Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

SISTEM TEBASAN PADA USAHATANI PADI DAN DAMPAKNYA TERHADAP KONDISI SOSIAL EKONOMI PETANI DI KABUPATEN JEMBER

View through CrossRef
Padi merupakan komoditi tanaman utama bagi mayoritas petani di Kabupaten Jember, oleh karena itu dibutuhkan sistem pemasaran padi yang sesuai. Penelitian ini bertujuan: (1) mengetahui mekanisme sistem pemasaran padi di Kabupaten Jember; (2) mengetahui ada tidaknya perbedaan pendapatan yang diterima petani dengan sistem tebasan dan jual sendiri; dan (3) mengetahui dampak sistem tebasan terhadap kondisi sosial ekonomi petani. Penentuan daerah penelitian secara purposive method yakni di Kabupaten Jember. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif, analitik, dan komparatif dengan 60 sampel yang dilakukan secara purposive dan incidental sampling. Metode analisis data dengan deskriptif, analisis pendapatan, dan uji beda rata-rata (uji t). Kesimpulan penelitian: (1) Mekanisme sistem jual sendiri: mayoritas petani responden menjual langsung ke pedagang dalam bentuk gabah Kering Sawah (GKS) dengan tenaga kerja panen borongan atau harian. Upah tenaga kerja menjadi tanggung jawab petani. Biaya angkut dan biaya pengemasan (zak) ditanggung pedagang. Transaksi penjualan dilakukan di tempat pedagang. Mekanisme sistem tebasan melibatkan peluncur sebagai penghubung antara penebas dengan petani. Padi yang ditebaskan berumur kurang dari 1-2 minggu sebelum panen, terjadi tawar-menawar harga antara peluncur dengan petani atau antara petani dengan penebas. Jika terjadi kesepakatan harga maka penebas akan memberikan uang muka pembayaran atau uang panjer dan sisanya akan dibayarkan pada saat panen. Keseluruhan biaya tenaga kerja dan biaya panen lainnya menjadi tanggung jawab penebas. (2) Analisis pendapatan menunjukkan rata-rata pendapatan per ha petani sistem tebasan lebih tinggi Rp. 1.531.506,535/ha dibanding sistem jual sendiri. Uji statistik menunjukkan tidak ada perbedaan nyata antara rata-rata pendapatan petani dengan sistem tebasan dan sistem jual sendiri. (3) Dampak positif tebasan: mengurangi/meminimalkan resiko dan memudahkan petani dalam proses panen dan pemasaran. Dampak negatif: mengurangi kesempatan kerja di lingkungan sekitar petani, mengurangi pendapatan masyarakat pengasak di lingkungan sekitar petani, dan adanya kecurangan pihak penebas dengan tidak tepat janji mengenai pembayaran.
Title: SISTEM TEBASAN PADA USAHATANI PADI DAN DAMPAKNYA TERHADAP KONDISI SOSIAL EKONOMI PETANI DI KABUPATEN JEMBER
Description:
Padi merupakan komoditi tanaman utama bagi mayoritas petani di Kabupaten Jember, oleh karena itu dibutuhkan sistem pemasaran padi yang sesuai.
Penelitian ini bertujuan: (1) mengetahui mekanisme sistem pemasaran padi di Kabupaten Jember; (2) mengetahui ada tidaknya perbedaan pendapatan yang diterima petani dengan sistem tebasan dan jual sendiri; dan (3) mengetahui dampak sistem tebasan terhadap kondisi sosial ekonomi petani.
Penentuan daerah penelitian secara purposive method yakni di Kabupaten Jember.
Metode penelitian menggunakan metode deskriptif, analitik, dan komparatif dengan 60 sampel yang dilakukan secara purposive dan incidental sampling.
Metode analisis data dengan deskriptif, analisis pendapatan, dan uji beda rata-rata (uji t).
Kesimpulan penelitian: (1) Mekanisme sistem jual sendiri: mayoritas petani responden menjual langsung ke pedagang dalam bentuk gabah Kering Sawah (GKS) dengan tenaga kerja panen borongan atau harian.
Upah tenaga kerja menjadi tanggung jawab petani.
Biaya angkut dan biaya pengemasan (zak) ditanggung pedagang.
Transaksi penjualan dilakukan di tempat pedagang.
Mekanisme sistem tebasan melibatkan peluncur sebagai penghubung antara penebas dengan petani.
Padi yang ditebaskan berumur kurang dari 1-2 minggu sebelum panen, terjadi tawar-menawar harga antara peluncur dengan petani atau antara petani dengan penebas.
Jika terjadi kesepakatan harga maka penebas akan memberikan uang muka pembayaran atau uang panjer dan sisanya akan dibayarkan pada saat panen.
Keseluruhan biaya tenaga kerja dan biaya panen lainnya menjadi tanggung jawab penebas.
(2) Analisis pendapatan menunjukkan rata-rata pendapatan per ha petani sistem tebasan lebih tinggi Rp.
1.
531.
506,535/ha dibanding sistem jual sendiri.
Uji statistik menunjukkan tidak ada perbedaan nyata antara rata-rata pendapatan petani dengan sistem tebasan dan sistem jual sendiri.
(3) Dampak positif tebasan: mengurangi/meminimalkan resiko dan memudahkan petani dalam proses panen dan pemasaran.
Dampak negatif: mengurangi kesempatan kerja di lingkungan sekitar petani, mengurangi pendapatan masyarakat pengasak di lingkungan sekitar petani, dan adanya kecurangan pihak penebas dengan tidak tepat janji mengenai pembayaran.

