Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN MATEMATIKA REALISTIK UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KOMPUTASIONAL SISWA

View through CrossRef
Computational thinking is a type of problem-solving ability using logical thinking that students do with regular steps. This cognitive ability is one of the important skills in supporting students with mathematical concepts. However, the advantages of computational thinking do not seem to be paid much attention to by education, especially in Indonesia. This is because the learning approach does not emphasize the positive aspects that can improve students' computational thinking. As a result, the average computational thinking ability of students is low. This type of research uses an experimental method of pretest-posttest control group design. The population involved was class XII students at MA Daruttauhid Malang, which consisted of 22 students in the experimental class, and 24 students in the control class. The research data is in the form of pre-test scores before being given realistic mathematics learning treatment, and post-test score data. The results obtained showed that the computational thinking ability of students in the experimental class was higher than in the control class. To be clear, this fact is measured by calculating the N-Gain scores of students in the experimental class with a value of 0.7 (high category), and the N-Gain scores of control class students with a value of 0.5 (medium category). Abstrak Berpikir komputasional adalah jenis kemampuan pemecahan masalah menggunakan logika berpikir yang dilakukan siswa dengan langkah yang teratur. Kemampuan kognitif tersebut menjadi salah satu keterampilan penting dalam mendukung siswa terhadap konsep matematika. Namun keunggulan dari pemikiran komputasional, nampaknya tidak terlalu diperhatikan oleh Pendidikan, khususnya di Indonesia. Hal ini karena pendekatan pembelajaran kurang menekankan pada aspek positif yang dapat memberikan peningkatan siswa dalam berpikir secara komputasional. Akibatnya secara rata-rata kemampuan berpikir komputasional siswa menjadi rendah. Jenis penelitian ini menggunakan metode eksperimen jenis pretest-posttest control group design. Populasi yang terlibat ialah siswa kelas XII MA Daruttauhid Malang yang terdiri atas sebanyak 22 siswa pada kelas eksperimen, dan 24 siswa kelas kontrol. Data penelitian berupa skor pretest sebelum diberikan perlakuan pembelajaran matematika realistik, dan data skor posttest. Hasil penelitian yang diperoleh, menunjukkan bahwa kemampuan berpikir komputasional siswa pada kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol. Untuk lebih jelasnya, fakta ini diukur dengan menghitung skor N-Gain siswa pada kelas eksperimen dengan nilai 0,7 (kategori tinggi), dan skor N-Gain siswa kelas kontrol bernilai 0,5 (kategori sedang).
Title: IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN MATEMATIKA REALISTIK UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KOMPUTASIONAL SISWA
Description:
Computational thinking is a type of problem-solving ability using logical thinking that students do with regular steps.
This cognitive ability is one of the important skills in supporting students with mathematical concepts.
However, the advantages of computational thinking do not seem to be paid much attention to by education, especially in Indonesia.
This is because the learning approach does not emphasize the positive aspects that can improve students' computational thinking.
As a result, the average computational thinking ability of students is low.
This type of research uses an experimental method of pretest-posttest control group design.
The population involved was class XII students at MA Daruttauhid Malang, which consisted of 22 students in the experimental class, and 24 students in the control class.
The research data is in the form of pre-test scores before being given realistic mathematics learning treatment, and post-test score data.
The results obtained showed that the computational thinking ability of students in the experimental class was higher than in the control class.
To be clear, this fact is measured by calculating the N-Gain scores of students in the experimental class with a value of 0.
7 (high category), and the N-Gain scores of control class students with a value of 0.
5 (medium category).
Abstrak Berpikir komputasional adalah jenis kemampuan pemecahan masalah menggunakan logika berpikir yang dilakukan siswa dengan langkah yang teratur.
Kemampuan kognitif tersebut menjadi salah satu keterampilan penting dalam mendukung siswa terhadap konsep matematika.
Namun keunggulan dari pemikiran komputasional, nampaknya tidak terlalu diperhatikan oleh Pendidikan, khususnya di Indonesia.
Hal ini karena pendekatan pembelajaran kurang menekankan pada aspek positif yang dapat memberikan peningkatan siswa dalam berpikir secara komputasional.
Akibatnya secara rata-rata kemampuan berpikir komputasional siswa menjadi rendah.
Jenis penelitian ini menggunakan metode eksperimen jenis pretest-posttest control group design.
Populasi yang terlibat ialah siswa kelas XII MA Daruttauhid Malang yang terdiri atas sebanyak 22 siswa pada kelas eksperimen, dan 24 siswa kelas kontrol.
Data penelitian berupa skor pretest sebelum diberikan perlakuan pembelajaran matematika realistik, dan data skor posttest.
Hasil penelitian yang diperoleh, menunjukkan bahwa kemampuan berpikir komputasional siswa pada kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol.
Untuk lebih jelasnya, fakta ini diukur dengan menghitung skor N-Gain siswa pada kelas eksperimen dengan nilai 0,7 (kategori tinggi), dan skor N-Gain siswa kelas kontrol bernilai 0,5 (kategori sedang).

Related Results

Implementasi Model BAHIMAT Dalam Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis dan Bertanya di Sekolah Dasar
Implementasi Model BAHIMAT Dalam Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis dan Bertanya di Sekolah Dasar
Rendahnya kemampuan berpikir kritis dan bertanya pada siswa dalam pembelajaran Bahasa Indonesia disebabkan oleh pembelajaran yang masih terpusat pada guru, kurang bervariasi, dan b...
KERANGKA KONSEPTUAL PENDIDIKAN MATEMATIKA REALISTIK PADA KELAS VIRTUAL UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMODELAN MATEMATIKA SISWA SMP
KERANGKA KONSEPTUAL PENDIDIKAN MATEMATIKA REALISTIK PADA KELAS VIRTUAL UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMODELAN MATEMATIKA SISWA SMP
Abstract : Conceptual Framework of Realistic Mathematics Education in Virtual Classrooms to Improve Mathematical Modeling Ability of Junior High School Students. The main objective...
Pengaruh Pendekatan Pembelajaran Dan Efikasi Diri Terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif Matematika Siswa
Pengaruh Pendekatan Pembelajaran Dan Efikasi Diri Terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif Matematika Siswa
Pemerintah tidak menyadari bahwa mengubah kurikulum saja tidak cukup, sebab perubahan kurikulum tidak dengan sendirinya dapat merubah pola berpikir siswa terutama dalam pelajaran m...
Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa Kelas VIII SMPN 1 Lingsar Ditinjau dari Karakteristik Cara Berpikir
Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa Kelas VIII SMPN 1 Lingsar Ditinjau dari Karakteristik Cara Berpikir
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan komunikasi matematis siswa ditinjau dari karakteristik cara berpikir siswa kelas VIII SMPN 1 Lingsar. Jenis penelitian ini ...
Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa dalam Pembelajaran Matematika Menggunakan Pendekatan Pendidikan Matematika Realistik di SMP
Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa dalam Pembelajaran Matematika Menggunakan Pendekatan Pendidikan Matematika Realistik di SMP
Pada era globalisasi manusia dituntut memiliki kemampuan dalam memperoleh, memilih, mengelola, informasi untuk dimanfaatkan dalam kehidupan yang menuntut kita memiliki kemampuan be...

Back to Top