Javascript must be enabled to continue!
PEMILIHAN ADSORBEN UNTUK PENJERAPAN KARBON MONOKSIDA MENGGUNAKAN MODEL ADSORPSI ISOTERMIS LANGMUIR
View through CrossRef
ADSORBENT SELECTION FOR CO ADSORPTION USING LANGMUIR ISOTHERMIC ADSORPTION MODEL. The objective of this research is to choose the adsorbent that can be applied to decrease toxicity level and to purify fire smoke. In case of fire, toxicity level is high due to carbon monoxide. Adsorbent is chosen based on its ability to adsorb carbon monoxide using volumetric method in constant temperature. Materials to be tested are natural zeolite, active carbon, TiO2, CuO, MgO. Due to existence of organic and mineral polluters, natural zeolite needs to be activated prior to adsorption test using fluoride acid (HF), chloride acid (HCl), ammonium chloride (NH4Cl) and followed by calcination process. Result shows that activation of natural zeolite can increase Si/Al ratio and surface area. According to Langmuir adsorption model obtained, adsorption capacity of active carbon and natural zeolite are the highest. At 1 atmospheric pressure, adsorption capacity are 0.0682 mmol/g for active carbon, 0.0464 for activated natural zeolite with particle size of 400 nm, and 0.0265 mmol/g for activated natural zeolite with particle size of (37-50) μm. Penelitian ini bertujuan untuk memilih adsorben yang dapat diaplikasikan untuk menurunkan tingkat racun dan menjernihkan asap kebakaran. Pada kasus kebakaran tingkat racun asap disebabkan tingginya kandungan karbon monoksida. Proses pemilihan adsorben dilihat pada kemampuan adsorben mengadsorpsi karbon monoksida, yang dilakukan dengan metode volumetrik pada temperatur konstan. Material yang diuji adalah zeolit alam, karbon aktif, TiO2, CuO, MgO. Zeolit alam banyak terdapat pengotor baik organik maupun mineral, oleh karena itu sebelum dilakukan uji adsorpsi, zeolit alam terlebih dahulu diaktifasi menggunakan larutan asam florida (HF), asam khlorida (HCl) dan larutan amonium khlorida (NH4Cl), dilanjutkan dengan proses kalsinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktifasi zeolit alam dapat meningkatkan rasio Si/Al dan luas permukaan. Semua adsorben yang diuji mempunyai kemampuan mengadsorpsi karbon monoksida. Berdasarkan model adsorpsi Langmuir yang diperoleh, karbon aktif dan zeolit alam mempunyai kapasitas adsorpsi yang paling besar. Dengan menggunakan kondisi tekanan 1 atmosfir, kapasitas adsorpsi adalah 0,0682 mmol/g untuk karbon aktif, 0,0464 mmol/g untuk zeolit alam teraktifasi dengan ukuran partikel 400 nm dan 0,0265 mmol/g untuk zeolit alam teraktifasi dengan ukuran partikel (37-50) μm.
Institute of Research and Community Services Diponegoro University (LPPM UNDIP)
Title: PEMILIHAN ADSORBEN UNTUK PENJERAPAN KARBON MONOKSIDA MENGGUNAKAN MODEL ADSORPSI ISOTERMIS LANGMUIR
Description:
ADSORBENT SELECTION FOR CO ADSORPTION USING LANGMUIR ISOTHERMIC ADSORPTION MODEL.
The objective of this research is to choose the adsorbent that can be applied to decrease toxicity level and to purify fire smoke.
In case of fire, toxicity level is high due to carbon monoxide.
Adsorbent is chosen based on its ability to adsorb carbon monoxide using volumetric method in constant temperature.
Materials to be tested are natural zeolite, active carbon, TiO2, CuO, MgO.
Due to existence of organic and mineral polluters, natural zeolite needs to be activated prior to adsorption test using fluoride acid (HF), chloride acid (HCl), ammonium chloride (NH4Cl) and followed by calcination process.
Result shows that activation of natural zeolite can increase Si/Al ratio and surface area.
According to Langmuir adsorption model obtained, adsorption capacity of active carbon and natural zeolite are the highest.
At 1 atmospheric pressure, adsorption capacity are 0.
0682 mmol/g for active carbon, 0.
0464 for activated natural zeolite with particle size of 400 nm, and 0.
0265 mmol/g for activated natural zeolite with particle size of (37-50) μm.
Penelitian ini bertujuan untuk memilih adsorben yang dapat diaplikasikan untuk menurunkan tingkat racun dan menjernihkan asap kebakaran.
Pada kasus kebakaran tingkat racun asap disebabkan tingginya kandungan karbon monoksida.
