Javascript must be enabled to continue!
ANALISIS PONDASI TIANG PANCANG BREASTING DOLPHIN DAN MOORING DOLPHIN PADA DERMAGA TYPE JETTY
View through CrossRef
Pelabuhan adalah daerah perairan yang terlindung terhadap gelombang, yang dilengkapi dengan fasilitas laut dan juga fasilitas darat, diantaranya dermaga.Bangunan dermaga terdiri dari beberapa bagian, diantaranya yaitu catwalk, fender, bollard, platform dan juga dolphin.Dolphin merupakan kontruksi utama dari dermaga.Dolphin adalah konstruksi yang digunakan untuk menahan benturan dan menambatkan kapal.Dolphin dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu dolphin penahan (breasting dolphin) dan juga dolphin penambat (mooring dolphin).Lokasi yang akan ditinjau yaitu dermaga dengan tipe jetty di daerah Tayan, Pontianak, Kalimantan barat. Pada dermaga tersebut kapal yang bersandar yaitu berkapasitas 5.000 DWT (Dead Weigh Tonase), sedangkan pada penelitian ini, akan direncanakan beban kapal yang bersandar yaitu 10.000 DWT. Dengan tujuan untuk mengetahui apakah dimensi dolphin penahan (breasting dolphin) dan dolphin penambat (mooring dolphin) serta diameter pondasi dan jumlah pondasi tiang maupun kedalaman yang ada masih mampu untuk melayani beban kapal dengan kapasitas 10.000 DWT (Dead Weigh Tonase). Adapun hasil dari analisis yang telah dilakukan maka di dapatkan hasil sebagai berikut:Kondisi eksisting di lapangan: kapal yang berlabuh berkapasitas 5.000 DWT, jumlah pondasi yang diperlukan yaitu 9 buah pondasi tiang pancang berdiameter 60 cm, dengan kedalaman 18 meter, dimensi dolphin yang digunakan yaitu memiliki ukuran panjang 4,5 meter, lebar 4,5 meter dan tebal 1,5 meter.Kondisi dari hasil penelitian: kapal yang berlabuh berkapasitas 10.000 DWT, jumlah pondasi yang diperlukan yaitu 12 buah pondasi tiang pancang berdiameter 60 cm, dengan kedalaman 24 meter, dimensi dolphin yang digunakan yaitu memiliki ukuran panjang 6,6 meter, lebar 4,8 meter dan tebal 1,5 meter. Kata kunci: pelabuhan, pondasi tiang pancang, dermaga, breasting dolphin danmooring dolphin.
Title: ANALISIS PONDASI TIANG PANCANG BREASTING DOLPHIN DAN MOORING DOLPHIN PADA DERMAGA TYPE JETTY
Description:
Pelabuhan adalah daerah perairan yang terlindung terhadap gelombang, yang dilengkapi dengan fasilitas laut dan juga fasilitas darat, diantaranya dermaga.
Bangunan dermaga terdiri dari beberapa bagian, diantaranya yaitu catwalk, fender, bollard, platform dan juga dolphin.
Dolphin merupakan kontruksi utama dari dermaga.
Dolphin adalah konstruksi yang digunakan untuk menahan benturan dan menambatkan kapal.
Dolphin dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu dolphin penahan (breasting dolphin) dan juga dolphin penambat (mooring dolphin).
Lokasi yang akan ditinjau yaitu dermaga dengan tipe jetty di daerah Tayan, Pontianak, Kalimantan barat.
Pada dermaga tersebut kapal yang bersandar yaitu berkapasitas 5.
000 DWT (Dead Weigh Tonase), sedangkan pada penelitian ini, akan direncanakan beban kapal yang bersandar yaitu 10.
000 DWT.
Dengan tujuan untuk mengetahui apakah dimensi dolphin penahan (breasting dolphin) dan dolphin penambat (mooring dolphin) serta diameter pondasi dan jumlah pondasi tiang maupun kedalaman yang ada masih mampu untuk melayani beban kapal dengan kapasitas 10.
000 DWT (Dead Weigh Tonase).
Adapun hasil dari analisis yang telah dilakukan maka di dapatkan hasil sebagai berikut:Kondisi eksisting di lapangan: kapal yang berlabuh berkapasitas 5.
000 DWT, jumlah pondasi yang diperlukan yaitu 9 buah pondasi tiang pancang berdiameter 60 cm, dengan kedalaman 18 meter, dimensi dolphin yang digunakan yaitu memiliki ukuran panjang 4,5 meter, lebar 4,5 meter dan tebal 1,5 meter.
Kondisi dari hasil penelitian: kapal yang berlabuh berkapasitas 10.
000 DWT, jumlah pondasi yang diperlukan yaitu 12 buah pondasi tiang pancang berdiameter 60 cm, dengan kedalaman 24 meter, dimensi dolphin yang digunakan yaitu memiliki ukuran panjang 6,6 meter, lebar 4,8 meter dan tebal 1,5 meter.
