Javascript must be enabled to continue!
Kajian Morfologi Kampung Kapitan Sebagai Kawasan Permukiman Tepian Air yang Berkelanjutan (Studi Kasus: Kampung Kapitan 7 Ulu, Palembang)
View through CrossRef
Palembang merupakan salah satu kota di Indonesia dan merupakan ibukota dari Provinsi Sumatera Selatan. Secara geografis, Kota Palembang dibelah oleh Sungai Musi menjadi dua bagian. Kampung Kapitan merupakan salah satu kawasan cagar budaya yang terletak di tepi sungai Musi tepat di sisi barat jembatan Ampera yang dikenal juga dengan daerah Tujuh Ulu. Munculnya Kampung Kapitan pada awalnya disebabkan oleh kebutuhan atau kepentingan masyarakat atas transportasi dan kebutuhan terhadap air. Perkembangan yang terjadi di Kampung Kapitan cukup pesat dan telah mempengaruhi kondisi lingkungan di kampung itu sendiri. Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji morfologi Kampung Kapitan sebagai permukiman tepian air dan mencari tahu apakah Kampung Kapitan telah berkembang menjadi permukiman berkelanjutan. Penelitian yang digunakan adalah kualitatif dan pengumpulan data berdasarkan hasil studi literatur dan observasi langsung ke lapangan. Setelah mengkaji sejarah Kampung Kapitan, faktor perkembangan morfologi, elemen morfologi, jenis tepian air, pola permukiman, dan kondisi lingkungan di Kampung Kapitan, permasalahan yang didapatkan dari perkembangan permukiman yakni masalah pada lingkungan hidup yang buruk. Morfologi Kampung Kapitan mengalami perubahan yang sangat jauh dari tahun ketahun hal ini ditandai dari berkurangnya ruang terbuka dan hilangnya area bantaran sungai yang berubah menjadi area pemukiman, kurangnya pemahaman masyarakat terkait efisiensi energi dan transportasi sehingga tidak tersedianya jalur kendaraan dan lahan parkir di Kampung Kapitan, serta perilaku hidup tidak sehat membuktikan bahwasanya lingkungan di Kampung Kapitan belum memenuhi kriteria dari lingkungan tepian air berkelanjutan.
Title: Kajian Morfologi Kampung Kapitan Sebagai Kawasan Permukiman Tepian Air yang Berkelanjutan (Studi Kasus: Kampung Kapitan 7 Ulu, Palembang)
Description:
Palembang merupakan salah satu kota di Indonesia dan merupakan ibukota dari Provinsi Sumatera Selatan.
Secara geografis, Kota Palembang dibelah oleh Sungai Musi menjadi dua bagian.
Kampung Kapitan merupakan salah satu kawasan cagar budaya yang terletak di tepi sungai Musi tepat di sisi barat jembatan Ampera yang dikenal juga dengan daerah Tujuh Ulu.
Munculnya Kampung Kapitan pada awalnya disebabkan oleh kebutuhan atau kepentingan masyarakat atas transportasi dan kebutuhan terhadap air.
Perkembangan yang terjadi di Kampung Kapitan cukup pesat dan telah mempengaruhi kondisi lingkungan di kampung itu sendiri.
Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji morfologi Kampung Kapitan sebagai permukiman tepian air dan mencari tahu apakah Kampung Kapitan telah berkembang menjadi permukiman berkelanjutan.
Penelitian yang digunakan adalah kualitatif dan pengumpulan data berdasarkan hasil studi literatur dan observasi langsung ke lapangan.
Setelah mengkaji sejarah Kampung Kapitan, faktor perkembangan morfologi, elemen morfologi, jenis tepian air, pola permukiman, dan kondisi lingkungan di Kampung Kapitan, permasalahan yang didapatkan dari perkembangan permukiman yakni masalah pada lingkungan hidup yang buruk.
Morfologi Kampung Kapitan mengalami perubahan yang sangat jauh dari tahun ketahun hal ini ditandai dari berkurangnya ruang terbuka dan hilangnya area bantaran sungai yang berubah menjadi area pemukiman, kurangnya pemahaman masyarakat terkait efisiensi energi dan transportasi sehingga tidak tersedianya jalur kendaraan dan lahan parkir di Kampung Kapitan, serta perilaku hidup tidak sehat membuktikan bahwasanya lingkungan di Kampung Kapitan belum memenuhi kriteria dari lingkungan tepian air berkelanjutan.
Related Results
Konsep Penataan Ruang Berkelanjutan Pada Kawasan Tepian Sungai Musi Kota Palembang (Kasus: Kelurahan 5 Ulu Dan 7 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu)
Konsep Penataan Ruang Berkelanjutan Pada Kawasan Tepian Sungai Musi Kota Palembang (Kasus: Kelurahan 5 Ulu Dan 7 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu)
ABSTRACTThe high rate of population growth causes slums in an area, especially in the Musi riverbank, Palembang City. This is marked by the development of community activities, suc...
Ketersediaan Ruang Terbuka Hijau dan Prasarana Lingkungan Permukiman Kekalik Timur Kota Mataram
Ketersediaan Ruang Terbuka Hijau dan Prasarana Lingkungan Permukiman Kekalik Timur Kota Mataram
Lingkungan permukiman Kekalik Timur mengalami pertumbuhan penduduk dan perkembangan kawasan, hal ini dapat mempengaruhi ruang terbuka hijau dan ketersediaan prasarana lingkungan ya...
POLA AKTIVITAS MASYARAKAT SEBAGAI HIRARKI KAMPUNG NAGA SEBAGAI WARISAN BUDAYA CERDAS
POLA AKTIVITAS MASYARAKAT SEBAGAI HIRARKI KAMPUNG NAGA SEBAGAI WARISAN BUDAYA CERDAS
The pattern of community activities in Tasikmalaya, Kampung Naga can be identified as a cultural transformation that exists in the neighborhood of the traditional house and can be ...
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEBERADAAN KAWASAN PERMUKIMAN KUMUH DI SURAKARTA
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEBERADAAN KAWASAN PERMUKIMAN KUMUH DI SURAKARTA
<p class="Style1">Kawasan permukiman kumuh merupakan kawasan yang terabaikan dari pembangunan kota dengan kondisi lingkungan permukiman yang mengalami penurunan kualitas fisi...
Transformasi Stadion Olah Raga KONI di Kawasan Perdagangan Kota Jambi
Transformasi Stadion Olah Raga KONI di Kawasan Perdagangan Kota Jambi
Kota berkembang dari suatu kawasan inti yang meluas ke sekitarnya. Kawasan awal mula ini yang kemudian menjelma menjadi pusat kota. Pada awalnya banyak kota direncanakan dalam skal...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Perubahan Fungsi Bangunan Di Koridor Jalan Sirajudin-Banjarsari Akibat Keberadaan Kawasan Pendidikan Di Kelurahan Tembalang Semarang Jawa Tengah
Perubahan Fungsi Bangunan Di Koridor Jalan Sirajudin-Banjarsari Akibat Keberadaan Kawasan Pendidikan Di Kelurahan Tembalang Semarang Jawa Tengah
<span style="color: #444444; font-family: HelveticaNeue, 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 11.9px; line-height: 21px;">Kawasan Tembalang diperuntukka...
Kampung Kapitan Sebagai Sumber Pembelajaran IPS Terpadu
Kampung Kapitan Sebagai Sumber Pembelajaran IPS Terpadu
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bagaimana Kampung Kapitan menjadi sumber pembelajaran bagi siswa kelas VII. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitat...

