Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

PENGARUH PEMBERIAN PROBIOTIK RABAL TERHADAP KONSUMSI BAHAN KERING DAN BAHAN ORGANIK, SERTA KECERNAAN BAHAN KERING DAN BAHAN ORGANIK RANSUM PADA KAMBING RAMBON

View through CrossRef
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan dosis terbaik pemberian Rabal terhadap konsumsi bahan kering dan bahan organik, serta kecernaan bahan kering dan bahan organik ransum pada kambing Rambon. Penelitian dilaksanakan pada Desember 2023--Januari 2024 di peternakan rakyat Desa Tanjung Tirto, Kecamatan Way Bungur, Kabupaten Lampung Timur. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 4 perlakuan dan 4 ulangan sehingga total kambing yang digunakan 16 ekor. Perlakuan yang diberikan yaitu ransum basal (P0); ransum basal + probiotik Rabal 100  kebutuhan BK ransum (P1); ransum basal + probiotik Rabal 150  kebutuhan BK ransum (P2); ransum basal + probiotik Rabal 200  kebutuhan BK ransum (P3). Peubah yang diamati konsumsi bahan kering dan bahan organik, serta kecernaan bahan kering dan bahan organik. Data dianalisis menggunakan ANOVA (Analysis of Variance) pada taraf 5%, jika terdapat pengaruh nyata (P<0,05) dilanjutkan dengan uji beda nyata terkecil (BNT). Hasil penelitian pada konsumsi bahan kering sebesar (P0 435,66; P1 453,45; P2 412,45; dan P3 445,30) g/ekor/hari, pada konsumsi bahan organik sebesar (P0 404,72; P1 421,48; P2 383,11; dan P3 413,70) g/ekor/hari, pada kecernaan bahan kering (P0 52,66%; P1 54,86%; P2 51,78%; dan P3 56,49%), pada kecernaan bahan organik (P0 55,28%; P1 57,45%; P2 54,29%; dan P3 61,20%). Disimpulkan bahwa pemberian probiotik Rabal tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap konsumsi bahan kering dan bahan organik, serta kecernaan bahan kering dan bahan organik. Dengan demikian, belum terdapat level pemberian probiotik Rabal terbaik.
Title: PENGARUH PEMBERIAN PROBIOTIK RABAL TERHADAP KONSUMSI BAHAN KERING DAN BAHAN ORGANIK, SERTA KECERNAAN BAHAN KERING DAN BAHAN ORGANIK RANSUM PADA KAMBING RAMBON
Description:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan dosis terbaik pemberian Rabal terhadap konsumsi bahan kering dan bahan organik, serta kecernaan bahan kering dan bahan organik ransum pada kambing Rambon.
Penelitian dilaksanakan pada Desember 2023--Januari 2024 di peternakan rakyat Desa Tanjung Tirto, Kecamatan Way Bungur, Kabupaten Lampung Timur.
Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 4 perlakuan dan 4 ulangan sehingga total kambing yang digunakan 16 ekor.
Perlakuan yang diberikan yaitu ransum basal (P0); ransum basal + probiotik Rabal 100  kebutuhan BK ransum (P1); ransum basal + probiotik Rabal 150  kebutuhan BK ransum (P2); ransum basal + probiotik Rabal 200  kebutuhan BK ransum (P3).
Peubah yang diamati konsumsi bahan kering dan bahan organik, serta kecernaan bahan kering dan bahan organik.
Data dianalisis menggunakan ANOVA (Analysis of Variance) pada taraf 5%, jika terdapat pengaruh nyata (P<0,05) dilanjutkan dengan uji beda nyata terkecil (BNT).
Hasil penelitian pada konsumsi bahan kering sebesar (P0 435,66; P1 453,45; P2 412,45; dan P3 445,30) g/ekor/hari, pada konsumsi bahan organik sebesar (P0 404,72; P1 421,48; P2 383,11; dan P3 413,70) g/ekor/hari, pada kecernaan bahan kering (P0 52,66%; P1 54,86%; P2 51,78%; dan P3 56,49%), pada kecernaan bahan organik (P0 55,28%; P1 57,45%; P2 54,29%; dan P3 61,20%).
Disimpulkan bahwa pemberian probiotik Rabal tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap konsumsi bahan kering dan bahan organik, serta kecernaan bahan kering dan bahan organik.
Dengan demikian, belum terdapat level pemberian probiotik Rabal terbaik.

Related Results

Perbandingan Penggunaan Dua Jenis Ransum terhadap Berat Potong Berat Karkas dan Berat Lemak Abdominal Broiler
Perbandingan Penggunaan Dua Jenis Ransum terhadap Berat Potong Berat Karkas dan Berat Lemak Abdominal Broiler
Tujuan penelitian ini adalah untuk membandingkan kualitas ransum buatan dengan ransum komersial terhadap berat pemotongan, berat karkas dan berat lemak abdominal ayam broiler. Pene...
Uji In-Vitro Wafer Ransum Komplit dengan Bahan Perekat yang Berbeda
Uji In-Vitro Wafer Ransum Komplit dengan Bahan Perekat yang Berbeda
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kecernaan secara in vitro wafer ransum komplit dengan menggunakan bahan perekat yang berbeda.  Penelitian ini dilakukan di laboratorium Nutr...
PENGARUH PENGGUNAAN POLLARD TERFERMENTASI DENGAN RAGI TAPE DALAM RANSUM TERHADAP PRODUKSI TELUR AYAM LOHMANN BROWN
PENGARUH PENGGUNAAN POLLARD TERFERMENTASI DENGAN RAGI TAPE DALAM RANSUM TERHADAP PRODUKSI TELUR AYAM LOHMANN BROWN
Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh penggunaan pollard terfermentasi oleh ragi tape terhadap produksi telur ayam Lohmann Brown umur 42-50 minggu. Rancangan yang dig...
Penambahan Tepung Daun Pepaya (Carica papaya L) pada Ransum Terhadap Performa Ayam Kampung Super
Penambahan Tepung Daun Pepaya (Carica papaya L) pada Ransum Terhadap Performa Ayam Kampung Super
ABSTRAK               Pengaruh positif dari pemberian daun pepaya adalah ternak lebih sehat terutama ternak ayam kampung. Pemberian daun pepaya mulai dari fase starter dapat ...
Performans Keturunan Ayam Arras dengan Ayam Arab (Ayam Ketarras) Umur 2-12 Minggu
Performans Keturunan Ayam Arras dengan Ayam Arab (Ayam Ketarras) Umur 2-12 Minggu
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi performans keturunan ayam Arab dengan ayam Arras (Ayam Ketarras) umur 2-12 minggu. Penelitian ini telah dilaksanakan selama 6 bulan, dim...
RE-DESIGN VISUAL IDENTITY MIRACLE GREEN PROBIOTIK ORGANIK
RE-DESIGN VISUAL IDENTITY MIRACLE GREEN PROBIOTIK ORGANIK
Persoalan tentang gaya hidup sehat di Indonesia terus berkembang dan menyebabkan masyarakat menerapkan gaya hidup organik yang juga mempengaruhi perkembangan pertanian organik di I...

Back to Top