Javascript must be enabled to continue!
MANAJEMEN PENYELENGGARAAN MAKANAN DI IHSANUL FIKRI BOARDING SCHOOL MUNGKID MAGELANG
View through CrossRef
Tujuan penelitian ini adalah untuk: mengetahui manajemen penyelenggaraan makan di Ihsanul Fikri Boarding SchoolMagelang, meliputi perencanaan menu dan anggaran belanja, pengadaan, penerimaan dan penyimpanan bahan makan,persiapan dan pengolahan bahan makan, pendistribusian makanan dan sanitasi higiene makanan di Ihsanul Fikri BoardingSchool Mungkid Magelang.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Subjek penelitian ini adalah kepala dapur, juru masak, guru, dansantri Ihsanul Fikri Boarding School Mungkid Magelang sebanyak 12 orang. Metode pengumpulan data menggunakanobservasi, wawancara dan dokumentasi sebanyak 34 indikator. Pengolahan data menggunakan reduksi data, penyajian datadan penarikan kesimpulan dilakukan dengan triangulasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Perencanaan menu di IFBS Magelang belum disesuaikan dengan kebutuhangizi setiap santri dan masih terdapat menu yang tidak variatif. (2) Perencanaan anggaran belanja terdapat ketidaksesuaianantara anggaran yang ditentukan dengan pengeluaran belanja. (3) Pengadaan bahan makanan di IFBS Magelang dilakukandengan cara pengadaan bahan makanan kering dan basah dan diadakan setiap hari. (4) Penerimaan bahan makanan olehpetugas dapur yang diawasi kepala dapur namun pengecekan spesifikasi bahan tidak dilakukan. (5) Penyimpanan bahanmakanan dilakukan oleh juru masak pada saat bahan makanan diantarkan tidak ada penanggung jawab khusus sehinggabahan tidak tertata dengan baik. (6) ersiapan bahan makanan dilakukan secara tim meliputi semua bahan makanan, bumbu,dan peralatan masak namun kadangkala tidak disesuaikan dengan panduan resep. (7) Pengolahan kurang terlaksana denganbaik karena tidak sesuai dengan cara pemasakan bahan yang tepat. (8) Pendistribusian dan penyajian menggunakan metodedesentralisasi yang memungkinkan santri tidak mengambil makanan sesuai porsi yang dibutuhkan. (9) Higiene penjamahmakanan terlaksana dengan sangat baik perihal kebersihannya, namun terdapat kekurangan dalam menggunakan alat bantumasak. (10) Sanitasi sarana dan lingkungan produksi sudah sesuai standar penyelenggaraan makan institusi. Disarankankepada pihak yayasan lebih memperhatikan kelengkapan peralatan dan bahan di dapur, serta higiene sanitasi sehinggamanajemen penyelenggaraan makanan berjalan dengan optimal.
Universitas Negeri Yogyakarta
Title: MANAJEMEN PENYELENGGARAAN MAKANAN DI IHSANUL FIKRI BOARDING SCHOOL MUNGKID MAGELANG
Description:
Tujuan penelitian ini adalah untuk: mengetahui manajemen penyelenggaraan makan di Ihsanul Fikri Boarding SchoolMagelang, meliputi perencanaan menu dan anggaran belanja, pengadaan, penerimaan dan penyimpanan bahan makan,persiapan dan pengolahan bahan makan, pendistribusian makanan dan sanitasi higiene makanan di Ihsanul Fikri BoardingSchool Mungkid Magelang.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif.
Subjek penelitian ini adalah kepala dapur, juru masak, guru, dansantri Ihsanul Fikri Boarding School Mungkid Magelang sebanyak 12 orang.
Metode pengumpulan data menggunakanobservasi, wawancara dan dokumentasi sebanyak 34 indikator.
Pengolahan data menggunakan reduksi data, penyajian datadan penarikan kesimpulan dilakukan dengan triangulasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Perencanaan menu di IFBS Magelang belum disesuaikan dengan kebutuhangizi setiap santri dan masih terdapat menu yang tidak variatif.
(2) Perencanaan anggaran belanja terdapat ketidaksesuaianantara anggaran yang ditentukan dengan pengeluaran belanja.
(3) Pengadaan bahan makanan di IFBS Magelang dilakukandengan cara pengadaan bahan makanan kering dan basah dan diadakan setiap hari.
(4) Penerimaan bahan makanan olehpetugas dapur yang diawasi kepala dapur namun pengecekan spesifikasi bahan tidak dilakukan.
