Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Diam atau Bersuara: Tafsir terhadap Kisah Safira dan Izebel dari Perspektif Feminis

View through CrossRef
Women are always placed as second class under their husbands in the patriarchal culture. The wife belongs to the husband who must obey her husband, no matter what, whether it is good or bad. This makes women unable to show a critical manner and attitude for fear of the risks they will face. Such attitude has also happened since the time of the Bible, which could be unconsciously imitated by the wives today. Thus, a reinterpretation from a feminist perspective will be made to contribute ideas and insight for women or wives nowadays and to see how the roles of wives towards their husbands. The two biblical narratives to be raised are Interpretations of Acts 5: 1-11 and 1 Kings 21: 1-29. Abstrak Dalam budaya Patriarkhi, perempuan selalu ditempatkan pada posisi nomor dua di bawah suaminya. Istri adalah milik suami yang harus patuh pada suaminya, entah itu perbuatan yang baik atau yang tidak baik. Kondisi ini membuat kaum perempuan atau istri tidak mampu menunjukkan sikap kritis karena takut pada resiko yang akan dihadapi. Sikap istri yang seperti ini ternyata juga sudah terjadi sejak jaman Alkitab, yang bisa secara tidak sadar ditiru oleh para istri saat ini. Sehubungan dengan hal ini, maka akan dilakukan tafsir ulang dari perspektif feminis untuk memberikan sumbangan pemikiran bagi para perempuan atau istri bagaimana peran istri yang seharusnya terhadap suaminya. Kedua kisah istri dalam Alkitab yang akan diangkat adalah Tafsiran Terhadap Kis. 5:1-11 dan 1 Raj. 21:1-29
Sekolah Tinggi Teologi Pelita Bangsa Jakarta
Title: Diam atau Bersuara: Tafsir terhadap Kisah Safira dan Izebel dari Perspektif Feminis
Description:
Women are always placed as second class under their husbands in the patriarchal culture.
The wife belongs to the husband who must obey her husband, no matter what, whether it is good or bad.
This makes women unable to show a critical manner and attitude for fear of the risks they will face.
Such attitude has also happened since the time of the Bible, which could be unconsciously imitated by the wives today.
Thus, a reinterpretation from a feminist perspective will be made to contribute ideas and insight for women or wives nowadays and to see how the roles of wives towards their husbands.
The two biblical narratives to be raised are Interpretations of Acts 5: 1-11 and 1 Kings 21: 1-29.
Abstrak Dalam budaya Patriarkhi, perempuan selalu ditempatkan pada posisi nomor dua di bawah suaminya.
Istri adalah milik suami yang harus patuh pada suaminya, entah itu perbuatan yang baik atau yang tidak baik.
Kondisi ini membuat kaum perempuan atau istri tidak mampu menunjukkan sikap kritis karena takut pada resiko yang akan dihadapi.
Sikap istri yang seperti ini ternyata juga sudah terjadi sejak jaman Alkitab, yang bisa secara tidak sadar ditiru oleh para istri saat ini.
Sehubungan dengan hal ini, maka akan dilakukan tafsir ulang dari perspektif feminis untuk memberikan sumbangan pemikiran bagi para perempuan atau istri bagaimana peran istri yang seharusnya terhadap suaminya.
Kedua kisah istri dalam Alkitab yang akan diangkat adalah Tafsiran Terhadap Kis.
5:1-11 dan 1 Raj.
21:1-29.

Related Results

STUDI KRITIS TAFSIR AL-MANAR KARYA MUHAMMAD ABBDUH DAN RASYID RIDLA
STUDI KRITIS TAFSIR AL-MANAR KARYA MUHAMMAD ABBDUH DAN RASYID RIDLA
Al-Qur’an, dalam tradisi pemikiran Islam, telah melahirkan sederetan teks turunan yang demikian luas dan mengagumkan yang disebut Tafsir. Tafsir al-Qur’an adalah penjelasan tentang...
SEJARAH PERKEMBANGAN TAFSIR
SEJARAH PERKEMBANGAN TAFSIR
AbstrakKegiatan tafsir Al-Qu’ran telah dimulai sejak masa Nabi Muhammad Saw dan terus mengalami perkembangan dari masa ke masa, yaitu periode Nabi Muhammad Saw dan sahabatnya, peri...
KARAKTERISTIK DAN NILAI-NILAI MORAL DALAM QASHASHUL QUR’AN : PERSFEKTIF ETIKA ISLAM
KARAKTERISTIK DAN NILAI-NILAI MORAL DALAM QASHASHUL QUR’AN : PERSFEKTIF ETIKA ISLAM
Abstrak Kisah-kisah dalam Al-Qur'an menarik perhatian karena mengandung hubungan sebab-akibat yang logis dan memberikan pesan serta pelajaran sejarah yang mendalam. Al-Qur'an memu...
Perkembangan dan Resepsi Tafsir Hukmi di Kalangan Ulama
Perkembangan dan Resepsi Tafsir Hukmi di Kalangan Ulama
Tafsir hukmi merupakan pendekatan interpretasi Al-Qur'an yang fokus pada aspek-aspek hukum dan normatif dalam teks suci Islam. Penelitian ini menganalisis dari latar belakang kemun...
Studi Komparatif Lafadz Ulul Albab dalam Tafsir Ibnu Katsir dan Tafsir Al Mishbah
Studi Komparatif Lafadz Ulul Albab dalam Tafsir Ibnu Katsir dan Tafsir Al Mishbah
Abstrak: Tafsir Al-Qur’an adalah bidang studi yang fokus pada penafsiran dan pemahaman teks suci Al-Qur’an. Salah satu konsep yang sering dibahas adalah “Ulul Albab,” yaitu orang-o...

Back to Top