasan SMAW efe...
Analisa efek thermal pengelasan FCAW terhadap Deformasi Dengan Variasi Posisi Pengelasan dan Ketebalan Plate Pada Pelat EH 36 Untuk Stool Support
Analisa efek thermal pengelasan FCAW terhadap Deformasi Dengan Variasi Posisi Pengelasan dan Ketebalan Plate Pada Pelat EH 36 Untuk Stool Support
Penelitian ini meliputii analisa efek thermal yang menganalisa pengaruh panas yang terjadi pada saat proses pengelasan FCAW pada pelat baja EH 36 yang mengakibatkan deformasi. Defo...
Perubahan Nilai Kekuatan Tarik Pada Hasil Pengelasan Friction Stir Welding Aluminium 2024 - T3 Yang Menggunakan Perlakuan Transient Thermal
Perubahan Nilai Kekuatan Tarik Pada Hasil Pengelasan Friction Stir Welding Aluminium 2024 - T3 Yang Menggunakan Perlakuan Transient Thermal
<p><em>Paduan aluminium seri 2xxx merupakan paduan Al-Cu dengan sifat mekanis yang cukup tinggi, yaitu tegangan tarik maksimum 470 MPa dan tegangan luluh 280 MPa. Padua...