(5) Penyimpanan bahanmakanan dilakukan oleh juru masak pada saat bahan makanan diantarkan tidak ada penanggung jawab khusus sehinggabahan tidak tertata dengan baik.
(6) ersiapan bahan makanan dilakukan secara tim meliputi semua bahan makanan, bumbu,dan peralatan masak namun kadangkala tidak disesuaikan dengan panduan resep.
(7) Pengolahan kurang terlaksana denganbaik karena tidak sesuai dengan cara pemasakan bahan yang tepat.
(8) Pendistribusian dan penyajian menggunakan metodedesentralisasi yang memungkinkan santri tidak mengambil makanan sesuai porsi yang dibutuhkan.
(9) Higiene penjamahmakanan terlaksana dengan sangat baik perihal kebersihannya, namun terdapat kekurangan dalam menggunakan alat bantumasak.
(10) Sanitasi sarana dan lingkungan produksi sudah sesuai standar penyelenggaraan makan institusi.
Disarankankepada pihak yayasan lebih memperhatikan kelengkapan peralatan dan bahan di dapur, serta higiene sanitasi sehinggamanajemen penyelenggaraan makanan berjalan dengan optimal.
Related Results
MENYIKAPI PERUBAHAN: KOMUNIKASI ORGANISASI PESANTREN SUKOREJO DAN UNDANG-UNDANG PESANTREN
MENYIKAPI PERUBAHAN: KOMUNIKASI ORGANISASI PESANTREN SUKOREJO DAN UNDANG-UNDANG PESANTREN
This study examines the attitudes and communication of Islamic boarding school organizations in responding to Law No. 18 of 2019. This research was conducted at the Salafiyah Syafi...
Tata Kelola Pembentukan Karakter Siswa di Madrasah Kota Magelang
Tata Kelola Pembentukan Karakter Siswa di Madrasah Kota Magelang
This study aims to describe governance in the formation of the character of madrasah students in Magelang City in 2021, to describe student responses to the governance of student c...
HUBUNGAN HYGIENE SANITASI DENGAN KONTAMINASI ESCHERICHIA COLI PADA MAKANAN PECEL
HUBUNGAN HYGIENE SANITASI DENGAN KONTAMINASI ESCHERICHIA COLI PADA MAKANAN PECEL
Makanan pecel di Lokawisata Baturraden menjadi makanan favorite para pengunjung disana apabila hygiene sanitasi makanan tidak memenuhi syarat dapat menimbulkan penyakit sesuai Kepm...
BOARDING SCHOOL EDUCATION: CONTROVERSY IN BRITAIN AND SITUATION IN PAKISTAN
BOARDING SCHOOL EDUCATION: CONTROVERSY IN BRITAIN AND SITUATION IN PAKISTAN
Britain has a time-honoured tradition of boarding school education. Some reputed schools have included Eton and Harrow whose students went on to become Prime Ministers, famous gene...
Peran Mediator Dalam Penyelesaian Sengketa Di Pengadilan Agama Mungkid
Peran Mediator Dalam Penyelesaian Sengketa Di Pengadilan Agama Mungkid
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa mekanisme dan kesesuaian peran Hakim sebagai mediator dengan teori prosedur mediasi dalam PERMA No. 1 Tahun 2016 dan mengidentifikasi ham...
Kepemimpinan Transformasional dalam Pesantren: Inspire A New Generation
Kepemimpinan Transformasional dalam Pesantren: Inspire A New Generation
This research aims to explore how transformational leadership is implemented in Islamic boarding schools and how it contributes to improving the quality of education. The research ...
Peran Sekretaris Dalam Mengelola Administrasi Pesantren Efisien
Peran Sekretaris Dalam Mengelola Administrasi Pesantren Efisien
The role of the secretary in managing the administration of Islamic boarding schools has a very vital role in ensuring that the operations of Islamic boarding schools run efficient...
MANAJEMEN PEMBELAJARAN TAHFIZH AL-QUR’AN DI PESANTREN AL-KAHFI SURAKARTA DAN PESANTREN NURUL IMAN KARANGANYAR
MANAJEMEN PEMBELAJARAN TAHFIZH AL-QUR’AN DI PESANTREN AL-KAHFI SURAKARTA DAN PESANTREN NURUL IMAN KARANGANYAR
A good case needs to be managed well too if you want to get good results. Likewise with the study of tahfizh of the Qur'an, of course it must be managed properly. Then there must b...

