Javascript must be enabled to continue!
Analisis Berpikir Komputasional Siswa dalam Menyelesaikan Masalah Matematika
View through CrossRef
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir komputasional siswa dalam menyelesaikan masalah matematika. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik pengambilan subjek pada penelitian ini adalah purposive sampling dan snowball sampling. Subjek dalam penelitian ini yaitu siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Purworejo dengan kemampuan tinggi yang sudah memperoleh materi pola bilangan. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu dengan menggunakan tes, wawancara, dokumentasi, dan catatan lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan kemampuan tinggi telah mampu menyelesaikan soal masalah matematika dengan memuat aspek berpikir komputasional. Aspek yang termuat yaitu dekomposisi masalah, pengenalan pola, abstraksi, dan berpikir algoritma. Berpikir algoritma dilakukan dari awal hingga akhir. Langkah pertama yang dilakukan oleh siswa yaitu melakukan dekomposisi masalah, namun telah didahului berpikir algoritma dalam menentukan kegiatan dekomposisi masalah yang akan dilakukan oleh siswa. Sedangkan, abstraksi berlangsung sejak siswa melakukan dekomposisi masalah dengan langkah mengubah masalah matematika menjadi model matematika. Setelah dekomposisi masalah, muncul pengenalan pola yang mana langkah pengenalan pola ini tidak sepenuhnya dilakukan secara tertulis.
Title: Analisis Berpikir Komputasional Siswa dalam Menyelesaikan Masalah Matematika
Description:
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir komputasional siswa dalam menyelesaikan masalah matematika.
Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi.
Teknik pengambilan subjek pada penelitian ini adalah purposive sampling dan snowball sampling.
Subjek dalam penelitian ini yaitu siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Purworejo dengan kemampuan tinggi yang sudah memperoleh materi pola bilangan.
Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu dengan menggunakan tes, wawancara, dokumentasi, dan catatan lapangan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan kemampuan tinggi telah mampu menyelesaikan soal masalah matematika dengan memuat aspek berpikir komputasional.
Aspek yang termuat yaitu dekomposisi masalah, pengenalan pola, abstraksi, dan berpikir algoritma.
Berpikir algoritma dilakukan dari awal hingga akhir.
Langkah pertama yang dilakukan oleh siswa yaitu melakukan dekomposisi masalah, namun telah didahului berpikir algoritma dalam menentukan kegiatan dekomposisi masalah yang akan dilakukan oleh siswa.
Sedangkan, abstraksi berlangsung sejak siswa melakukan dekomposisi masalah dengan langkah mengubah masalah matematika menjadi model matematika.
Setelah dekomposisi masalah, muncul pengenalan pola yang mana langkah pengenalan pola ini tidak sepenuhnya dilakukan secara tertulis.
Related Results
PROSES BERPIKIR KOMPUTASIONAL SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL PISA KONTEN CHANGE AND RELATIONSHIP BERDASARKAN SELF-REGULATED LEARNING
PROSES BERPIKIR KOMPUTASIONAL SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL PISA KONTEN CHANGE AND RELATIONSHIP BERDASARKAN SELF-REGULATED LEARNING
This study aims to describe students' computational thinking processes in solving PISA questions on change and relationship content based on self-regulated learning. This type of r...
DIAGNOSTIK KESULITAN DALAM MENYELESAIKAN MASALAH KONTEKSTUAL DITINJAU DARI GAYA BELAJAR PADA SISWA KELAS IV MI MA’ARIF POLOREJO
DIAGNOSTIK KESULITAN DALAM MENYELESAIKAN MASALAH KONTEKSTUAL DITINJAU DARI GAYA BELAJAR PADA SISWA KELAS IV MI MA’ARIF POLOREJO
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesulitan belajar untuk siswa yang bergaya belajar visual, auditori, dan kinestetik dalam menyelesaikan masalah kontektual, perbedaan kesu...
Pentingnya kemampuan literasi matematika dalam pembelajaran matematika
Pentingnya kemampuan literasi matematika dalam pembelajaran matematika
Untuk menyelesaikan suatu masalah dalam matematika diperlukan literasi matematika. Literasi matematika merupakan kapasitas untuk memformulasikan, menafsirkan dan menjabarkan matema...
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN MATEMATIKA REALISTIK UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KOMPUTASIONAL SISWA
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN MATEMATIKA REALISTIK UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KOMPUTASIONAL SISWA
Computational thinking is a type of problem-solving ability using logical thinking that students do with regular steps. This cognitive ability is one of the important skills in sup...
PROFIL KOMUNIKASI MATEMATIKA TULIS SISWA DALAM PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA BERDASARKAN GAYA KOGNITIF FIELD DEPENDENT DAN FIELD INDEPENDENT
PROFIL KOMUNIKASI MATEMATIKA TULIS SISWA DALAM PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA BERDASARKAN GAYA KOGNITIF FIELD DEPENDENT DAN FIELD INDEPENDENT
Kompetensi komunikasi siswa haruslah menjadi fokus utama guru karena termasuk dalam salah satu tujuan kurikulum 2013 dalam pembelajaran matematika. Komunikasi berperan penting dala...
ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA MASALAH ETNOMATEMATIKA
ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA MASALAH ETNOMATEMATIKA
Etnomatematika mengaitkan konsep matematika dengan budaya lokal, membantu siswa belajar dari konteks budaya mereka dan meningkatkan pemahaman matematika. Siswa sering kesulitan men...
BERPIKIR KONEKSI RELATIF KOMPLEKS DALAM MENYELESAIKAN MASALAH MATEMATIKA
BERPIKIR KONEKSI RELATIF KOMPLEKS DALAM MENYELESAIKAN MASALAH MATEMATIKA
Tujuan dari artikel ini adalah untuk mendeskripsikan tentang koneksi matematis relatif melalui reflektif mahasiswa dalam menyelesaikan masalah matematika. Berpikir koneksi yang per...
Identifikasi Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Mahasiswa Calon Guru SD di STKIP Taman Siswa Bima dan Cara Pengembangannya
Identifikasi Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Mahasiswa Calon Guru SD di STKIP Taman Siswa Bima dan Cara Pengembangannya
Kemampuan pemecahan masalah matematika merupakan kemampuan seseorang dalam menyelesaikan masalah matematika dengan menggunakan tahap-tahap penyelesaian yang jelas. Kemampuan pemec...

