Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Isolasi dan Karakterisasi Enzim Bromelain dari Bonggol dan Daging Buah Nanas (Ananas comosus)

View through CrossRef
Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan memurnikan bromelain yang diekstrak dari bagian tanaman nanas (Ananas comosus) melalui metode fraksinasi menggunakan garam ammonium sulfat, diikuti dengan proses dialisis. Aktivitas spesifik tertinggi terdapat pada fraksi ammonium sulfat 50-80% (fraksi 3) baik untuk sampel bagian bonggol maupun bagian daging buah nanas, masing-masing adalah sebesar 0,30 U/mg dan 0,21 U/mg. Fraksi 3 dari bagian bonggol memiliki tingkat kemurnian 132,65 kali enzim kasarnya sedangkan fraksi 3 dari bagian daging buah nanas memiliki tingkat kemurnian 108,47 kali dari enzim kasarnya. Proses dialisis memberikan nilai aktivitas spesifik dan tingkat kemurnian enzim tertinggi pada fraksi 3 dari bagian bonggol nanas yaitu sebesar 0,33 U/mg dengan kenaikan tingkat kemurnian menjadi sebesar 141,58 kali enzim kasarnya. Uji kestabilan termal terhadap fraksi enzim hasil dialisis menunjukkan bromelain dari bonggol memiliki kestabilan termal yang lebih tinggi dibandingkan dengan bromelain dari daging buah nanas. pH dan suhu optimum dari enzim bromelain adalah 7,0 dan 37oC. Kata kunci: Ananas comosus, bonggol nanas, bromelain, aktivitas spesifik, pemurnian ABSTRACT The aim of this study was to isolate and purify the bromelain extracted from part of pineapple fruit (Ananas comosus) through fractionation method using ammonium sulfate followed by dialysis. The highest specific activity on ammonium sulfate fraction was 50-80% (fraction 3) both for the sample of the core and the flesh of pineapple, each was 0.30 U/mg and 0.21 U/mg. The fraction 3 of the core had a purity level 132.65 times of the crude enzyme while fraction 3 of the pineapple flesh had a purity level 108.47 times of the crude enzyme. From the dialysis process found the highest value of specific activity on fraction 3 of the pineapple core of 0.33 U/mg with a purity level of and 141.58 times of the crude enzyme. Fraction of the core has higher thermal stability than the fraction of the flesh. The optimum temperature and pH of this enzyme was 37oC and 7.0. Keywords: Ananas comosus, pineapple core, bromelain, specific activity, purification
Title: Isolasi dan Karakterisasi Enzim Bromelain dari Bonggol dan Daging Buah Nanas (Ananas comosus)
Description:
Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan memurnikan bromelain yang diekstrak dari bagian tanaman nanas (Ananas comosus) melalui metode fraksinasi menggunakan garam ammonium sulfat, diikuti dengan proses dialisis.
Aktivitas spesifik tertinggi terdapat pada fraksi ammonium sulfat 50-80% (fraksi 3) baik untuk sampel bagian bonggol maupun bagian daging buah nanas, masing-masing adalah sebesar 0,30 U/mg dan 0,21 U/mg.
Fraksi 3 dari bagian bonggol memiliki tingkat kemurnian 132,65 kali enzim kasarnya sedangkan fraksi 3 dari bagian daging buah nanas memiliki tingkat kemurnian 108,47 kali dari enzim kasarnya.
Proses dialisis memberikan nilai aktivitas spesifik dan tingkat kemurnian enzim tertinggi pada fraksi 3 dari bagian bonggol nanas yaitu sebesar 0,33 U/mg dengan kenaikan tingkat kemurnian menjadi sebesar 141,58 kali enzim kasarnya.
Uji kestabilan termal terhadap fraksi enzim hasil dialisis menunjukkan bromelain dari bonggol memiliki kestabilan termal yang lebih tinggi dibandingkan dengan bromelain dari daging buah nanas.
pH dan suhu optimum dari enzim bromelain adalah 7,0 dan 37oC.
Kata kunci: Ananas comosus, bonggol nanas, bromelain, aktivitas spesifik, pemurnian ABSTRACT The aim of this study was to isolate and purify the bromelain extracted from part of pineapple fruit (Ananas comosus) through fractionation method using ammonium sulfate followed by dialysis.
The highest specific activity on ammonium sulfate fraction was 50-80% (fraction 3) both for the sample of the core and the flesh of pineapple, each was 0.
30 U/mg and 0.
21 U/mg.
The fraction 3 of the core had a purity level 132.
65 times of the crude enzyme while fraction 3 of the pineapple flesh had a purity level 108.
47 times of the crude enzyme.
From the dialysis process found the highest value of specific activity on fraction 3 of the pineapple core of 0.
33 U/mg with a purity level of and 141.
58 times of the crude enzyme.
Fraction of the core has higher thermal stability than the fraction of the flesh.
The optimum temperature and pH of this enzyme was 37oC and 7.
Keywords: Ananas comosus, pineapple core, bromelain, specific activity, purification.

