Javascript must be enabled to continue!
PERENCANAAN PONDASI TIANG PANCANG GEDUNG PASCA SARJANA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS KADIRI
View through CrossRef
The foundation is a part of the structure that functions as a support for the building and distributes the burden on it (upper fabric) or the soil layer with a stable enough carrying capacity. In planning the foundation for a structure can use several types. The selection of the foundation to be used based on the weight of the building. The construction of the C story building seven-story University requires a strong foundation. The pile foundation was chosen because it was relatively fast, easy, and yielded hard soil at 5.6 m. In this calculation, three methods as a Trofimankove method and the Meyerhoff method and the General Method Method. Pile foundation planning has a planned load of Qu 231 Ton. The calculation of the three ways obtained more efficient results, namely the count with a Meyerhoff method equal to 82.21. The number of single piles that are close to one pile cap is four poles, so the calculation formula of the Pall piles group is 232.82 tons. Thus it can be concluded that Pmax <Pall 231 Ton <232.82 Ton, which means that it meets the requirements.Pondasi adalah bagian struktur yang berfungsi sebagai penopang bangunan dan menyalurkan beban diatasnya (upper structure) atau lapisan tanah yang memiliki daya dukung yang cukup kuat . Dalam merencanakan pondasi untuk suatu struktur dapat menggunakan beberapa macam tipe pondasi. Pemilihan pondasi berdasarkan fungsi bangunan atas yang akan dipikul oleh pondasi tersebut, berdasarkan beban dan beratnya bangunan atas kedalaman tanah dimana bangunan tersebut didirikan. Pembangunan gedung C berlantai 7 Universitas Kadiri memerlukan pondasi yang kuat. Pondasi tiang pancang dipilih karena pekerjaan relatif cepat, mudah dan hasil sondir tanah keras pada 5,6 m. Pada perhitungan ini digunakan tiga metode yaitu metode Trofimankove dan metode mayerhoff serta Metode cara Umum. Perencanaan pondasi tiang pancang memiliki beban rencana sebesar Qu 231 Ton. Dari perhitungan ketiga metode didapat hasil yang lebih efisien yaitu pada perhitungan dengaan metode mayerhoff yaitu sebesar 82,21. Jumlah tiang tunggal yang mendekati pada satu pile cap adalah 4 tiang, sehingga diperoleh dari rumus perhitungan Pall tiang kelompok 232,82 Ton. Dengan demikian dapat disimpulkan Pmaks < Pall 231 Ton < 232,82 Ton, yang artinya memenuhi syarat.
Universitas Kediri
Title: PERENCANAAN PONDASI TIANG PANCANG GEDUNG PASCA SARJANA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS KADIRI
Description:
The foundation is a part of the structure that functions as a support for the building and distributes the burden on it (upper fabric) or the soil layer with a stable enough carrying capacity.
In planning the foundation for a structure can use several types.
The selection of the foundation to be used based on the weight of the building.
The construction of the C story building seven-story University requires a strong foundation.
The pile foundation was chosen because it was relatively fast, easy, and yielded hard soil at 5.
6 m.
In this calculation, three methods as a Trofimankove method and the Meyerhoff method and the General Method Method.
Pile foundation planning has a planned load of Qu 231 Ton.
The calculation of the three ways obtained more efficient results, namely the count with a Meyerhoff method equal to 82.
21.
The number of single piles that are close to one pile cap is four poles, so the calculation formula of the Pall piles group is 232.
82 tons.
Thus it can be concluded that Pmax <Pall 231 Ton <232.
82 Ton, which means that it meets the requirements.
Pondasi adalah bagian struktur yang berfungsi sebagai penopang bangunan dan menyalurkan beban diatasnya (upper structure) atau lapisan tanah yang memiliki daya dukung yang cukup kuat .
Dalam merencanakan pondasi untuk suatu struktur dapat menggunakan beberapa macam tipe pondasi.
Pemilihan pondasi berdasarkan fungsi bangunan atas yang akan dipikul oleh pondasi tersebut, berdasarkan beban dan beratnya bangunan atas kedalaman tanah dimana bangunan tersebut didirikan.
Pembangunan gedung C berlantai 7 Universitas Kadiri memerlukan pondasi yang kuat.
Pondasi tiang pancang dipilih karena pekerjaan relatif cepat, mudah dan hasil sondir tanah keras pada 5,6 m.
Pada perhitungan ini digunakan tiga metode yaitu metode Trofimankove dan metode mayerhoff serta Metode cara Umum.
Perencanaan pondasi tiang pancang memiliki beban rencana sebesar Qu 231 Ton.
