Javascript must be enabled to continue!
Konseling Sebaya: Kesehatan Mental Dan Well-Being Anggota Forum Desa Inklusi
View through CrossRef
Kesiapan seseorang untuk terlibat dalam konseling sebaya sangat dipengaruhi oleh kesehatan mental dan well-being. Konseling sebaya yang dilakukan oleh sesama disabilitas akan sangat berpengaruh pada penermaan diri difabel di komunitas. Metode penelitian ini menggunakan kuantitatif dengan 40 responden yang mengisi kuesioner kesehatan mental dan well-being. Pemilihan responden menggunakan teknik sampling non probabilitas. Hasil pada penelitian ini adalah analisis indeks yang terdiri dari nilai indeks kesehatan mental responden sebesar 79,25 dikategorikan Baik dan nilai indeks indikator well-being sebesar 71,93 dikategorikan Baik. Peneliti menyimpulkan konseling sebaya perlu ada kesiapan pada kesehatan mental dan well-being. Kesehatan mental terdiri dari 4 indikator antara lain depresi atau kecemasan, demensia, gangguan mental (psikiatrik) atau perilaku, dan masalah tidur. Pada well-being terdiri dari 24 indikator antara lain menilai kualitas hidup, menilai secara keseluruhan kesehatan, kemampuan melakukan aktivitas, puas dengan diri sendiri, puas dengan suatu hubungan, kondisi tempat tinggal, memiliki energi yang cukup, memiliki cukup uang untuk memenuhi kebutuhan, kesepian yang dirasakan, merasa kurang persahabatan, merasa ditinggalkan, merasa terisolasi dari orang lain, kemarin merasa bahagia, kemarin merasa antusias, kemarin merasa puas, kemarin merasa marah, kemarin merasa frustasi, kemarin merasa lelah, kemarin merasa sedih, kemarin merasa stres, kemarin merasa kesepian, kemarin merasa khawatir, kemarin merasa bosan, kemarin merasa sakit.
Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Palangka Raya
Title: Konseling Sebaya: Kesehatan Mental Dan Well-Being Anggota Forum Desa Inklusi
Description:
Kesiapan seseorang untuk terlibat dalam konseling sebaya sangat dipengaruhi oleh kesehatan mental dan well-being.
Konseling sebaya yang dilakukan oleh sesama disabilitas akan sangat berpengaruh pada penermaan diri difabel di komunitas.
Metode penelitian ini menggunakan kuantitatif dengan 40 responden yang mengisi kuesioner kesehatan mental dan well-being.
Pemilihan responden menggunakan teknik sampling non probabilitas.
Hasil pada penelitian ini adalah analisis indeks yang terdiri dari nilai indeks kesehatan mental responden sebesar 79,25 dikategorikan Baik dan nilai indeks indikator well-being sebesar 71,93 dikategorikan Baik.
Peneliti menyimpulkan konseling sebaya perlu ada kesiapan pada kesehatan mental dan well-being.
Kesehatan mental terdiri dari 4 indikator antara lain depresi atau kecemasan, demensia, gangguan mental (psikiatrik) atau perilaku, dan masalah tidur.
Pada well-being terdiri dari 24 indikator antara lain menilai kualitas hidup, menilai secara keseluruhan kesehatan, kemampuan melakukan aktivitas, puas dengan diri sendiri, puas dengan suatu hubungan, kondisi tempat tinggal, memiliki energi yang cukup, memiliki cukup uang untuk memenuhi kebutuhan, kesepian yang dirasakan, merasa kurang persahabatan, merasa ditinggalkan, merasa terisolasi dari orang lain, kemarin merasa bahagia, kemarin merasa antusias, kemarin merasa puas, kemarin merasa marah, kemarin merasa frustasi, kemarin merasa lelah, kemarin merasa sedih, kemarin merasa stres, kemarin merasa kesepian, kemarin merasa khawatir, kemarin merasa bosan, kemarin merasa sakit.
Related Results
Pastoral Konseling 2
Pastoral Konseling 2
Buku ajar ini membahas tentang konsep dasar Pastoral Konseling 2, yang mencakup berbagai pendekatan konseling, teknik konseling, dan peran pastor dalam konseling. Buku ini juga mem...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Harmonisasi dan Akselerasi Desa Siaga (HADesi) pada Pengembangan Desa Mitra
Harmonisasi dan Akselerasi Desa Siaga (HADesi) pada Pengembangan Desa Mitra
Kegiatan desa siaga digulirkan pada tahun 2006. Pada tahun 2012 capaian jumlah desa siaga aktif sebanyak 52.804 dari 81.253 desa di seluruh Indonesia atau sekitar (64,9%) dari targ...
Efektivitas Peruntukkan Dana Desa
Efektivitas Peruntukkan Dana Desa
Dalam rangka meningkatkan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat Desa, pemerintahan Presiden Joko Widodo membuat terobosan melalui program menyalurkan Dana Desa. “Tahun 2015 Alok...
Penguatan Kapasitas Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Di Kecamatan Kalianda Kabupaten Lampung Selatan
Penguatan Kapasitas Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Di Kecamatan Kalianda Kabupaten Lampung Selatan
Secara umum dapat dilihat bahwa peran BPD dalam ketiga fungsi yang ada pada UU No 6 Tahun 2014 Tentang Desa tidak berjalan dengan optimal. Pada prosesnya fungsi BPD sebagai pihak ...
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PERATURAN DESA DI DESA KAWUNGLARANG, KECAMATAN RANCAH, KABUPATEN CIAMIS
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PERATURAN DESA DI DESA KAWUNGLARANG, KECAMATAN RANCAH, KABUPATEN CIAMIS
Peraturan Desa ditetapkan oleh Kepala Desa setelah dibahas dan disepakati bersama Badan Permusyawaratan Desa merupakan kerangka hukum dan kebijakan dalam penyelenggaraan Pemerintah...
Analisis faktor yang berhubungan dengan masalah kesehatan mental pada petugas kesehatan
Analisis faktor yang berhubungan dengan masalah kesehatan mental pada petugas kesehatan
Background: Mental health is an important public health problem in Indonesia due to its high prevalence and the economic and social impacts it causes. The magnitude of suffering an...