Related Results

PEMANFAATAN LIMBAH BONGGOL NANAS DARI UMKM KUE KERING MENJADI SERBUK INSTAN
PEMANFAATAN LIMBAH BONGGOL NANAS DARI UMKM KUE KERING MENJADI SERBUK INSTAN
Nanas merupakan produksi buah terbesar ketiga di Indonesia berdasarkan Angka Tetap (ATAP) tahun 2015 produksi nenas mencapai 1,73 juta ton. Dari hasil kosumsi dan olahan nanas maka...
Pembuatan Cuka Nanas Bagi Guru Biologi Sebagai Materi Bioteknologi Bermuatan Lokal Di Kecamatan Pamboang
Pembuatan Cuka Nanas Bagi Guru Biologi Sebagai Materi Bioteknologi Bermuatan Lokal Di Kecamatan Pamboang
Salah satu sentra penghasil buah nanas di Sulawesi Barat adalah Sentra Desa Betteng Kecamatan Pamboang Kabupaten Majene. Berdasarkan  bentuk dan warna, nenas asal Pamboang tidak ja...
Uji Aktivitas Antibakteri Nanoemulsi Ekstrak Kulit Nanas (Ananas Comosus L. Merr)
Uji Aktivitas Antibakteri Nanoemulsi Ekstrak Kulit Nanas (Ananas Comosus L. Merr)
Indonesia merupakan negara tropis yang memiliki potensi besar terhadap berbagai jenis tanaman dan buah-buahan, salah satunya adalah Nanas (Ananas comosus L. Merr). Kandungan flavon...
Efisiensi Pembuatan VCO (Virgin Coconut Oil) Secara Enzimatis Menggunakan Nanas dan Pepaya Lokal Kalimantan Utara
Efisiensi Pembuatan VCO (Virgin Coconut Oil) Secara Enzimatis Menggunakan Nanas dan Pepaya Lokal Kalimantan Utara
Pengolahan kelapa menjadi Virgin Coconut Oil (VCO) merupakan alternatif yang potensial untuk dikembangkan di Kalimantan Utara mengingat produksi kelapa di daerah tersebut cukup tin...
PENINGKATAN KUALITAS DAN KETAHANAN NASI MENGGUNAKAN SARI BUAH NANAS (Ananas comosus L. Merr)
PENINGKATAN KUALITAS DAN KETAHANAN NASI MENGGUNAKAN SARI BUAH NANAS (Ananas comosus L. Merr)
Nasi merupakan salah satu makanan pokok bagi penduduk Indonesia. Nasi berfungsi sebagai sumber energi bagi manusia. Penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas dan ketahan...
Efek Marinasi Limbah Kulit Nanas dan Jahe Terhadap Kualitas Daging Sapi
Efek Marinasi Limbah Kulit Nanas dan Jahe Terhadap Kualitas Daging Sapi
Daging merupakan sumber protein yang mudah didapat dan banyak dimanfaatkan. Banyak cara digunakan untuk mengempukkan daging sehingga mudah diolah. Limbah kulit nanas merupakan baha...

Back to Top