Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

MODERASI KOMITE AUDIT PADA DETERMINAN KECURANGAN LAPORAN KEUANGAN

View through CrossRef
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi kecurangan laporan keuangan dengan menggunakan analisis kecurangan pentagon dan melalui moderasi komite audit. Fraud pentagon merupakan konsep yang menjelaskan faktor-faktor yang menyebabkan seseorang melakukan penipuan, yaitu tekanan, kesempatan, rasionalisasi, kemampuan, dan kesombongan. Dalam penelitian ini faktor tekanan diproksikan dengan menggunakan target keuangan (ROA). Faktor peluang diproksi dengan menggunakan pemantauan yang efektif (PLG). Faktor rasionalisasi diproksi dengan menggunakan pergantian auditor (RAS). Faktor kapabilitas diproksi dengan menggunakan pergantian direksi (ABI). Terakhir, faktor arogansi diproksikan dengan menggunakan banyaknya foto CEO (ARO). Penelitian ini menggunakan model F-Score untuk melihat potensi kecurangan laporan keuangan (KLK) dan jumlah komite audit (KAU) sebagai variabel moderasi. Sampel dalam penelitian ini adalah 26 perusahaan sektor energi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2017-2021 yang memenuhi kriteria tertentu. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis jalur dan pengujian hipotesis menggunakan uji t. Hasil riset ini menyatakan bahwa peluang dan rasionalisasi berpengaruh terhadap kecurangan laporan keuangan. Tekanan, kemampuan, dan arogansi tidak berpengaruh terhadap kecurangan laporan keuangan. Komite audit mampu memoderasi pengaruh peluang terhadap kecurangan laporan keuangan. Pengaruh tekanan, rasionalisasi, kemampuan dan arogansi tidak dapat dimoderasi dengan komite audit terhadap kecurangan laporankeuangan.
Title: MODERASI KOMITE AUDIT PADA DETERMINAN KECURANGAN LAPORAN KEUANGAN
Description:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi kecurangan laporan keuangan dengan menggunakan analisis kecurangan pentagon dan melalui moderasi komite audit.
Fraud pentagon merupakan konsep yang menjelaskan faktor-faktor yang menyebabkan seseorang melakukan penipuan, yaitu tekanan, kesempatan, rasionalisasi, kemampuan, dan kesombongan.
Dalam penelitian ini faktor tekanan diproksikan dengan menggunakan target keuangan (ROA).
Faktor peluang diproksi dengan menggunakan pemantauan yang efektif (PLG).
Faktor rasionalisasi diproksi dengan menggunakan pergantian auditor (RAS).
Faktor kapabilitas diproksi dengan menggunakan pergantian direksi (ABI).
Terakhir, faktor arogansi diproksikan dengan menggunakan banyaknya foto CEO (ARO).
Penelitian ini menggunakan model F-Score untuk melihat potensi kecurangan laporan keuangan (KLK) dan jumlah komite audit (KAU) sebagai variabel moderasi.
Sampel dalam penelitian ini adalah 26 perusahaan sektor energi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2017-2021 yang memenuhi kriteria tertentu.
Teknik analisis yang digunakan adalah analisis jalur dan pengujian hipotesis menggunakan uji t.
Hasil riset ini menyatakan bahwa peluang dan rasionalisasi berpengaruh terhadap kecurangan laporan keuangan.
Tekanan, kemampuan, dan arogansi tidak berpengaruh terhadap kecurangan laporan keuangan.
Komite audit mampu memoderasi pengaruh peluang terhadap kecurangan laporan keuangan.
Pengaruh tekanan, rasionalisasi, kemampuan dan arogansi tidak dapat dimoderasi dengan komite audit terhadap kecurangan laporankeuangan.

Related Results

Paper K-9 Pelaporan Hasil Audit dan Tindak Lanjut Audit Internal
Paper K-9 Pelaporan Hasil Audit dan Tindak Lanjut Audit Internal
Pelaporan hasil audit merupakan komponen utama dalam komunikasi dari audit internal tentang hasil audit. Untuk mengkomunikasikan hasil audit diperlukan susunan laporan, dimana hasi...
STRUKTUR CORPORATE GOVERNACE TERHADAP KESULITAN KEUANGAN
STRUKTUR CORPORATE GOVERNACE TERHADAP KESULITAN KEUANGAN
Penelitian ini bertujuan untuk meneliti pengaruh Struktur Corporate Governance (CG) terhadap Kesulitan Keuangan. Kontribusi penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi kebenaran tuj...
DETERMINAN FEE AUDIT
DETERMINAN FEE AUDIT
ABSTRACT This study aims to examine the factors that affect audit fees. Factors examined include  factors derived from the entity (client) and the factors derived from the auditor....
Analisis Fraud Pentagon Terhadap Kecurangan Laporan Keuangan
Analisis Fraud Pentagon Terhadap Kecurangan Laporan Keuangan
Pendahuluan/Tujuan Utama: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh fraud pentagon yang terdiri dari pressure, opportunity, rationalization, capability, dan arrogance te...
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Integritas Laporan Keuangan: Whistleblowing System Sebagai Variabel Pemoderasi
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Integritas Laporan Keuangan: Whistleblowing System Sebagai Variabel Pemoderasi
Penelitian ini memiliki tujuan untuk menguji pengaruh komisaris independen, komite audit, dan internal audit terhadap integritas laporan keuangan dengan whistleblowing system sebag...
PENGARUH AUDIT TENURE, UKURAN PERUSAHAAN, AUDIT DELAY, KOMITE AUDIT, DAN ROTASI AUDIT TERHADAP KUALITAS AUDIT
PENGARUH AUDIT TENURE, UKURAN PERUSAHAAN, AUDIT DELAY, KOMITE AUDIT, DAN ROTASI AUDIT TERHADAP KUALITAS AUDIT
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas audit pada perusahaan sektor keuangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, dengan fokus pada...
PENTINGNYA KOMITE AUDIT UNTUK KUALITAS PELAPORAN KEUANGAN
PENTINGNYA KOMITE AUDIT UNTUK KUALITAS PELAPORAN KEUANGAN
Abstract : This study aims to examine the effect of audit committee characteristics on financial reporting quality. The population in this study are non-financial companies listed ...

Back to Top