Javascript must be enabled to continue!
Konflik Komunikasi dalam Pekerjaan terhadap Keluarga Petani di Desa Cigugur Girang
View through CrossRef
Abstract. The crucial issue of work-family communication conflict is a particular concern, particularly for individuals with dual responsibilities such as farmers. This study aims to describe the forms of communication conflict that arise from work-family conflict among farmers in Cigugur Girang Village, by examining three main aspects: time-based, pressure-based, and behavioral conflict. This study employed a quantitative descriptive method with data collection techniques through the distribution of questionnaires to 82 farmers as respondents. The data obtained were analyzed to understand interpersonal communication patterns in the context of work role pressure. The results showed that time-based conflict limited family interaction, so that communication focused only on practical functions. In pressure-based conflict, the intensity of communication that showed emotional attention decreased due to work stress and income. Meanwhile, behavioral-based conflict formed a more dominant directional communication pattern, with a one-way tendency, influenced by an individualistic work culture. These findings indicate that work pressure causes a shift in the function and quality of communication in farming families, from communication nuanced by feelings to communication that is more limited in emotional aspects. This study emphasizes the importance of communication studies in understanding the impact of work-family conflict, particularly in the context of an agrarian society.
Abstrak. Permasalahan penting mengenai konflik komunikasi dalam pekerjaan terhadap keluarga menjadi perhatian khusus, terutama bagi individu dengan tanggung jawab ganda seperti petani. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan bentuk konflik komunikasi yang terjadi akibat work-family conflict pada petani di Desa Cigugur Girang, dengan meninjau tiga aspek utama, yaitu konflik berbasis waktu, tekanan, dan perilaku. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui penyebaran kuesioner kepada 82 petani sebagai responden. Data yang diperoleh dianalisis untuk memahami pola komunikasi interpersonal dalam konteks tekanan peran kerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik berbasis waktu menyebabkan interaksi keluarga menjadi terbatas, sehingga komunikasi hanya berfokus pada fungsi praktis. Pada konflik berbasis tekanan, intensitas komunikasi yang menunjukkan perhatian emosional menurun akibat stres kerja dan ketidakpastian penghasilan. Sementara itu, konflik berbasis perilaku membentuk pola komunikasi yang lebih dominan bersifat arahan, dengan kecenderungan satu arah, dipengaruhi oleh budaya kerja yang individualistis. Temuan ini menunjukkan bahwa tekanan pekerjaan menyebabkan pergeseran fungsi dan kualitas komunikasi dalam keluarga petani, dari komunikasi yang bernuansa perasaan menjadi komunikasi yang yang lebih terbatas dalam aspek emosional. Penelitian ini menegaskan pentingnya kajian komunikasi dalam memahami dampak work-family conflict, khususnya dalam konteks masyarakat agraris.
Universitas Islam Bandung (Unisba)
Title: Konflik Komunikasi dalam Pekerjaan terhadap Keluarga Petani di Desa Cigugur Girang
Description:
Abstract.
The crucial issue of work-family communication conflict is a particular concern, particularly for individuals with dual responsibilities such as farmers.
This study aims to describe the forms of communication conflict that arise from work-family conflict among farmers in Cigugur Girang Village, by examining three main aspects: time-based, pressure-based, and behavioral conflict.
This study employed a quantitative descriptive method with data collection techniques through the distribution of questionnaires to 82 farmers as respondents.
The data obtained were analyzed to understand interpersonal communication patterns in the context of work role pressure.
The results showed that time-based conflict limited family interaction, so that communication focused only on practical functions.
In pressure-based conflict, the intensity of communication that showed emotional attention decreased due to work stress and income.
Meanwhile, behavioral-based conflict formed a more dominant directional communication pattern, with a one-way tendency, influenced by an individualistic work culture.
These findings indicate that work pressure causes a shift in the function and quality of communication in farming families, from communication nuanced by feelings to communication that is more limited in emotional aspects.
This study emphasizes the importance of communication studies in understanding the impact of work-family conflict, particularly in the context of an agrarian society.
Abstrak.
Permasalahan penting mengenai konflik komunikasi dalam pekerjaan terhadap keluarga menjadi perhatian khusus, terutama bagi individu dengan tanggung jawab ganda seperti petani.
Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan bentuk konflik komunikasi yang terjadi akibat work-family conflict pada petani di Desa Cigugur Girang, dengan meninjau tiga aspek utama, yaitu konflik berbasis waktu, tekanan, dan perilaku.
Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui penyebaran kuesioner kepada 82 petani sebagai responden.
Data yang diperoleh dianalisis untuk memahami pola komunikasi interpersonal dalam konteks tekanan peran kerja.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik berbasis waktu menyebabkan interaksi keluarga menjadi terbatas, sehingga komunikasi hanya berfokus pada fungsi praktis.
Pada konflik berbasis tekanan, intensitas komunikasi yang menunjukkan perhatian emosional menurun akibat stres kerja dan ketidakpastian penghasilan.
