Javascript must be enabled to continue!
Pengembangan Skala Kesiapan Kerja Versi Indonesia pada Karyawan Kontrak
View through CrossRef
Sebagai bagian penting dari industri dan organisasi, terdapat dua jenis karyawan yakni karyawan tetap dan kontrak. Karyawan tetap memiliki kelebihan dari karyawan kontrak misalnya dalam hal kemampuan, komitmen, kepuasan kerja, dan perilaku inovatif yang lebih tinggi. Di satu sisi, banyak karyawan kontrak di Indonesia menuntut dijadikan karyawan tetap. Akan tetapi, pada kenyataannya, instansi di Indonesia memiliki kesulitan untuk mengangkat karyawan kontraknya menjadi karyawan tetap. Pertimbangan akan komitmen serta biaya yang harus dikeluarkan, serta keraguan instansi akan kesiapan bekerja dari para karyawan kontraknya menjadi masalah dalam hal ini. Perlu adanya seleksi tepat untuk mengukur kesiapan bekerja karyawannya agar dapat memprediksi kemampuan seseorang dalam bekerja. Untuk itu, penelitian ini bertujuan mengembangkan alat ukur work readiness yang sesuai dengan Indonesia. Dengan menggunakan metode kuantitatif, pengembangan alat ukur ini terdapat lima tahap, yaitu konseptualisasi, konstruksi, uji coba, analisis item, dan revisi alat ukur. Partisipan yang terlibat sebanyak 320 karyawan kontrak, sehingga dihasilkan alat ukur Work Readiness 24 Item. Hasil koefisien α Work Readiness Scale dari 24 item adalah sebesar 0.864, sedangkan analisis goodness of fit dari alat ukur ini ialah CFI 0.95, RMSEA 0.06, IFI 0.95, dan NFI 0.90. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa alat ukur ini secara keseluruhan dinilai reliabel dan valid.
Title: Pengembangan Skala Kesiapan Kerja Versi Indonesia pada Karyawan Kontrak
Description:
Sebagai bagian penting dari industri dan organisasi, terdapat dua jenis karyawan yakni karyawan tetap dan kontrak.
Karyawan tetap memiliki kelebihan dari karyawan kontrak misalnya dalam hal kemampuan, komitmen, kepuasan kerja, dan perilaku inovatif yang lebih tinggi.
Di satu sisi, banyak karyawan kontrak di Indonesia menuntut dijadikan karyawan tetap.
Akan tetapi, pada kenyataannya, instansi di Indonesia memiliki kesulitan untuk mengangkat karyawan kontraknya menjadi karyawan tetap.
Pertimbangan akan komitmen serta biaya yang harus dikeluarkan, serta keraguan instansi akan kesiapan bekerja dari para karyawan kontraknya menjadi masalah dalam hal ini.
Perlu adanya seleksi tepat untuk mengukur kesiapan bekerja karyawannya agar dapat memprediksi kemampuan seseorang dalam bekerja.
Untuk itu, penelitian ini bertujuan mengembangkan alat ukur work readiness yang sesuai dengan Indonesia.
Dengan menggunakan metode kuantitatif, pengembangan alat ukur ini terdapat lima tahap, yaitu konseptualisasi, konstruksi, uji coba, analisis item, dan revisi alat ukur.
Partisipan yang terlibat sebanyak 320 karyawan kontrak, sehingga dihasilkan alat ukur Work Readiness 24 Item.
Hasil koefisien α Work Readiness Scale dari 24 item adalah sebesar 0.
864, sedangkan analisis goodness of fit dari alat ukur ini ialah CFI 0.
95, RMSEA 0.
06, IFI 0.
95, dan NFI 0.
90.
Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa alat ukur ini secara keseluruhan dinilai reliabel dan valid.
.
