Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

PATRONASE DAN KLIENTALISME DALAM PEMILIHAN LEGISLATIF KABUPATEN NAGEKEO (Studi Kasus Terpilihnya Caleg PKB Shafar Laga Rema Dan Maria Roswita Mea Laki Dalam Pemilu Legislatif 2024)

View through CrossRef
Penelitian ini berjudul Patronase Dan Klientalisme Dalam Pemilihan Legislatif Kabupaten Nagekeo Studi Kasus Terpilihnya Shafar Laga Rema Dan Maria Roswita Mea Laki Dalam Pemilu Legislatif 2024. Rumusan masalah dalam penulisan skripsi ini adalah Bagaimana Bagaimanakah bentuk Patronase dan Klientalisme yang dijalankan oleh Shafar Laga Rema Dan Maria Roswita Mea Laki Dalam Pemilu Legislatif 2024 di Kabupaten Nagekeo. Teori yang digunakan oleh peneliti dalam memecahkan masalah penelitian adalah Patronase dan Klientalisme. Sumber data primer adalah para informan sedangkan data sekunder adalah dokumen-dokumen yang berkaitan dengan variabel penelitian. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi.Tahap analisa data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, tahap penarikan kesimpulan lalu dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1). Patronase politik menjadi faktor utama kemenangan Shafar Laga Rema dan Maria Roswita Mea Laki dalam Pemilu Legislatif 2024 di Kabupaten Nagekeo, dengan pengecualian praktek pembelian suara, di mana Shafar Laga Rema dan Maria Roswita Mea Laki mengedepankan kampanye bersih tanpa politik uang, sesuai hukum. Mereka fokus pada program kerja yang relevan, seperti infrastruktur dan pemberdayaan pemuda. Shafar menitikberatkan pembangunan fasilitas kesehatan dan dukungan nelayan, sementara Maria mengusung politik gagasan dan kontribusi keluarganya dalam infrastruktur. Keduanya aktif dalam pengembangan olahraga di Nagekeo dan memberikan bantuan nyata bagi masyarakat, memperoleh dukungan luas berkat komitmen terhadap kemajuan daerah. (2) Klientelisme politik menjadi faktor utama kemenangan Shafar Laga Rema dan Maria Roswita Mea Laki dalam Pemilu Legislatif 2024 di Kabupaten Nagekeo, yang didukung oleh strategi tim sukses yang terstruktur, seperti kampanye langsung, alat peraga, dan media sosial. Kolaborasi dengan tokoh adat, pemuda, dan masyarakat memperkuat dukungan, didukung edukasi pemilih dan pengawasan TPS untuk memastikan transparansi. Dukungan terhadap olahraga, nelayan, dan pembangunan infrastruktur mempererat hubungan dengan pemilih. Sebagai Ketua DPC PKB, Shafar mengonsolidasikan kader dan memperluas basis dukungan, memastikan kemenangan di Dapil I. Berdasarkan hasil analisis diatas, penulis menyimpulkan bahwa kemenangan Shafar Laga Rema Dan Maria Roswita Mea Laki Dalam Pemilu Legislatif 2024 tidak terlepas dari penggunaan praktek Patronase Dan Klientalisme.
Title: PATRONASE DAN KLIENTALISME DALAM PEMILIHAN LEGISLATIF KABUPATEN NAGEKEO (Studi Kasus Terpilihnya Caleg PKB Shafar Laga Rema Dan Maria Roswita Mea Laki Dalam Pemilu Legislatif 2024)
Description:
Penelitian ini berjudul Patronase Dan Klientalisme Dalam Pemilihan Legislatif Kabupaten Nagekeo Studi Kasus Terpilihnya Shafar Laga Rema Dan Maria Roswita Mea Laki Dalam Pemilu Legislatif 2024.
Rumusan masalah dalam penulisan skripsi ini adalah Bagaimana Bagaimanakah bentuk Patronase dan Klientalisme yang dijalankan oleh Shafar Laga Rema Dan Maria Roswita Mea Laki Dalam Pemilu Legislatif 2024 di Kabupaten Nagekeo.
Teori yang digunakan oleh peneliti dalam memecahkan masalah penelitian adalah Patronase dan Klientalisme.
Sumber data primer adalah para informan sedangkan data sekunder adalah dokumen-dokumen yang berkaitan dengan variabel penelitian.
Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi.
Tahap analisa data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, tahap penarikan kesimpulan lalu dianalisis secara deskriptif kualitatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1).
Patronase politik menjadi faktor utama kemenangan Shafar Laga Rema dan Maria Roswita Mea Laki dalam Pemilu Legislatif 2024 di Kabupaten Nagekeo, dengan pengecualian praktek pembelian suara, di mana Shafar Laga Rema dan Maria Roswita Mea Laki mengedepankan kampanye bersih tanpa politik uang, sesuai hukum.
Mereka fokus pada program kerja yang relevan, seperti infrastruktur dan pemberdayaan pemuda.
Shafar menitikberatkan pembangunan fasilitas kesehatan dan dukungan nelayan, sementara Maria mengusung politik gagasan dan kontribusi keluarganya dalam infrastruktur.
Keduanya aktif dalam pengembangan olahraga di Nagekeo dan memberikan bantuan nyata bagi masyarakat, memperoleh dukungan luas berkat komitmen terhadap kemajuan daerah.
(2) Klientelisme politik menjadi faktor utama kemenangan Shafar Laga Rema dan Maria Roswita Mea Laki dalam Pemilu Legislatif 2024 di Kabupaten Nagekeo, yang didukung oleh strategi tim sukses yang terstruktur, seperti kampanye langsung, alat peraga, dan media sosial.
Kolaborasi dengan tokoh adat, pemuda, dan masyarakat memperkuat dukungan, didukung edukasi pemilih dan pengawasan TPS untuk memastikan transparansi.
Dukungan terhadap olahraga, nelayan, dan pembangunan infrastruktur mempererat hubungan dengan pemilih.
Sebagai Ketua DPC PKB, Shafar mengonsolidasikan kader dan memperluas basis dukungan, memastikan kemenangan di Dapil I.
Berdasarkan hasil analisis diatas, penulis menyimpulkan bahwa kemenangan Shafar Laga Rema Dan Maria Roswita Mea Laki Dalam Pemilu Legislatif 2024 tidak terlepas dari penggunaan praktek Patronase Dan Klientalisme.

