Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

HUBUNGAN ANTARA LAMA CPB DAN AORTIC CROSS CLAMP DENGAN MORTALITAS DAN LAMA RAWAT DI ICU PADA PASIEN PASCA OPERASI KATUP JANTUNG DI RSUP DR. SARDJITO

View through CrossRef
Latar Belakang: CPB (Cardiopulmonary bypass) mengakibatkan sirkulasi non fisiologis dan AOX (aorticcross clamp) menyebabkan kondisi hipoksia miokard. Lama CPB dan AOX merupakan faktor yang mungkindapat mempengaruhi luaran di ICU pada pasien pasca operasi katup jantung.Tujuan: Untuk mengetahui lama CPB dan AOX terhadap lama rawat dan mortalitas di ICU.Metode: Data didapatkan dari rekam medis rumah sakit dari tahun 2010 sampai 2016. Setelah mengalamiinklusi dan eksklusi, didapatkan 57 pasien yang dianalisis pada luaran mortalitas dan lama rawat di ICU.Hasil: Dari 57 pasien, 9 (15%) memiliki lama rawat di ICU > 3 hari, rerata lama CPB 119,2+32,5 menit, AOX 92,7+27,7 menit, sedangkan 7 (12,3%) meninggal di ICU, rerata lama CPB 113,7+37,3 menit, AOX 79,3+36 menit. Analisis statistik tidak menunjukkan pengaruh lama CPB dan AOX terhadap luaran, namun terdapat faktor CHF+lainnya (p=0,007 OR 9,25 CI 95% 1,84-46,4) yang mempengaruhi lama rawat di ICU, sedangkan mortalitas meningkat pada setiap peningkatan satu angka skor APACHE II (p=0,015 OR 1,69 CI 95% 1,11 2,58).Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan antara lama CPB dan AOX terhadap lama rawat dan mortalitas di ICU, namun dipengaruhi oleh faktor preoperatif (CHF+lainnya) dan faktor pasca operatif (skor APACHE II).
Title: HUBUNGAN ANTARA LAMA CPB DAN AORTIC CROSS CLAMP DENGAN MORTALITAS DAN LAMA RAWAT DI ICU PADA PASIEN PASCA OPERASI KATUP JANTUNG DI RSUP DR. SARDJITO
Description:
Latar Belakang: CPB (Cardiopulmonary bypass) mengakibatkan sirkulasi non fisiologis dan AOX (aorticcross clamp) menyebabkan kondisi hipoksia miokard.
Lama CPB dan AOX merupakan faktor yang mungkindapat mempengaruhi luaran di ICU pada pasien pasca operasi katup jantung.
Tujuan: Untuk mengetahui lama CPB dan AOX terhadap lama rawat dan mortalitas di ICU.
Metode: Data didapatkan dari rekam medis rumah sakit dari tahun 2010 sampai 2016.
Setelah mengalamiinklusi dan eksklusi, didapatkan 57 pasien yang dianalisis pada luaran mortalitas dan lama rawat di ICU.
Hasil: Dari 57 pasien, 9 (15%) memiliki lama rawat di ICU > 3 hari, rerata lama CPB 119,2+32,5 menit, AOX 92,7+27,7 menit, sedangkan 7 (12,3%) meninggal di ICU, rerata lama CPB 113,7+37,3 menit, AOX 79,3+36 menit.
Analisis statistik tidak menunjukkan pengaruh lama CPB dan AOX terhadap luaran, namun terdapat faktor CHF+lainnya (p=0,007 OR 9,25 CI 95% 1,84-46,4) yang mempengaruhi lama rawat di ICU, sedangkan mortalitas meningkat pada setiap peningkatan satu angka skor APACHE II (p=0,015 OR 1,69 CI 95% 1,11 2,58).
Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan antara lama CPB dan AOX terhadap lama rawat dan mortalitas di ICU, namun dipengaruhi oleh faktor preoperatif (CHF+lainnya) dan faktor pasca operatif (skor APACHE II).

Related Results

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature  Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2),  Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Hubungan Indeks ROX dengan Mortalitas Pasien COVID-19 di RSUP Dr. Sardjito
Hubungan Indeks ROX dengan Mortalitas Pasien COVID-19 di RSUP Dr. Sardjito
Latar belakang: Pada Desember 2019, muncul penyakit infeksi baru yang disebabkan oleh virus corona bernama SARS-CoV-2. Penyakit COVID-19 mengakibatkan kegagalan multiorgan yang ter...
Oxygen management in New Zealand and Australian intensive care units: A knowledge translation study
Oxygen management in New Zealand and Australian intensive care units: A knowledge translation study
<p><b>Background: Knowledge translation literature shows a delay between publication and uptake of research findings into clinical practice. There is uncertainty about ...
Oxygen management in New Zealand and Australian intensive care units: A knowledge translation study
Oxygen management in New Zealand and Australian intensive care units: A knowledge translation study
<p><b>Background: Knowledge translation literature shows a delay between publication and uptake of research findings into clinical practice. There is uncertainty about...
Profil Pasien Hospital-Acquired Pneumonia (HAP) Pasca Kraniotomi di ICU RSUD Prof.Dr.Margono Soekarjo
Profil Pasien Hospital-Acquired Pneumonia (HAP) Pasca Kraniotomi di ICU RSUD Prof.Dr.Margono Soekarjo
Kraniotomi adalah tindakan yang banyak dilakukan di RSUD Prof.DR.Margono Soekarjo (RSMS) dan rentan terkena infeksi nosokomial, salah satunya adalah Hospital-Aqcuired Pneumonia (HA...
KECEMASAN SAAT PANDEMI COVID 19: LITERATUR REVIEW Hardiyati, Efri Widianti, Taty Hernawaty Departemen Keperawatan Jiwa Poltekkes Kemenkes Mamuju Sulbar, Universitas Pad...
Tinjauan Kepuasan Pasien Terhadap Mutu Pelayanan Kesehatan
Tinjauan Kepuasan Pasien Terhadap Mutu Pelayanan Kesehatan
Dari survey pendahuluan terhadap 20 pasien diperoleh 5 (25%) pasien menyatakan kurang puas terhadap mutu pelayanan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasa...
TELE-ICU BERMANFAAT DALAM PENCAPAIAN PELAYANAN BERKUALITAS
TELE-ICU BERMANFAAT DALAM PENCAPAIAN PELAYANAN BERKUALITAS
ABSTRAKKejadian mortalitas di ruang ICU masih tinggi. Pasien kritis membutuhkan perawatan kompleks sehingga membutuhkan perawat terlatih dan kompeten tetapi penyebaran tenaga masih...

Back to Top