Related Results

DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Analisis Keuntungan Petani Padi di Kecamatan Kapuas Murung Kabupaten Kapuas
Analisis Keuntungan Petani Padi di Kecamatan Kapuas Murung Kabupaten Kapuas
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendapatan bersih petani padi di daerah penelitian dan untuk menganalisis kelayakan usahatani padi di Kecamatan Kapuas Murung. Penelitia...
ANALISIS KELEMBAGAAN AGRIBISNIS PADI SAWAH DI NAGARI LUBUK PANDAN KECAMATAN 2X11 ENAM LINGKUNG KABUPATEN PADANG PARIAMAN
ANALISIS KELEMBAGAAN AGRIBISNIS PADI SAWAH DI NAGARI LUBUK PANDAN KECAMATAN 2X11 ENAM LINGKUNG KABUPATEN PADANG PARIAMAN
Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi dan menganalisis kelembagaan agribisnis padi sawah dan untuk mengetahui bentuk kemitraan serta peran kelujuan penelitian untuk mengidentifi...
ANALISIS USAHATANI PADI SAWAH VARIETAS LOKAL DAN VARIETAS UNGGUL DI KECAMATAN MARTAPURA BARAT, KABUPATEN BANJAR
ANALISIS USAHATANI PADI SAWAH VARIETAS LOKAL DAN VARIETAS UNGGUL DI KECAMATAN MARTAPURA BARAT, KABUPATEN BANJAR
Padi merupakan tanaman pertama yang hingga saat ini menjadi tanaman utama di dunia terutama di Indonesia untuk memenuhi kebutuhan pangan. Di Kecamatan Martapura Barat tepatnya di D...
Perbandingan Produksi Dan Pendapatan Usahatani Padi Sawah di Desa Saentis Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang
Perbandingan Produksi Dan Pendapatan Usahatani Padi Sawah di Desa Saentis Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang
Penelitian ini bertujuan untuk (1) Untuk mengetahui besar produktivitas yang dihasilkan oleh petani Penangkar Benih dan Kelompok Tani Subur di Desa Saentis, (2) Untuk mengetahui be...
Perancangan alat bantu pemindahan padi dan pengangkutan karung padi menggunakan metode rasional (Studi kasus petani Kabupaten Majalengka)
Perancangan alat bantu pemindahan padi dan pengangkutan karung padi menggunakan metode rasional (Studi kasus petani Kabupaten Majalengka)
Petani kabupaten majalengka melakukan proses pemindahan padi dan pengangkatan karung padi yang dilakukan secara manual. Postur tubuh petani pada saat proses pemindahan padi ke dala...
ANALISIS USAHATANI JAGUNG MANIS (Zea mays) DI DESA DALUNG KECAMATAN KUTA UTARA KABUPATEN BADUNG
ANALISIS USAHATANI JAGUNG MANIS (Zea mays) DI DESA DALUNG KECAMATAN KUTA UTARA KABUPATEN BADUNG
Salah satu komoditas yang diusahakan oleh petani sejak lima tahun terakhir di Desa Dalung Kecamatan Kuta Utara Kabupaten Badung dalam upaya mewujudkan ketahan panganĀ  seperti tertu...

Back to Top