Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Penguatan Literasi Anak Melalui Pendekatan Gamifikasi Di Desa Kebong, Kecamatan Kelam Permai, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat

View through CrossRef
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh rendahnya literasi informasi anak-anak di wilayah pedesaan, khususnya di Desa Kebong, Kecamatan Kelam Permai, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, yang memiliki keterbatasan akses terhadap sumber informasi dan sarana pendidikan. Program ini bertujuan meningkatkan kompetensi literasi informasi anak usia 8–14 tahun melalui pendekatan pembelajaran berbasis gamifikasi yang kontekstual dan mudah dipahami. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif melalui permainan edukatif, simulasi, dan praktik langsung dengan memanfaatkan sumber daya lokal tanpa ketergantungan pada teknologi canggih. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kemampuan peserta dalam mengidentifikasi kebutuhan informasi, mengakses dan mengevaluasi sumber, serta memanfaatkan informasi secara tepat. Selain itu, pendekatan gamifikasi terbukti meningkatkan motivasi, partisipasi aktif, dan keterlibatan kritis peserta. Program ini memberikan kontribusi dalam mengurangi kesenjangan literasi informasi antara wilayah pedesaan dan perkotaan serta berpotensi direplikasi pada komunitas serupa.This community service program is motivated by the low level of information literacy among children in rural areas, particularly in Kebong Village, Kelam Permai District, Sintang Regency, West Kalimantan, where access to quality information and educational resources is limited. The program aims to enhance information literacy skills of children aged 8–14 through a gamification-based learning approach that is contextual and accessible. The implementation applied a participatory method involving educational games, guided simulations, and hands-on activities using locally available resources without reliance on advanced technology. The results indicate improvements in participants’ ability to identify information needs, access and evaluate information sources, and use information appropriately. Furthermore, the gamification approach effectively increased learning motivation, active participation, and critical engagement. Overall, the program contributes to reducing the information literacy gap between rural and urban areas and demonstrates potential for replication in similar communities. 
Title: Penguatan Literasi Anak Melalui Pendekatan Gamifikasi Di Desa Kebong, Kecamatan Kelam Permai, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat
Description:
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh rendahnya literasi informasi anak-anak di wilayah pedesaan, khususnya di Desa Kebong, Kecamatan Kelam Permai, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, yang memiliki keterbatasan akses terhadap sumber informasi dan sarana pendidikan.
Program ini bertujuan meningkatkan kompetensi literasi informasi anak usia 8–14 tahun melalui pendekatan pembelajaran berbasis gamifikasi yang kontekstual dan mudah dipahami.
Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif melalui permainan edukatif, simulasi, dan praktik langsung dengan memanfaatkan sumber daya lokal tanpa ketergantungan pada teknologi canggih.
Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kemampuan peserta dalam mengidentifikasi kebutuhan informasi, mengakses dan mengevaluasi sumber, serta memanfaatkan informasi secara tepat.
Selain itu, pendekatan gamifikasi terbukti meningkatkan motivasi, partisipasi aktif, dan keterlibatan kritis peserta.
Program ini memberikan kontribusi dalam mengurangi kesenjangan literasi informasi antara wilayah pedesaan dan perkotaan serta berpotensi direplikasi pada komunitas serupa.
This community service program is motivated by the low level of information literacy among children in rural areas, particularly in Kebong Village, Kelam Permai District, Sintang Regency, West Kalimantan, where access to quality information and educational resources is limited.
The program aims to enhance information literacy skills of children aged 8–14 through a gamification-based learning approach that is contextual and accessible.
The implementation applied a participatory method involving educational games, guided simulations, and hands-on activities using locally available resources without reliance on advanced technology.
The results indicate improvements in participants’ ability to identify information needs, access and evaluate information sources, and use information appropriately.
Furthermore, the gamification approach effectively increased learning motivation, active participation, and critical engagement.
Overall, the program contributes to reducing the information literacy gap between rural and urban areas and demonstrates potential for replication in similar communities.
 .

Related Results

DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
MAKNA TENUN IKAT DAYAK SINTANG DITINJAU DARI TEORI SEMIOTIKA SOSIAL THEO VAN LEEUWEN
MAKNA TENUN IKAT DAYAK SINTANG DITINJAU DARI TEORI SEMIOTIKA SOSIAL THEO VAN LEEUWEN
<p>ABSTRACT<br />Sintang’s Dayak ikat weaving, which is one of the cultural artifacts of Sintang District, West Kalimantan, is used by indigenous peoples (Dayak tribes)...
SEJARAH KOTA SINTANG DARI 1822 –1900-an
SEJARAH KOTA SINTANG DARI 1822 –1900-an
Abstrak: Penelitian ini bertujuan membahas sejarah Sintang dari tahun 1822 – 1900-an yang dibagi dalam empat periode yaitu Kerajaan Sintang, Sintang pada masa Kolonial Belanda dan ...
Kelâm İlminin Yeniden İnşası Bağlamında Fazlur Rahman’ın Kelâm Eleştirisi
Kelâm İlminin Yeniden İnşası Bağlamında Fazlur Rahman’ın Kelâm Eleştirisi
İslam düşüncesinde Uṣûlü’d-dîn olarak ifade edilen Kelâm ilmi, inşâî bir ilim olarak kabul edilmiştir. Dolayısıyla Kelâm ilmi, teorik anlamda başlangıç olduğu gibi aynı zamanda sos...
ANALISIS PELAKSANAAN PENDIDIKAN POLITIK PDI PERJUANGAN DI DESA MANDIRI JAYA KECAMATAN KELAM PERMAI KABUPATEN SINTANG
ANALISIS PELAKSANAAN PENDIDIKAN POLITIK PDI PERJUANGAN DI DESA MANDIRI JAYA KECAMATAN KELAM PERMAI KABUPATEN SINTANG
Penelitian ini bertolak dari realita pendidikan politik dari partai politik dilaksanakan  hanya menjelang pemilu. Penelitian ini bertujuan umum untuk mendeskripsikan pelaksanaan pe...
PERAN PEMERINTAH DESA DAN PELAKU USAHA TERHADAP BUDAYA LITERASI SISWA SEKOLAH DASAR
PERAN PEMERINTAH DESA DAN PELAKU USAHA TERHADAP BUDAYA LITERASI SISWA SEKOLAH DASAR
Program for International Student Assessment (PISA) tahun 2019 telah merilis hasil kompetensi siswa. Dari ketiga kompetensi yang dinilai, kompetensi literasi siswa paling rendah. M...
PERAN PEMERINTAH DESA DAN PELAKU USAHA TERHADAP BUDAYA LITERASI SISWA SEKOLAH DASAR
PERAN PEMERINTAH DESA DAN PELAKU USAHA TERHADAP BUDAYA LITERASI SISWA SEKOLAH DASAR
Program for International Student Assessment (PISA) tahun 2019 telah merilis hasil kompetensi siswa. Dari ketiga kompetensi yang dinilai, kompetensi literasi siswa paling rendah. M...
Upaya Guru dalam Meningkatkan Minat Membaca Anak pada Masa Adaptasi Kebiasaan Baru di BMBA AIUEO Batujajar Bandung
Upaya Guru dalam Meningkatkan Minat Membaca Anak pada Masa Adaptasi Kebiasaan Baru di BMBA AIUEO Batujajar Bandung
Abstract. Based on the PISA report which was just released 2019, Indonesia's reading score is ranked 72 out of 77 countries (liputan6.com,2019). This condition shows the poor inter...

Back to Top