Javascript must be enabled to continue!
Profil Pasien Hospital-Acquired Pneumonia (HAP) Pasca Kraniotomi di ICU RSUD Prof.Dr.Margono Soekarjo
View through CrossRef
Kraniotomi adalah tindakan yang banyak dilakukan di RSUD Prof.DR.Margono Soekarjo (RSMS) dan rentan terkena infeksi nosokomial, salah satunya adalah Hospital-Aqcuired Pneumonia (HAP). Berdasarkan HAP dibagi menjadi dua : pertama HAP karena penggunaan ventilator 48 jam, kedua HAP karena masa rawatan di rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan profil HAP pasien pasca kraniotomi di ICU RSUP.Prof.Dr.Margono. Jenis penelitian ini adalah deskriptif retrospektif dengan metode non probability sampling. Sampel adalah pasien berusia diatas 18 tahun yang mengalami pneumonia pasca kraniotomi. Data diambil dari ruang IBS,IGD,ICU dan rekam medik RSMS. Hasil insidensi HAP pasca kraniotomi sebesar17%, angka kematian 39%, dengan usia terbanyak diperoleh 51-65 thn (41%), jenis kelamin laki-laki 61%, oprasi emergensi (61%), karna trauma(48%), dengan lama oprasi 2-4 jam(76%), preop GCS <9 (50%), perokok(33%), penyakit paru/trauma paru (13%), diabetes mellitus(9% ),peny jantung (17%), penggunaan ventilator 48 jam 43%, dan kadar albumin <2,5 g/dl (70%). Kuman hasil kultur adalah serretia mercescens (35%). Simpulan: Pasien HAP pasca kraniotomi di ICU RSMS banyak terjadi pada pasien usia 51-65 tahun, laki-laki, menjalani oprasi emergensi dengan penyebab trauma, preoperasi GCS <9, lama oprasi 2-4 jam, memiliki komorbiditas merokok atau diabetes melitus atau penyakit jantung, lama rawatan sebelum HAP > 7 hari, kadar albumin < 2,5 g/dl dengan perkiraan kuman terbanyak adalah serretia mercescens. peny jantung (17%), penggunaan ventilator 48 jam 43%, dan kadar albumin <2,5 g/dl (70%). Kuman hasil kultur adalah serretia mercescens (35%). Simpulan: Pasien HAP pasca kraniotomi di ICU RSMS banyak terjadi pada pasien usia 51-65 tahun, laki-laki, menjalani oprasi emergensi dengan penyebab trauma, preoperasi GCS <9, lama oprasi 2-4 jam, memiliki komorbiditas merokok atau diabetes melitus atau penyakit jantung, lama rawatan sebelum HAP > 7 hari, kadar albumin < 2,5 g/dl dengan perkiraan kuman terbanyak adalah serretia mercescens. peny jantung (17%), penggunaan ventilator 48 jam 43%, dan kadar albumin <2,5 g/dl (70%). Kuman hasil kultur adalah serretia mercescens (35%). Simpulan: Pasien HAP pasca kraniotomi di ICU RSMS banyak terjadi pada pasien usia 51-65 tahun, laki-laki, menjalani oprasi emergensi dengan penyebab trauma, preoperasi GCS <9, lama oprasi 2-4 jam, memiliki komorbiditas merokok atau diabetes melitus atau penyakit jantung, lama rawatan sebelum HAP > 7 hari, kadar albumin < 2,5 g/dl dengan perkiraan kuman terbanyak adalah serretia mercescens.
Kata kunci : kraniotomi, HAP,VAP
Universitas Jenderal Soedirman
Title: Profil Pasien Hospital-Acquired Pneumonia (HAP) Pasca Kraniotomi di ICU RSUD Prof.Dr.Margono Soekarjo
Description:
Kraniotomi adalah tindakan yang banyak dilakukan di RSUD Prof.
DR.
Margono Soekarjo (RSMS) dan rentan terkena infeksi nosokomial, salah satunya adalah Hospital-Aqcuired Pneumonia (HAP).
Berdasarkan HAP dibagi menjadi dua : pertama HAP karena penggunaan ventilator 48 jam, kedua HAP karena masa rawatan di rumah sakit.
Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan profil HAP pasien pasca kraniotomi di ICU RSUP.
Prof.
Dr.
Margono.
Jenis penelitian ini adalah deskriptif retrospektif dengan metode non probability sampling.
Sampel adalah pasien berusia diatas 18 tahun yang mengalami pneumonia pasca kraniotomi.
Data diambil dari ruang IBS,IGD,ICU dan rekam medik RSMS.
Hasil insidensi HAP pasca kraniotomi sebesar17%, angka kematian 39%, dengan usia terbanyak diperoleh 51-65 thn (41%), jenis kelamin laki-laki 61%, oprasi emergensi (61%), karna trauma(48%), dengan lama oprasi 2-4 jam(76%), preop GCS <9 (50%), perokok(33%), penyakit paru/trauma paru (13%), diabetes mellitus(9% ),peny jantung (17%), penggunaan ventilator 48 jam 43%, dan kadar albumin <2,5 g/dl (70%).