Proses pemilihan adsorben dilihat pada kemampuan adsorben mengadsorpsi karbon monoksida, yang dilakukan dengan metode volumetrik pada temperatur konstan.
Material yang diuji adalah zeolit alam, karbon aktif, TiO2, CuO, MgO.
Zeolit alam banyak terdapat pengotor baik organik maupun mineral, oleh karena itu sebelum dilakukan uji adsorpsi, zeolit alam terlebih dahulu diaktifasi menggunakan larutan asam florida (HF), asam khlorida (HCl) dan larutan amonium khlorida (NH4Cl), dilanjutkan dengan proses kalsinasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktifasi zeolit alam dapat meningkatkan rasio Si/Al dan luas permukaan.
Semua adsorben yang diuji mempunyai kemampuan mengadsorpsi karbon monoksida.
Berdasarkan model adsorpsi Langmuir yang diperoleh, karbon aktif dan zeolit alam mempunyai kapasitas adsorpsi yang paling besar.
Dengan menggunakan kondisi tekanan 1 atmosfir, kapasitas adsorpsi adalah 0,0682 mmol/g untuk karbon aktif, 0,0464 mmol/g untuk zeolit alam teraktifasi dengan ukuran partikel 400 nm dan 0,0265 mmol/g untuk zeolit alam teraktifasi dengan ukuran partikel (37-50) μm.
Related Results
PENGUJIAN KEMAMPUAN ADSORPSI DARI ADSORBEN KARBON AKTIF UNTUK MESIN PENDINGIN TENAGA SURYA
PENGUJIAN KEMAMPUAN ADSORPSI DARI ADSORBEN KARBON AKTIF UNTUK MESIN PENDINGIN TENAGA SURYA
Akhir-akhir ini mesin pendingin siklus adsorpsi semakin banyak diteliti oleh para ahli karena disamping ekonomis juga ramah lingkungan dan menggunakan energy terbarukan yaitu energ...
PEMANFAATAN LIMBAH KULIT JAGUNG (Zea mays L.) SEBAGAI ADSORBEN LOGAM KADMIUM DALAM LARUTAN
PEMANFAATAN LIMBAH KULIT JAGUNG (Zea mays L.) SEBAGAI ADSORBEN LOGAM KADMIUM DALAM LARUTAN
Kadmium (Cd) menjadi salah satu logam berat yang berbahaya di perairan dan bersifat toksik tinggi setelah merkuri. Sumber pencemar Cd terdapat pada limbah cair industri cat, indust...
Karbon Aktif dari Limbah Sawi Putih untuk Adsorpsi Ion Mangan (Mn)
Karbon Aktif dari Limbah Sawi Putih untuk Adsorpsi Ion Mangan (Mn)
Pencemaran air oleh logam berat mangan (Mn) merupakan masalah serius di berbagai wilayah perairan. Salah satu metode yang efektif untuk menurunkan konsentrasi logam berat ini adala...
AKTIVASI ZEOLIT ALAM SEBAGAI ADSORBEN PADA ALAT PENGERING BERSUHU RENDAH
AKTIVASI ZEOLIT ALAM SEBAGAI ADSORBEN PADA ALAT PENGERING BERSUHU RENDAH
ACTIVATION OF NATURAL ZEOLITE AS AN ADSORBENT FOR LOW TEMPERATURE DRYING SYSTEM. Drying is one process which is used in many industries, especially in food product. The process usu...
ISOTERM ADSORPSI FENOL OLEH LEMPUNG ALAM
ISOTERM ADSORPSI FENOL OLEH LEMPUNG ALAM
Abstrak Fenol merupakan polutan yang sangat berbahaya di lingkungan karena bersifat racun dan sulit terdegradasi oleh organisme pengurai. Lempung alam yang berasal dari Kecamatan C...
Potential of Low Carbon Nanotubes Dosage on Chromium Removal from Water
Potential of Low Carbon Nanotubes Dosage on Chromium Removal from Water
This paper involves a method of eliminating hexavalent chromium (Cr (VI)) from the synthetic water via a low dosage of carbon nanotubes (CNT). The ability of CNT to remove Cr(VI) f...
KARAKTERISTIK ARANG KARBON DARI LIMBAH SERBUK KAYU DENGAN VARIASI LAJU PEMANASAN DAN LAJU HISAP GAS SEBAGAI ADSORBEN DENGAN PIROLISIS TWIN RETORT
KARAKTERISTIK ARANG KARBON DARI LIMBAH SERBUK KAYU DENGAN VARIASI LAJU PEMANASAN DAN LAJU HISAP GAS SEBAGAI ADSORBEN DENGAN PIROLISIS TWIN RETORT
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik karbon arang briket serbuk kayu sebagai bahan karbon aktif untuk adsorben melalui proses pirolisis dengan variasi laju p...