Dari perhitungan ketiga metode didapat hasil yang lebih efisien yaitu pada perhitungan dengaan metode mayerhoff yaitu sebesar 82,21.
Jumlah tiang tunggal yang mendekati pada satu pile cap adalah 4 tiang, sehingga diperoleh dari rumus perhitungan Pall tiang kelompok 232,82 Ton.
Dengan demikian dapat disimpulkan Pmaks < Pall 231 Ton < 232,82 Ton, yang artinya memenuhi syarat.
Related Results
STUDI PERBANDINGAN DAYA DUKUNG PONDASI TIANG TUNGGAL DAN TIANG KELOMPOK DENGAN BEBERAPA VARIASI DIMENSI PENAMPANG TIANG DITINJAU TERHADAP NILAI EKONOMIS (Studi Kasus: Pembangunan Gedung Rektorat UNISKA MAB Banjarmasin)
STUDI PERBANDINGAN DAYA DUKUNG PONDASI TIANG TUNGGAL DAN TIANG KELOMPOK DENGAN BEBERAPA VARIASI DIMENSI PENAMPANG TIANG DITINJAU TERHADAP NILAI EKONOMIS (Studi Kasus: Pembangunan Gedung Rektorat UNISKA MAB Banjarmasin)
Gedung Rektorat Universitas Islam Kalimantan (UNISKA) Muhammad Arsyad Al Banjari (MAB) adalah proyek strategis yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas infrastruktur pendidikan d...
Perbandingan Nilai Ekonomis Bore Pile Dengan Tiang Pancang Untuk Gudang Bengkel Di Manunggang Julu Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara
Perbandingan Nilai Ekonomis Bore Pile Dengan Tiang Pancang Untuk Gudang Bengkel Di Manunggang Julu Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara
Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui perbandingan nilai ekonomis Bore Pile dengan Tiang Pancang Gudang Bengkel di Mangunggang Julu. Metode penelitian dilakukan dengan analis...
EVALUASI PONDASI TIANG DENGAN PERILAKU UJUNG BEBAS
EVALUASI PONDASI TIANG DENGAN PERILAKU UJUNG BEBAS
Pembangunan suatu konstruksi yang pertama kali dilaksanakan dan dikerjakan di lapangan adalah pekerjaan pondasi, kemudian melaksanakan pekerjaan struktur atas. Secara umum pondasi ...
EFEK PREBORING TERHADAP DAYA DUKUNG SELIMUT PADA PONDASI TIANG PANCANG
EFEK PREBORING TERHADAP DAYA DUKUNG SELIMUT PADA PONDASI TIANG PANCANG
Bangunan yang berdiri di atas tanah lunak biasanya menggunakan pondasi tiang. Pondasi tiang yang umum digunakan adalah pondasi tiang pancang. Adakalanya ditemukan lapisan tanah ker...
RASIO DAYA DUKUNG TIANG PANCANG BERDASARKAN HASIL KALENDERING
RASIO DAYA DUKUNG TIANG PANCANG BERDASARKAN HASIL KALENDERING
Pondasi tiang (pile foundation) termasuk jenis pondasi dalam, umumnya ujung tiang diletakkan sampai menenbus tanah keras, kriteria tanah keras pada saat penyelidikan tanah dimaknai...
ANALISIS JENIS PONDASI PADA GEDUNG REKTORAT AKPER SUMBAWA KABUPATEN SUMBAWA
ANALISIS JENIS PONDASI PADA GEDUNG REKTORAT AKPER SUMBAWA KABUPATEN SUMBAWA
Akademi Keperawatan (AKPER) Sumbawa merupakan salah satu universitas yang saat ini dalam proses pembangunan dengan perencanaan 3 lantai dan 1 lantai sebagai basement dengan rencana...
KINERJA PONDASI TIANG PANCANG PADA GEDUNG BERDASARKAN DATA SONDIR
KINERJA PONDASI TIANG PANCANG PADA GEDUNG BERDASARKAN DATA SONDIR
Pembangunan Gedung baik untuk ruko maupun Plaza yang terdiri dari 2 lantai atau lebih sedang gencar dibangun di kota Malang. Penelitian ini menganalisa kinerja pondasi tiang pancan...
HUBUNGAN EFISIENSI KAPASITAS DUKUNG TERHADAP JARAK ANTAR TIANG PADA KELOMPOK TIANG
HUBUNGAN EFISIENSI KAPASITAS DUKUNG TERHADAP JARAK ANTAR TIANG PADA KELOMPOK TIANG
This study aims to determine the most effective bored pile spacing to support the load of a structure. This study used a group pile configuration with dimensions 10x10, 30 m long, ...