Kuman hasil kultur adalah serretia mercescens (35%).
Simpulan: Pasien HAP pasca kraniotomi di ICU RSMS banyak terjadi pada pasien usia 51-65 tahun, laki-laki, menjalani oprasi emergensi dengan penyebab trauma, preoperasi GCS <9, lama oprasi 2-4 jam, memiliki komorbiditas merokok atau diabetes melitus atau penyakit jantung, lama rawatan sebelum HAP > 7 hari, kadar albumin < 2,5 g/dl dengan perkiraan kuman terbanyak adalah serretia mercescens.
peny jantung (17%), penggunaan ventilator 48 jam 43%, dan kadar albumin <2,5 g/dl (70%).
Kuman hasil kultur adalah serretia mercescens (35%).
Simpulan: Pasien HAP pasca kraniotomi di ICU RSMS banyak terjadi pada pasien usia 51-65 tahun, laki-laki, menjalani oprasi emergensi dengan penyebab trauma, preoperasi GCS <9, lama oprasi 2-4 jam, memiliki komorbiditas merokok atau diabetes melitus atau penyakit jantung, lama rawatan sebelum HAP > 7 hari, kadar albumin < 2,5 g/dl dengan perkiraan kuman terbanyak adalah serretia mercescens.
peny jantung (17%), penggunaan ventilator 48 jam 43%, dan kadar albumin <2,5 g/dl (70%).
Kuman hasil kultur adalah serretia mercescens (35%).
Simpulan: Pasien HAP pasca kraniotomi di ICU RSMS banyak terjadi pada pasien usia 51-65 tahun, laki-laki, menjalani oprasi emergensi dengan penyebab trauma, preoperasi GCS <9, lama oprasi 2-4 jam, memiliki komorbiditas merokok atau diabetes melitus atau penyakit jantung, lama rawatan sebelum HAP > 7 hari, kadar albumin < 2,5 g/dl dengan perkiraan kuman terbanyak adalah serretia mercescens.
Kata kunci : kraniotomi, HAP,VAP.
Related Results
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Frequency of Common Chromosomal Abnormalities in Patients with Idiopathic Acquired Aplastic Anemia
Frequency of Common Chromosomal Abnormalities in Patients with Idiopathic Acquired Aplastic Anemia
Objective: To determine the frequency of common chromosomal aberrations in local population idiopathic determine the frequency of common chromosomal aberrations in local population...
Evolution of Antimicrobial Resistance in Community vs. Hospital-Acquired Infections
Evolution of Antimicrobial Resistance in Community vs. Hospital-Acquired Infections
Abstract
Introduction
Hospitals are high-risk environments for infections. Despite the global recognition of these pathogens, few studies compare microorganisms from community-acqu...
Oxygen management in New Zealand and Australian intensive care units: A knowledge translation study
Oxygen management in New Zealand and Australian intensive care units: A knowledge translation study
<p><b>Background: Knowledge translation literature shows a delay between publication and uptake of research findings into clinical practice. There is uncertainty about ...
Oxygen management in New Zealand and Australian intensive care units: A knowledge translation study
Oxygen management in New Zealand and Australian intensive care units: A knowledge translation study
<p><b>Background: Knowledge translation literature shows a delay between publication and uptake of research findings into clinical practice. There is uncertainty about...
HUBUNGAN PREHOSPITAL DELAY DENGAN KEPARAHAN STROKE ISKEMIK BERDASARKAN KRITERIA NIHSS DI RSUD PROF. DR. MARGONO SOEKARJO
HUBUNGAN PREHOSPITAL DELAY DENGAN KEPARAHAN STROKE ISKEMIK BERDASARKAN KRITERIA NIHSS DI RSUD PROF. DR. MARGONO SOEKARJO
Pasien stroke di Indonesia banyak mengalami keterlambatan kedatangan ke rumah sakit atau prehospital delay. Pencegahan dalam mengurangi kematian dan meminimalkan kerusakan otak ada...
TELE-ICU BERMANFAAT DALAM PENCAPAIAN PELAYANAN BERKUALITAS
TELE-ICU BERMANFAAT DALAM PENCAPAIAN PELAYANAN BERKUALITAS
ABSTRAKKejadian mortalitas di ruang ICU masih tinggi. Pasien kritis membutuhkan perawatan kompleks sehingga membutuhkan perawat terlatih dan kompeten tetapi penyebaran tenaga masih...
INDIKASI MEDIS DAN PENYEMBUHAN LUKA PASIEN POST HISTEREKTOMI DI RSUD PROF. DR. MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO
INDIKASI MEDIS DAN PENYEMBUHAN LUKA PASIEN POST HISTEREKTOMI DI RSUD PROF. DR. MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO
Histerektomi merupakan prosedur pembedahan ginekologi yang paling umum dilakukan pada pasien dengan tumor atau kanker ginekologi. Prevalensi histerektomi di Amerika Serikat mencapa...

