Javascript must be enabled to continue!
Metode Exhaustive CHAID untuk Klasifikasi Rumah Tangga Penerima KKS di Jawa Barat Tahun 2024
View through CrossRef
Abstract. The poverty rate in West Java in 2024 reached 7.78% or around 3.8 million people. The distribution of social assistance through the Family Welfare Card (KKS) program still suffers from inaccuracy in targeting, with a potential loss to the state of Rp523 billion per month according to the BPK. This study uses the Exhaustive CHAID method to accurately classify KKS recipient households. The data used comes from the 2024 SUSENAS survey with 13,861 respondents, divided into 11,045 training data and 2,816 testing data, involving 12 independent variables. The resulting decision tree has a depth of three levels and 10 terminal nodes. The five most significant variables are the highest level of education of the household head (KRT), the number of health insurance policies, the type of floor material, the number of household members covered, and the status of home ownership. Households with low education levels, health insurance, and semi-permanent floors tend to receive KKS. Conversely, households with high levels of education, clear ownership status, and relatively few members were more likely to be classified as not receiving KKS. Model performance evaluation shows an accuracy of 64.72% on the training data and 66.23% on the testing data. The precision, recall, and F1-score values on the testing data are 57.3%, 57.76%, and 57.53%, respectively. The Matthews Correlation Coefficient (MCC) value of 0.2950 indicates a positive correlation, although it is still low, possibly due to an unbalanced class distribution. These results suggest that Exhaustive CHAID is sufficiently effective in classifying KKS recipients and can be used to improve the accuracy of social assistance distribution.
Abstrak. Tingkat kemiskinan di Jawa Barat tahun 2024 mencapai 7,78% atau sekitar 3,8 juta jiwa. Penyaluran bantuan sosial melalui program Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) masih mengalami ketidaktepatan sasaran, dengan potensi kerugian negara sebesar Rp523 miliar per bulan menurut BPK. Penelitian ini menggunakan metode Exhaustive CHAID untuk mengklasifikasikan rumah tangga penerima KKS secara tepat. Data yang digunakan berasal dari SUSENAS 2024 dengan 13.861 responden, dibagi menjadi 11.045 data training dan 2.816 data testing, serta melibatkan 12 variabel independen. Pohon keputusan yang dihasilkan memiliki kedalaman tiga tingkat dan 10 terminal node. Lima variabel paling signifikan yaitu pendidikan terakhir kepala rumah tangga (KRT), jumlah jaminan kesehatan, bahan lantai rumah, jumlah anggota rumah tangga ditanggung, dan status kepemilikan rumah. Rumah tangga dengan pendidikan dasar, memiliki jaminan kesehatan, dan lantai semi permanen cenderung menerima KKS. Sebaliknya, rumah tangga dengan pendidikan terakhir KRT yang tinggi, status kepemilikan rumah tangga nya jelas, serta jumlah anggota rumah tangga yang relatif sedikit, lebih dominan diklasifikasikan sebagai tidak menerima KKS Evaluasi performa model menunjukkan akurasi sebesar 64,72% pada data training dan 66,23% pada data testing. Nilai precision, recall, dan F1-score pada data testing masing-masing sebesar 57,3%, 57,76%, dan 57,53%. Nilai Matthews Correlation Coefficient (MCC) sebesar 0,2950 menunjukkan adanya korelasi positif meskipun masih rendah, kemungkinan karena distribusi kelas yang tidak seimbang. Hasil ini menunjukkan bahwa Exhaustive CHAID cukup efektif dalam mengklasifikasikan penerima KKS dan dapat digunakan untuk meningkatkan ketepatan penyaluran bantuan sosial.
Universitas Islam Bandung (Unisba)
Title: Metode Exhaustive CHAID untuk Klasifikasi Rumah Tangga Penerima KKS di Jawa Barat Tahun 2024
Description:
Abstract.
The poverty rate in West Java in 2024 reached 7.
78% or around 3.
8 million people.
The distribution of social assistance through the Family Welfare Card (KKS) program still suffers from inaccuracy in targeting, with a potential loss to the state of Rp523 billion per month according to the BPK.
This study uses the Exhaustive CHAID method to accurately classify KKS recipient households.
The data used comes from the 2024 SUSENAS survey with 13,861 respondents, divided into 11,045 training data and 2,816 testing data, involving 12 independent variables.
The resulting decision tree has a depth of three levels and 10 terminal nodes.
The five most significant variables are the highest level of education of the household head (KRT), the number of health insurance policies, the type of floor material, the number of household members covered, and the status of home ownership.
Households with low education levels, health insurance, and semi-permanent floors tend to receive KKS.
Conversely, households with high levels of education, clear ownership status, and relatively few members were more likely to be classified as not receiving KKS.
Model performance evaluation shows an accuracy of 64.
72% on the training data and 66.
23% on the testing data.
The precision, recall, and F1-score values on the testing data are 57.
3%, 57.
76%, and 57.
53%, respectively.
The Matthews Correlation Coefficient (MCC) value of 0.
2950 indicates a positive correlation, although it is still low, possibly due to an unbalanced class distribution.
These results suggest that Exhaustive CHAID is sufficiently effective in classifying KKS recipients and can be used to improve the accuracy of social assistance distribution.
Abstrak.
Tingkat kemiskinan di Jawa Barat tahun 2024 mencapai 7,78% atau sekitar 3,8 juta jiwa.