Sementara itu, konflik berbasis perilaku membentuk pola komunikasi yang lebih dominan bersifat arahan, dengan kecenderungan satu arah, dipengaruhi oleh budaya kerja yang individualistis.
Temuan ini menunjukkan bahwa tekanan pekerjaan menyebabkan pergeseran fungsi dan kualitas komunikasi dalam keluarga petani, dari komunikasi yang bernuansa perasaan menjadi komunikasi yang yang lebih terbatas dalam aspek emosional.
Penelitian ini menegaskan pentingnya kajian komunikasi dalam memahami dampak work-family conflict, khususnya dalam konteks masyarakat agraris.
Related Results
Nilai Tukar Petani Karet di Desa Penanggoan Duren Kecamatan Tulung Selapan Kabupaten Ogan Komering Ilir OKI
Nilai Tukar Petani Karet di Desa Penanggoan Duren Kecamatan Tulung Selapan Kabupaten Ogan Komering Ilir OKI
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Berapa nilai tukar petani (NTP) karet di Desa Penanggoan Duren Kecamatan Tulung Selapan Kabupaten Ogan Komering Ilir dan Berapa tingkat pe...
POLA KOMUNIKASI DALAM SANGKEPAN DESA ADAT PENGLIPURAN KECAMATAN BANGLI KABUPATEN BANGLI
POLA KOMUNIKASI DALAM SANGKEPAN DESA ADAT PENGLIPURAN KECAMATAN BANGLI KABUPATEN BANGLI
Pemimpin desa adat dalam hal ini kelian desa merupakan pemegang otoritas utama dalam kepemerintahan desa adat di desa adat Penglipuran, Kelurahan Kubu, Kecamatan Bangli, Kabupaten ...
Efektivitas Peruntukkan Dana Desa
Efektivitas Peruntukkan Dana Desa
Dalam rangka meningkatkan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat Desa, pemerintahan Presiden Joko Widodo membuat terobosan melalui program menyalurkan Dana Desa. “Tahun 2015 Alok...
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PERATURAN DESA DI DESA KAWUNGLARANG, KECAMATAN RANCAH, KABUPATEN CIAMIS
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PERATURAN DESA DI DESA KAWUNGLARANG, KECAMATAN RANCAH, KABUPATEN CIAMIS
Peraturan Desa ditetapkan oleh Kepala Desa setelah dibahas dan disepakati bersama Badan Permusyawaratan Desa merupakan kerangka hukum dan kebijakan dalam penyelenggaraan Pemerintah...
KAJIAN TEOLOGIS: KETELADANAN RASUL PAULUS TERKAIT DENGAN PENYELESAIAN KONFLIK DI JEMAAT KORINTUS DITINJAU DARI 1 KORINTUS 3:1-9:18 - 21 SERTA IMPLEMENTASINYA TERHADAP PERANAN GEREJA TERHADAP PENYELESAIAN KONFLIK DALAM JEMAAT
KAJIAN TEOLOGIS: KETELADANAN RASUL PAULUS TERKAIT DENGAN PENYELESAIAN KONFLIK DI JEMAAT KORINTUS DITINJAU DARI 1 KORINTUS 3:1-9:18 - 21 SERTA IMPLEMENTASINYA TERHADAP PERANAN GEREJA TERHADAP PENYELESAIAN KONFLIK DALAM JEMAAT
Penulisan karya ilmiah ini bertujuan untuk melihat bagaimana seharusnya menyelesaikan dan menghadapi konflik yang terjadi di tengah – tengah jemaat berdasarkan keteladanan rasul Pa...
KONDISI SOSIAL EKONOMI PETANI GULA AREN DI KECAMATAN TELAGA BIRU, KABUPATEN GORONTALO
KONDISI SOSIAL EKONOMI PETANI GULA AREN DI KECAMATAN TELAGA BIRU, KABUPATEN GORONTALO
Desa Dulamayo Utara dan Desa Tonala merupakan dua desa yang ada di Kecamatan Telaga Biru Kabupaten Gorontalo. Desa Dulamayo Utara dan Desa Tonala memiliki potensi sumber daya ala...
TELAAH KONFLIK DALAM NOVEL MOGA BUNDA DISAYANG ALLAH KARYA TERE LIYE
TELAAH KONFLIK DALAM NOVEL MOGA BUNDA DISAYANG ALLAH KARYA TERE LIYE
AbstrakRumusan masalah adalah bagaimanakah konflik-konflik, faktor penyebab konflik, dan penyelesaian konflik yang terdapat dalam novel Moga Bunda Disayang Allah karya Tere Liye be...
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PERATURAN DESA DI DESA KALIMATI, KECAMATAN ADIWERNA, KABUPATEN TEGAL, JAWA TENGAH
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PERATURAN DESA DI DESA KALIMATI, KECAMATAN ADIWERNA, KABUPATEN TEGAL, JAWA TENGAH
Peraturan Desa ditetapkan oleh Kepala Desa setelah dibahas dan disepakati bersama BadanPermusyawaratan Desa merupakan kerangka hukum dan kebijakan dalam penyelenggaraanPemerintahan...

