Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Serat Bambu Petung (Dendrocalamus asper) Teralkalisasi sebagai Penguat Komposit Polimer

View through CrossRef
The alkalized of petung bamboo fiber (Dendrocalamus asper) as reinforcement of polymer compositeAbstractPetung bamboo (Dendrocalamus asper) has good fiber characteristic and it has potential to substitute glass fiber as reinforcement in polymeric composite. However, like other natural based materials, bamboo fiber has a high variability in mechanical properties and inherently hygroscopic characteristic. Therefore it is required to optimize the petung bamboo qualities. The fiber optimization was carried out by alkalization process using NaOH solution with varying concentration of 0, 3, 5, and 10% v/v. Bamboo fiber processed in chemomechanical was used in this investigation. Characterization of density, mechanical and chemicals was conducted by pycnometry method, tensile strength testing, Fourier Transform Spectroscopy (FTIR) and Scanning Electron Microscopy (SEM). The data variability was analyzed by Weibull distribution. Result indicates that the optimum condition of alkalization process of bamboo fiber using NaOH solution of 5% v/v which has fiber diameter of 175.098 ± 58.017 mm, tensile strength of 384 MPa, and characteristics strength of 390.5 MPa.Keywords: petung bamboo; alkalization; characteristics AbstractBambu petung memiliki karakteristik serat yang baik sehingga berpotensi sebagai pengganti serat gelas untuk penguat komposit polimer. Namun, seperti umumnya serat alam, serat bambu memiliki variabilitas sifat mekanis tinggi dan sifat higroskopik yang inheren. Oleh karena itu diperlukan upaya optimalisasi kinerja serat bambu petung. Optimalisasi kinerja serat dilakukan melalui proses alkalisasi dengan variasi larutan NaOH pada konsentrasi 0, 3, 5, dan 10% v/v. Serat bambu hasil dari proses kimia-mekanik digunakan dalam penelitian ini. Karakterisasi densitas, sifat mekanik, dan sifat kimia serat masing-masing dilakukan dengan metode piknometri, uji tarik, Fourier Transform Spectroscopy (FTIR), Scanning Electron Microscopy (SEM). Analisis variabilitas data menggunakan distribusi Weibull. Hasil menunjukkan bahwa kondisi optimum alkalisasi serat bambu petung yaitu menggunakan larutan NaOH 5% v/v yang menghasilkan serat berdiameter 175,098 ± 58,017 mm, kekuatan Tarik 384 MPa, dan kekuatan karakteristik 390,5 MPa.Kata kunci: bambu petung; alkalisasi; karakteristik 
Title: Serat Bambu Petung (Dendrocalamus asper) Teralkalisasi sebagai Penguat Komposit Polimer
Description:
The alkalized of petung bamboo fiber (Dendrocalamus asper) as reinforcement of polymer compositeAbstractPetung bamboo (Dendrocalamus asper) has good fiber characteristic and it has potential to substitute glass fiber as reinforcement in polymeric composite.
However, like other natural based materials, bamboo fiber has a high variability in mechanical properties and inherently hygroscopic characteristic.
Therefore it is required to optimize the petung bamboo qualities.
The fiber optimization was carried out by alkalization process using NaOH solution with varying concentration of 0, 3, 5, and 10% v/v.
Bamboo fiber processed in chemomechanical was used in this investigation.
Characterization of density, mechanical and chemicals was conducted by pycnometry method, tensile strength testing, Fourier Transform Spectroscopy (FTIR) and Scanning Electron Microscopy (SEM).
The data variability was analyzed by Weibull distribution.
Result indicates that the optimum condition of alkalization process of bamboo fiber using NaOH solution of 5% v/v which has fiber diameter of 175.
098 ± 58.
017 mm, tensile strength of 384 MPa, and characteristics strength of 390.
5 MPa.
Keywords: petung bamboo; alkalization; characteristics AbstractBambu petung memiliki karakteristik serat yang baik sehingga berpotensi sebagai pengganti serat gelas untuk penguat komposit polimer.
Namun, seperti umumnya serat alam, serat bambu memiliki variabilitas sifat mekanis tinggi dan sifat higroskopik yang inheren.
Oleh karena itu diperlukan upaya optimalisasi kinerja serat bambu petung.
Optimalisasi kinerja serat dilakukan melalui proses alkalisasi dengan variasi larutan NaOH pada konsentrasi 0, 3, 5, dan 10% v/v.
Serat bambu hasil dari proses kimia-mekanik digunakan dalam penelitian ini.
Karakterisasi densitas, sifat mekanik, dan sifat kimia serat masing-masing dilakukan dengan metode piknometri, uji tarik, Fourier Transform Spectroscopy (FTIR), Scanning Electron Microscopy (SEM).
Analisis variabilitas data menggunakan distribusi Weibull.
Hasil menunjukkan bahwa kondisi optimum alkalisasi serat bambu petung yaitu menggunakan larutan NaOH 5% v/v yang menghasilkan serat berdiameter 175,098 ± 58,017 mm, kekuatan Tarik 384 MPa, dan kekuatan karakteristik 390,5 MPa.
Kata kunci: bambu petung; alkalisasi; karakteristik .

