Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

EVALUASI KONDISI PERSEMAIAN DI DEMPLOT PERSEMAIAN KAWASAN HUTAN DENGAN TUJUAN KHUSUS (KHDTK) DIKLAT KEHUTANAN SISIMENI SANAM

View through CrossRef
Penelitian guna mengevaluasi kondisi persemaian yang berada di Demplot Persemaian KHDTK Diklat Kehutanan Sisimeni Sanam. Hasil analisis pada penelitian ini adalah aspek fisik dan aspek teknis kondisi persemaian di KHDTK Diklat Kehutanan Sisimeni Sanam belum efektif dan efisien baik dari pengelolaan hingga sarana dan prasarananya. Terdapat beberapa benih yang ditanam tanpa diberikan perlakuan pendahuluan yang dapat memperlambat proses perkecambahan seperti benih kemiri (Aleurites moluccanus), benih mete (Anacardium occidentale) dan benih turi (Sesbania grandiflora). Jalur distribusi yang diterapkan di Demplot Persemaian belum efektif dan efisien baik dari proses permintaan bibit tanaman hingga proses pengantaran bibit tanaman. harapanya ada upaya dari pihak pengelola untuk mengatasi permasalahan yang terjadi khususnya permasalahan yang berkaitan dengan kondisi persemaian yang belum efektif dan efisien, serta adanya penambahan pihak pengelola agar pengelolaan di persemaian menjadi lebih efektif dan efisien.
Title: EVALUASI KONDISI PERSEMAIAN DI DEMPLOT PERSEMAIAN KAWASAN HUTAN DENGAN TUJUAN KHUSUS (KHDTK) DIKLAT KEHUTANAN SISIMENI SANAM
Description:
Penelitian guna mengevaluasi kondisi persemaian yang berada di Demplot Persemaian KHDTK Diklat Kehutanan Sisimeni Sanam.
Hasil analisis pada penelitian ini adalah aspek fisik dan aspek teknis kondisi persemaian di KHDTK Diklat Kehutanan Sisimeni Sanam belum efektif dan efisien baik dari pengelolaan hingga sarana dan prasarananya.
Terdapat beberapa benih yang ditanam tanpa diberikan perlakuan pendahuluan yang dapat memperlambat proses perkecambahan seperti benih kemiri (Aleurites moluccanus), benih mete (Anacardium occidentale) dan benih turi (Sesbania grandiflora).
Jalur distribusi yang diterapkan di Demplot Persemaian belum efektif dan efisien baik dari proses permintaan bibit tanaman hingga proses pengantaran bibit tanaman.
harapanya ada upaya dari pihak pengelola untuk mengatasi permasalahan yang terjadi khususnya permasalahan yang berkaitan dengan kondisi persemaian yang belum efektif dan efisien, serta adanya penambahan pihak pengelola agar pengelolaan di persemaian menjadi lebih efektif dan efisien.

Related Results

ISUE STRATEGIS KAWASAN HUTAN PADA PENYUSUNAN RENCANA TATA RUANG WILAYAH
ISUE STRATEGIS KAWASAN HUTAN PADA PENYUSUNAN RENCANA TATA RUANG WILAYAH
Tata ruang adalah wujud dari struktur ruang dan pola ruang; Pola ruang adalah distribusi peruntukan ruang dalam suatu wilayah. Penetapan Kawasan Hutan adalah suatu penegasan tentan...
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT SEKITAR KHDTK UMM DALAM KONSERVASI KAWASAN HUTAN MELALUI SISTEM AGROFORESTRI
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT SEKITAR KHDTK UMM DALAM KONSERVASI KAWASAN HUTAN MELALUI SISTEM AGROFORESTRI
Masyarakat di desa sekitar kawasan KHDTK UMM dalam memanfaatkan sumberdaya alam masih bergantung pada kawasan hutan. Kondisi demikian sangat membahayakan kelestarian kawasan hutan....
Problematik Hukum dan Perlindungan Hak Masyarakat dalam Penggunaan Kawasan Hutan untuk Kegiatan Perkebunan
Problematik Hukum dan Perlindungan Hak Masyarakat dalam Penggunaan Kawasan Hutan untuk Kegiatan Perkebunan
ABSTRAK Hubungan masyarakat dengan kawasan hutan telah terjalin begitu erat. Sayangnya hubungan ini belum didukung dengan tata kelola pemanfaatan dan penggunaan kawasan hutan yang ...
Analisis Pendapatan Kelompok Tani Hutan Wana Mitra Lestari Terhadap Kemitraan Kehutanan di Desa Napal Putih
Analisis Pendapatan Kelompok Tani Hutan Wana Mitra Lestari Terhadap Kemitraan Kehutanan di Desa Napal Putih
ABSTRACT The Wana Mitra Lestari Forest Farmer Group is one of the forest farmer groups located in Napal Putih Village, Serai Serumpun District. The forest work area managed by KTH...
Pembelajaran Pengelolaan Hutan di Pulau Jawa (Studi di KPH Yogyakarta, TN Gunung Halimun Salak, dan TN Gunung Ciremai)
Pembelajaran Pengelolaan Hutan di Pulau Jawa (Studi di KPH Yogyakarta, TN Gunung Halimun Salak, dan TN Gunung Ciremai)
Undang-Undang No. 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan, menyebutkan bahwa penyelenggaraan kehutanan bertujuan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat yang berkeadilan dan berkelanjutan...
KEANEKARAGAMAN JENIS KUPU-KUPU DIKAWASAN HUTAN BATU TIKAR KECAMATAN LUWUK KABUPATEN BANGGAI
KEANEKARAGAMAN JENIS KUPU-KUPU DIKAWASAN HUTAN BATU TIKAR KECAMATAN LUWUK KABUPATEN BANGGAI
ABSTRAKNILLA ERNI NURRACHMAH NINGSIH. 2022. Keanekaragaman Jenis Kupu-kupu di Kawasan Hutan Batu Tikar Kecamatan Luwuk Kabupaten Banggai. (Dibimbing oleh Sulasmi Anggo dan Wahyudin...
Dampak Pendidikan dan Pelatihan Manajemen oleh Perpusnas terhadap Kinerja Pustakawan
Dampak Pendidikan dan Pelatihan Manajemen oleh Perpusnas terhadap Kinerja Pustakawan
Pendahuluan. Indonesia memiliki sekitar 5 ribu pustakawan yang terdaftar di Perpusnas. Kondisi kompetensi pustakawan tersebut sangat bervariasi. Diklat untuk peningkatan kompetensi...
Pemetaan Kawasan Kumuh Menggunakan Metode AHP dan GIS di Kota Tanjungbalai
Pemetaan Kawasan Kumuh Menggunakan Metode AHP dan GIS di Kota Tanjungbalai
Kawasan kumuh yang terjadi di Kota Tanjungbalai dikarenakan salah satunya kurangnya kesadaran masyarakat di Kota Tanjungbalai sehingga sampai saat ini masih banyak lingkungan yang ...

Back to Top