Related Results
PERANCANGAN SISTEM MANAJEMAN ADMINISTRASI DAN PENGINGAT KONTRAK KARYAWAN PADA PT. PUTRA DUMAS LESTARI
PERANCANGAN SISTEM MANAJEMAN ADMINISTRASI DAN PENGINGAT KONTRAK KARYAWAN PADA PT. PUTRA DUMAS LESTARI
Karyawan kontrak atau sering juga disebut karyawan tidak tetap, umumnya terikat hubungan kerja dengan perusahaan untuk pekerjaan dengan keahlian tertentu, atau jangka waktu tertent...
HUBUNGAN PENEMPATAN KERJA KARYAWAN DENGAN EFEKTIVITAS KERJA KARYAWAN PADA CV. ANYAR PUTRA CIAMIS
HUBUNGAN PENEMPATAN KERJA KARYAWAN DENGAN EFEKTIVITAS KERJA KARYAWAN PADA CV. ANYAR PUTRA CIAMIS
Pengamatan awal menunjukan bahwa efektivitas kerja karyawan CV. Anyar Putra Ciamis belum optimal, indikator yang terlihat meliputi ; masih adanya karyawan yang belum mempunyai k...
Analisis Kinerja Karyawan dengan Motivasi Kerja Sebagai Variabel Intervening (Studi Kasus pada Pt. Hwa Seung Indonesia)
Analisis Kinerja Karyawan dengan Motivasi Kerja Sebagai Variabel Intervening (Studi Kasus pada Pt. Hwa Seung Indonesia)
Tujuan. Untuk menganalisis pengaruh gaya kepemimpinan terhadap motivasi karyawan, untuk menganalisis pengaruh gaya kepemimpinan terhadap kinerja karyawan, untuk menganalisis pengar...
PERSPEKTIF FORCE MAJEURE DAN REBUS SIC STANTIBUS DALAM SISTEM HUKUM INDONESIA
PERSPEKTIF FORCE MAJEURE DAN REBUS SIC STANTIBUS DALAM SISTEM HUKUM INDONESIA
Peranan kontrak sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Kontrak adalah: Kesepakatan para pihak tentang sesuatu hal yang melahirkan perikatan/hubungan hukum, menimbulkan hak dan...
PERANAN SUASANA KERJA TERHADAP KEINGINAN PINDAH KERJA PADA KARYAWAN PT HASNUR JAYA UTAMA
PERANAN SUASANA KERJA TERHADAP KEINGINAN PINDAH KERJA PADA KARYAWAN PT HASNUR JAYA UTAMA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya peranan suasana kerja terhadap keinginan pindah kerja karyawan. Populasi pada penelitian ini yaitu seluruh karyawan PT. Hasnu...
Pengaruh Kecerdasan Emosional dan Lingkungan Kerja terhadap Kinerja Karyawan
Pengaruh Kecerdasan Emosional dan Lingkungan Kerja terhadap Kinerja Karyawan
Abstract. Human Resource Management that is managed with full effort is necessary in order to improve the results of good employee performance, because employee performance is one ...
PENGARUH MOTIVASI INTRINSIK DAN EKTRINSIK TERHADAP KINERJA KARYAWAN KOPERASI SYARIAH DI KALIBARU
PENGARUH MOTIVASI INTRINSIK DAN EKTRINSIK TERHADAP KINERJA KARYAWAN KOPERASI SYARIAH DI KALIBARU
Keberhasilan sebuah perusahaan sangat erat kaitannya dengan kinerja karyawan yang ada di dalamnya. Karyawan merupakan penggerak dan pengendali dalam perusahaan. Meningkatnya kinerj...
PENGARUH MUTASI KERJA DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA PT. PHAROS INDONESIA (STUDI EMPIRIS PADA PT. PHAROS INDONESIA KANTOR CABANG JAKARTA 2)
PENGARUH MUTASI KERJA DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA PT. PHAROS INDONESIA (STUDI EMPIRIS PADA PT. PHAROS INDONESIA KANTOR CABANG JAKARTA 2)
Abstrak
Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh mutasi kerja terhadap kinerja karyawan PT. Pharos Indonesia, pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja karyawan di ...