Related Results

ANALISIS KARAKTERISTIK BAMBU SEBAGAI MATERIAL DINDING NON STRUKTURAL
ANALISIS KARAKTERISTIK BAMBU SEBAGAI MATERIAL DINDING NON STRUKTURAL
Bambu merupakan material konstruksi ramah lingkungan mempunyai keunggulan dari segi kekuatan yang diketahui dari sifat mekaniknya seperti kuat tarik, kuat tekan dan kuat lentur. Ba...
ANALISIS KARAKTERISTIK BAMBU SEBAGAI MATERIAL DINDING NON STRUKTURAL
ANALISIS KARAKTERISTIK BAMBU SEBAGAI MATERIAL DINDING NON STRUKTURAL
Bambu merupakan material konstruksi ramah lingkungan mempunyai keunggulan dari segi kekuatan yang diketahui dari sifat mekaniknya seperti kuat tarik, kuat tekan dan kuat lentur. Ba...
PENGARUH INJEKSI SURFAKTAN DAN POLIMER PADA RECOVERY FACTOR MINYAK SUMUR ASL
PENGARUH INJEKSI SURFAKTAN DAN POLIMER PADA RECOVERY FACTOR MINYAK SUMUR ASL
Pengembangan teknologi proses produksi surfaktan MES (Metil Ester Sulfonat) dari minyak sawit untuk aplikasi EOR/IOR pada lapangan ASL telah dilakukan sebelumnya melalui penelitian...
Analisis Sifat Mekanik Lentur Papan Laminasi Kombinasi Bambu Petung dan Bambu Ater
Analisis Sifat Mekanik Lentur Papan Laminasi Kombinasi Bambu Petung dan Bambu Ater
Kemajuan teknologi memunculkan alternatif bahan bangunan pengganti kayu, seperti bambu laminasi. Laminasi bambu menggunakan kombinasi dua jenis bambu yaitu bambu petung dan bambu a...
Sifat Mekanik Komposit Polipropilena Berpenguat Serat Sansevieria Unidirectional
Sifat Mekanik Komposit Polipropilena Berpenguat Serat Sansevieria Unidirectional
Serat hayati merupakan bahan yang saat ini sedang banyak dikembangkan sebagai penguat material komposit bermatriks polimer. Penggunaan serat hayati sebagai penguat pada suatu kompo...
PENENTUAN JARAK KRITIS BAUT PADA SAMBUNGAN BAMBU PETUNG (DENDRACOLAMUS ASPER)
PENENTUAN JARAK KRITIS BAUT PADA SAMBUNGAN BAMBU PETUNG (DENDRACOLAMUS ASPER)
Kekuatan geser bambu yang rendah merupakan kendala dalam sistem sambungan. Kuat geser menjadi kriteria kritis yang menentukan kekuatan pada sambungan bambu. Penggunaan baut sebagai...
Karakterisasi Mekanik Komposit Serat Hybrid Serat Lidah Mertua dan Serat Eceng Gondok
Karakterisasi Mekanik Komposit Serat Hybrid Serat Lidah Mertua dan Serat Eceng Gondok
Penggunaan dan pemanfaatan komposit serat alam sebagai pengganti serat sintesis merupakan langkah yang bijak dalam meningkatkan nilai ekonomis serat alam mengingat keterbatasan sum...
KARAKTERISASI BAMBU LAMINASI SEBAGAI BAHAN PEMBANGUNAN KAPAL PERIKANAN
KARAKTERISASI BAMBU LAMINASI SEBAGAI BAHAN PEMBANGUNAN KAPAL PERIKANAN
Penggunaan bambu dibidang konstruksi sampai saat ini masih sangat terbatas dan hanya digunakan pada struktur ringan. Pengembangan penggunaan bambu dibidang struktur, khususnya dibi...

Back to Top