Kata kunci: pelabuhan, pondasi tiang pancang, dermaga, breasting dolphin danmooring dolphin.
Related Results
EFEK PREBORING TERHADAP DAYA DUKUNG SELIMUT PADA PONDASI TIANG PANCANG
EFEK PREBORING TERHADAP DAYA DUKUNG SELIMUT PADA PONDASI TIANG PANCANG
Bangunan yang berdiri di atas tanah lunak biasanya menggunakan pondasi tiang. Pondasi tiang yang umum digunakan adalah pondasi tiang pancang. Adakalanya ditemukan lapisan tanah ker...
STUDI PERBANDINGAN DAYA DUKUNG PONDASI TIANG TUNGGAL DAN TIANG KELOMPOK DENGAN BEBERAPA VARIASI DIMENSI PENAMPANG TIANG DITINJAU TERHADAP NILAI EKONOMIS (Studi Kasus: Pembangunan Gedung Rektorat UNISKA MAB Banjarmasin)
STUDI PERBANDINGAN DAYA DUKUNG PONDASI TIANG TUNGGAL DAN TIANG KELOMPOK DENGAN BEBERAPA VARIASI DIMENSI PENAMPANG TIANG DITINJAU TERHADAP NILAI EKONOMIS (Studi Kasus: Pembangunan Gedung Rektorat UNISKA MAB Banjarmasin)
Gedung Rektorat Universitas Islam Kalimantan (UNISKA) Muhammad Arsyad Al Banjari (MAB) adalah proyek strategis yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas infrastruktur pendidikan d...
Negative Skin Friction Tiang Pancang pada Tanah Lempung Studi Kasus Pabrik Tesktil, Bale Endah
Negative Skin Friction Tiang Pancang pada Tanah Lempung Studi Kasus Pabrik Tesktil, Bale Endah
Pada pabrik tekstil di Bale Endah terdapat beberapa masalah geoteknik. Masalah utama yang muncul pada pabrik ini adalah masalah penurunan pada tanah lempung lunak yang mengakibatka...
HUBUNGAN EFISIENSI KAPASITAS DUKUNG TERHADAP JARAK ANTAR TIANG PADA KELOMPOK TIANG
HUBUNGAN EFISIENSI KAPASITAS DUKUNG TERHADAP JARAK ANTAR TIANG PADA KELOMPOK TIANG
This study aims to determine the most effective bored pile spacing to support the load of a structure. This study used a group pile configuration with dimensions 10x10, 30 m long, ...
PERENCANAAN PONDASI TIANG PANCANG GEDUNG PASCA SARJANA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS KADIRI
PERENCANAAN PONDASI TIANG PANCANG GEDUNG PASCA SARJANA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS KADIRI
The foundation is a part of the structure that functions as a support for the building and distributes the burden on it (upper fabric) or the soil layer with a stable enough carryi...
PENGARUH KONFIGURASI KELOMPOK TIANG TERHADAP PENURUNAN DAN GAYA DALAM PADA TIANG
PENGARUH KONFIGURASI KELOMPOK TIANG TERHADAP PENURUNAN DAN GAYA DALAM PADA TIANG
Fondasi memiliki peranan penting dalam perencanaan konstruksi karena berfungsi menyalurkan beban dari struktur bangunan ke lapisan tanah yang lebih stabil di bawah permukaan. Dalam...
ANALISIS PENGARUH VARIASI BENTUK DAN VARIASI DIMENSI TERHADAP DAYA DUKUNG PONDASI TIANG PANCANG PADA GEDUNG KULIAH BERSAMA DAN LABORATORIUM FEB UPN “VETERAN” JAWA TIMUR
ANALISIS PENGARUH VARIASI BENTUK DAN VARIASI DIMENSI TERHADAP DAYA DUKUNG PONDASI TIANG PANCANG PADA GEDUNG KULIAH BERSAMA DAN LABORATORIUM FEB UPN “VETERAN” JAWA TIMUR
Pondasi merupakan bagian struktur bawah terpenting dalam suatu bangunan. Hal ini dikarenakan pondasi memiliki fungsi sebagai pemikul dan penahan beban yang berada diatasnya. Perhit...
ANALISIS JENIS PONDASI PADA GEDUNG REKTORAT AKPER SUMBAWA KABUPATEN SUMBAWA
ANALISIS JENIS PONDASI PADA GEDUNG REKTORAT AKPER SUMBAWA KABUPATEN SUMBAWA
Akademi Keperawatan (AKPER) Sumbawa merupakan salah satu universitas yang saat ini dalam proses pembangunan dengan perencanaan 3 lantai dan 1 lantai sebagai basement dengan rencana...