Penyaluran bantuan sosial melalui program Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) masih mengalami ketidaktepatan sasaran, dengan potensi kerugian negara sebesar Rp523 miliar per bulan menurut BPK.
Penelitian ini menggunakan metode Exhaustive CHAID untuk mengklasifikasikan rumah tangga penerima KKS secara tepat.
Data yang digunakan berasal dari SUSENAS 2024 dengan 13.
861 responden, dibagi menjadi 11.
045 data training dan 2.
816 data testing, serta melibatkan 12 variabel independen.
Pohon keputusan yang dihasilkan memiliki kedalaman tiga tingkat dan 10 terminal node.
Lima variabel paling signifikan yaitu pendidikan terakhir kepala rumah tangga (KRT), jumlah jaminan kesehatan, bahan lantai rumah, jumlah anggota rumah tangga ditanggung, dan status kepemilikan rumah.
Rumah tangga dengan pendidikan dasar, memiliki jaminan kesehatan, dan lantai semi permanen cenderung menerima KKS.
Sebaliknya, rumah tangga dengan pendidikan terakhir KRT yang tinggi, status kepemilikan rumah tangga nya jelas, serta jumlah anggota rumah tangga yang relatif sedikit, lebih dominan diklasifikasikan sebagai tidak menerima KKS Evaluasi performa model menunjukkan akurasi sebesar 64,72% pada data training dan 66,23% pada data testing.
Nilai precision, recall, dan F1-score pada data testing masing-masing sebesar 57,3%, 57,76%, dan 57,53%.
Nilai Matthews Correlation Coefficient (MCC) sebesar 0,2950 menunjukkan adanya korelasi positif meskipun masih rendah, kemungkinan karena distribusi kelas yang tidak seimbang.
Hasil ini menunjukkan bahwa Exhaustive CHAID cukup efektif dalam mengklasifikasikan penerima KKS dan dapat digunakan untuk meningkatkan ketepatan penyaluran bantuan sosial.
Related Results
Perlindungan Pekerja Rumah Tangga Dalam Sistem Hukum Nasional
Perlindungan Pekerja Rumah Tangga Dalam Sistem Hukum Nasional
The role of house worker is very important in our daily life. Developing of work frame fo house worker are more extend and complex as advance as the era. Kencana foundation is foun...
Ketepatan Klasifikasi Metode Regresi Logistik dan Metode Chaid dengan Pembobotan Sampel
Ketepatan Klasifikasi Metode Regresi Logistik dan Metode Chaid dengan Pembobotan Sampel
Tujuan penelitian ini adalah menentukan ketepatan metode regresi logistik dan CHAID dengan pembobotan sampel pada klasifikasi status angkatan kerja Kabupaten Temanggung 2015. Popul...
Korelasi Iklan Obat Demam di Televisi Terhadap Pemilihan Obat pada Swamedikasi
Korelasi Iklan Obat Demam di Televisi Terhadap Pemilihan Obat pada Swamedikasi
Swamedikasi dilakukan masyarakat untuk mengobati penyakit yang dapat dikenali sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh iklan obat demam di televisi terhadap pemi...
Performance Analysis of CHAID Algorithm for Accuracy
Performance Analysis of CHAID Algorithm for Accuracy
Chi-squared automatic interaction detector (CHAID) algorithm is considered to be one of the mostly used supervised learning methods as it is adaptable to solving any kind of proble...
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kemiskinan Rumah Tangga di Kecamatan Pasaman Kabupaten Pasaman Barat
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kemiskinan Rumah Tangga di Kecamatan Pasaman Kabupaten Pasaman Barat
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh tingkat pendidikan, luas lahan, jumlah tanggungan, dan budaya kerja terhadap tingkat kemiskinan rumah tangga di Kecamatan Pasam...
Tingkat Pengetahuan dan Sikap Ibu Rumah Tangga di Wilayah Kel.Manuruki Mengenai Pengelolaan Obat Rusak dan Kedaluwarsa di Rumah Tangga
Tingkat Pengetahuan dan Sikap Ibu Rumah Tangga di Wilayah Kel.Manuruki Mengenai Pengelolaan Obat Rusak dan Kedaluwarsa di Rumah Tangga
Ibu rumah tangga adalah orang yang berperan penting di rumah tangga termasuk dalam pengelolan obat rusak dan kedaluwarsa di tingkat rumah tangga, penelitian ini bertujuan untuk men...
Što sve možemo spoznati iz hematološkog nalaza kompletne krvne slike
Što sve možemo spoznati iz hematološkog nalaza kompletne krvne slike
Kompletna krvna slika (KKS) je zasigurno najčešća pretraga koju liječnici zadaju bez obzira na razinu zdravstvene zaštite u kojoj rade. Razlog tome je brzi uvid u ukupno zdravlje p...
ANALISIS STRATEGI DAN KERENTANAN NAFKAH RUMAH TANGGA NELAYAN DI KAWASAN EKOWISATA
ANALISIS STRATEGI DAN KERENTANAN NAFKAH RUMAH TANGGA NELAYAN DI KAWASAN EKOWISATA
Kawasan ekowisata yang berada di Nagari Mandeh Kabupaten Pesisir Selatan membagi dua jenis rumah tangga nelayan berdasarkan sumber nafkahnya, yaitu rumah tangga nelayan penuh dan r...