Related Results

MODAL SOSIO-POLITIK KEMENANGAN CALEG PEREMPUAN PADA PEMILU 2024 (Studi Kasus atas Terpilihnya Maria Roswita Mea Laki di Dapil III Nagekeo)
MODAL SOSIO-POLITIK KEMENANGAN CALEG PEREMPUAN PADA PEMILU 2024 (Studi Kasus atas Terpilihnya Maria Roswita Mea Laki di Dapil III Nagekeo)
Penelitian ini berjudul Modal Sosio-Politik Kemenangan Caleg Perempuan pada Pemilu 2024 (Studi Kasus atas Terpilihnya Maria Roswita Mea Laki di Dapil III Nagekeo). Rumusan masalah ...
PELEMBAGAAN PARTAI KEBANGKITAN BANGSA (PKB) DALAM PEMILU LEGISLATIF TAHUN 2024 DI KABUPATEN NAGEKEO
PELEMBAGAAN PARTAI KEBANGKITAN BANGSA (PKB) DALAM PEMILU LEGISLATIF TAHUN 2024 DI KABUPATEN NAGEKEO
Penelitian ini berjudul Pelembagaan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Dalam Pemilu Legislatif Tahun 2024 Di Kabupaten Nagekeo. Tujuan utama penelitian ini adalah Untuk mendeskripsika...
STRATEGI PEMENANGAN CALON ANGGOTA LEGISLATIF DALAM SATU PARTAI DENGAN SISTEM PEMLIU PROPORSIONAL TERBUKA
STRATEGI PEMENANGAN CALON ANGGOTA LEGISLATIF DALAM SATU PARTAI DENGAN SISTEM PEMLIU PROPORSIONAL TERBUKA
Pemilihan umum 2019 dengan sistem proporsional terbuka menyebabkan persaingan ketat diantara caleg dalam satu dapil mereka. Untuk memenangkan pemilu, para caleg saling bersaing sat...
LAYANAN INFORMASI PENGENALAN KEBUDAYAAN KABUPATEN NAGEKEO BERBASIS WEB
LAYANAN INFORMASI PENGENALAN KEBUDAYAAN KABUPATEN NAGEKEO BERBASIS WEB
Nagekeo Regency is one of the regencies in East Nusa Tenggara (NTT) Province. District Nagekeo consists of seven sub-districts that have various cultures. Nagekeo Regency is a fair...
resume hukum tatanegara
resume hukum tatanegara
Resume Tentang Pemilihan Umum dan Partai Politik1. Pemilihan UmumPeluang dan tantangan pemilu serentak 2019 dalam perspektif politikINTISARIPemilihan Umum 2019 adalah pemilihan leg...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
resume hukum tatanegara
resume hukum tatanegara
Resume partai politik dan pemilihan umum“Partai politik dan sistem pemilu” Partai politik dan sistem pemilu saling berkaitan satu sama lain. Partai politik tanpa sistem pemilu yang...
KAPASITAS CALEG PEREMPUAN DI DAPIL I PROVINSI SUMATERA BARAT PADA PEMILU 2019
KAPASITAS CALEG PEREMPUAN DI DAPIL I PROVINSI SUMATERA BARAT PADA PEMILU 2019
Angka keterwakilan perempuan di legislatif saat ini menjadi perhatian penting pemerintah. Realitanya saat ini, angka keterwakilan perempuan dalam mekanisme politik di Indonesia mas...

Back to Top