Javascript must be enabled to continue!
Upaya Guru Mengatasi Kesulitan Belajar Disleksia pada Siswa Kelas Atas di SD Negeri 15 Kartiasa
View through CrossRef
Penelitian dengan judul upaya guru mengatasi kesulitan belajar disleksia pada siswa kelas atas di SD Negeri 15 Kartiasa dilatar belakangi oleh observasi yang menunjukan adanya siswa disleksia pada kelas atas yaitu di kelas empat, lima, dan enam. Disleksia merupakan salah satu kesulitan belajar yang ditandai dengan ketidakmampuan dalam membaca, termasuk mengeja dan menulis. Berdasarkan permasalahan tersebut peneliti melakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui apa saja upaya yang dilakukan oleh guru dalam mengatasi siswa kelas atas yang mengalami disleksia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Adapun Teknik analisis data yaitu reduksi data, display data, dan verifikasi. Berdasarkan hasil penelitian terdapat 6 siswa yang mengalami disleksia pada kelas atas di SD Negeri 15 Kartiasa. Dari ke 6 siswa tersebut terdapat 3 siswa yang masuk katagori disleksia berat yaitu kesulitaan mengeja, membaca dan berbicara dengan jelas sedangkan 3 siswa lainnya masuk katagori disleksia ringan yaitu tidak bisa membaca dengan lancar. Upaya yang sudah dilakukan untuk mengatasi siswa disleksia yaitu guru memberikan bimbingan khusus untuk berlatih membaca perkata maupun perkalimat dengan tambahan waktu di luar jam pelajaran. Selain itu guru juga menggunakan metode pembelajaran bervariasi yang menyenangkan sehingga pembelajaran dapat dipahami oleh siswa disleksia. Serta guru menumbuhkan motivasi agar siswa disleksia semangat dalam belajar membaca.
Title: Upaya Guru Mengatasi Kesulitan Belajar Disleksia pada Siswa Kelas Atas di SD Negeri 15 Kartiasa
Description:
Penelitian dengan judul upaya guru mengatasi kesulitan belajar disleksia pada siswa kelas atas di SD Negeri 15 Kartiasa dilatar belakangi oleh observasi yang menunjukan adanya siswa disleksia pada kelas atas yaitu di kelas empat, lima, dan enam.
Disleksia merupakan salah satu kesulitan belajar yang ditandai dengan ketidakmampuan dalam membaca, termasuk mengeja dan menulis.
Berdasarkan permasalahan tersebut peneliti melakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui apa saja upaya yang dilakukan oleh guru dalam mengatasi siswa kelas atas yang mengalami disleksia.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian deskriptif.
Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi.
Adapun Teknik analisis data yaitu reduksi data, display data, dan verifikasi.
Berdasarkan hasil penelitian terdapat 6 siswa yang mengalami disleksia pada kelas atas di SD Negeri 15 Kartiasa.
Dari ke 6 siswa tersebut terdapat 3 siswa yang masuk katagori disleksia berat yaitu kesulitaan mengeja, membaca dan berbicara dengan jelas sedangkan 3 siswa lainnya masuk katagori disleksia ringan yaitu tidak bisa membaca dengan lancar.
Upaya yang sudah dilakukan untuk mengatasi siswa disleksia yaitu guru memberikan bimbingan khusus untuk berlatih membaca perkata maupun perkalimat dengan tambahan waktu di luar jam pelajaran.
Selain itu guru juga menggunakan metode pembelajaran bervariasi yang menyenangkan sehingga pembelajaran dapat dipahami oleh siswa disleksia.
Serta guru menumbuhkan motivasi agar siswa disleksia semangat dalam belajar membaca.
.
Related Results
DIAGNOSTIK KESULITAN DALAM MENYELESAIKAN MASALAH KONTEKSTUAL DITINJAU DARI GAYA BELAJAR PADA SISWA KELAS IV MI MA’ARIF POLOREJO
DIAGNOSTIK KESULITAN DALAM MENYELESAIKAN MASALAH KONTEKSTUAL DITINJAU DARI GAYA BELAJAR PADA SISWA KELAS IV MI MA’ARIF POLOREJO
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesulitan belajar untuk siswa yang bergaya belajar visual, auditori, dan kinestetik dalam menyelesaikan masalah kontektual, perbedaan kesu...
Analisis Kesulitan Berhitung Siswa Sekolah Luar Biasa Negeri Kanatang
Analisis Kesulitan Berhitung Siswa Sekolah Luar Biasa Negeri Kanatang
Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mengetahui kesulitan berhitung siswa Sekolah Luar Biasa Negeri Kanatang. Subyek yang digunakan da...
PELATIHAN IDENTIFIKASI KESULITAN FUNGSIONAL BELAJAR SISWA UNTUK GURU-GURU SEKOLAH DASAR DI KECAMATAN PLAMPANG KABUPATEN SUMBAWA
PELATIHAN IDENTIFIKASI KESULITAN FUNGSIONAL BELAJAR SISWA UNTUK GURU-GURU SEKOLAH DASAR DI KECAMATAN PLAMPANG KABUPATEN SUMBAWA
Pendidikan inklusif di sekolah memberikan kesempatan kepada semua peserta didik untuk dapat melaksanakan proses pembelajaran tanpa adanya diskriminasi. Di tiap sekolah/madrasah di ...
MENGATASI KESULITAN BELAJAR DENGAN MEMAHAMI GAYA BELAJAR
MENGATASI KESULITAN BELAJAR DENGAN MEMAHAMI GAYA BELAJAR
Dalam proses pendidikan, setiap individu memiliki gaya belajar sendiri. Gaya belajar bisa dikatakan kecenderungan seseorang untuk mengadaptasi suatu strategi belajar tertentu denga...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
PENGARUH MOTIVASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA
PENGARUH MOTIVASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA
Motivasi belajar matematika merupakan elemen penting dalam pembelajaran matematika. Motivasi belajar matematika siswa berbeda-beda dalam hal tingkat motivasi dan jenis motivasinya....
Penggunaan Media Pembelajaran e-Learning Berbasis Web untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPA Siswa Kelas VII
Penggunaan Media Pembelajaran e-Learning Berbasis Web untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPA Siswa Kelas VII
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan gambaran hasil pre-test siswa kelas eksperimen dan siswa kelas kontrol pada materi pokok suhu dan perubahannya, (2) mendeskrips...
Analisis Respon Siswa Terhadap Pengoptimalan Alat Peraga Pada Mata Pelajaran IPA Kelas V di SDN Koripan Bungkal Ponorogo
Analisis Respon Siswa Terhadap Pengoptimalan Alat Peraga Pada Mata Pelajaran IPA Kelas V di SDN Koripan Bungkal Ponorogo
Guru di SDN Koripan menggunakan alat peraga dalam setiap pembelajarannya terumata pada mata pelajaran IPA. Guru menggunakan alat peraga sebagai alat bantu untuk menjelaskan kepada ...

