Javascript must be enabled to continue!
Perkembangan Religi Prasejarah: Tradisi Masyarakat Gayo.
View through CrossRef
Abstract. Prehistoric Religion Development: Gayo Communities Tradition. Religion lived out by Gayo communities has been practiced since the prehistoric period. The religion of that period isevidenced from remains of activities, among others from burial remains at Loyang Mendale and Loyang Ujung Karang Sites. Burial patterns and funeral gifts are the most apparent evidences of theexistence of religion concept during the prehistoric period. The process shows a development from simple form to more complex ones, but some aspects of ancient religion can still be found in laterperiods. In an attempt to understand it, identification of archaeological remains in forms of burial remains such as human remains, artifacts, and features are used as the focus of study, and ethnoarchaeological approach will be employed in this study on the concept of religion. Thus, in general it can be said that this attempt to understand religion will use inductive flow, which is part of qualitative research method. Interviews will also be carried out to acquire concepts of ancient religions that are still recognized among the Gayo communities. This method will generate a comprehension on religions from the prehistoric period until nowadays, with ancient conceptions that are still known among contemporary communities. Abstrak. Keberadaan religi pada masyarakat Gayo sudah berlangsung sejak masa prasejarah. Pemahaman religi pada masa itu diketahui dari sisa aktivitas yang di antaranya masih dikenali dari sisa penguburan di Situs Loyang Mendale dan Loyang Ujung Karang. Pola penguburan dan bekal kubur di situs dimaksud merupakan hal yang paling jelas menunjukkan adanya konsep religi di masa Prasejarah. Di dalam prosesnya telah menunjukkan adanya perkembangan dari bentuk yang sederhana ke hal yang lebih kompleks, namun beberapa bagian dari religi lama tampaknya masih dianut hinggake masa-masa kemudian. Untuk memahami perkembangan religi tersebut, maka identifikasi tinggalan arkeologis, baik yang berupa sisa penguburan kerangka manusia, artefak ataupun fitur menjadi pusat kajian. Dalam konsep religi akan dilakukan pendekatan etnoarkeologi, sehingga secara umum dapat dikatakan bahwa pemahaman akan religi menggunakan alur induktif yang merupakan bagian dari metode penelitian kualitatif. Sejalan dengan itu dilakukan juga wawancara mendalam dalam upaya mendapatkan konsep-konsep religi lama yang masih dikenal oleh masyarakat Gayo. Metode tersebut akan menghasilkan pemahaman religi dari masa prasejarah hingga kini dan beberapa bagian dari konsepsi lama yang masih dikenal masyarakat dalam konteks religi di masa kini.
Title: Perkembangan Religi Prasejarah: Tradisi Masyarakat Gayo.
Description:
Abstract.
Prehistoric Religion Development: Gayo Communities Tradition.
Religion lived out by Gayo communities has been practiced since the prehistoric period.
The religion of that period isevidenced from remains of activities, among others from burial remains at Loyang Mendale and Loyang Ujung Karang Sites.
Burial patterns and funeral gifts are the most apparent evidences of theexistence of religion concept during the prehistoric period.
The process shows a development from simple form to more complex ones, but some aspects of ancient religion can still be found in laterperiods.
In an attempt to understand it, identification of archaeological remains in forms of burial remains such as human remains, artifacts, and features are used as the focus of study, and ethnoarchaeological approach will be employed in this study on the concept of religion.
Thus, in general it can be said that this attempt to understand religion will use inductive flow, which is part of qualitative research method.
Interviews will also be carried out to acquire concepts of ancient religions that are still recognized among the Gayo communities.
This method will generate a comprehension on religions from the prehistoric period until nowadays, with ancient conceptions that are still known among contemporary communities.
Abstrak.
Keberadaan religi pada masyarakat Gayo sudah berlangsung sejak masa prasejarah.
Pemahaman religi pada masa itu diketahui dari sisa aktivitas yang di antaranya masih dikenali dari sisa penguburan di Situs Loyang Mendale dan Loyang Ujung Karang.
Pola penguburan dan bekal kubur di situs dimaksud merupakan hal yang paling jelas menunjukkan adanya konsep religi di masa Prasejarah.
Di dalam prosesnya telah menunjukkan adanya perkembangan dari bentuk yang sederhana ke hal yang lebih kompleks, namun beberapa bagian dari religi lama tampaknya masih dianut hinggake masa-masa kemudian.
Untuk memahami perkembangan religi tersebut, maka identifikasi tinggalan arkeologis, baik yang berupa sisa penguburan kerangka manusia, artefak ataupun fitur menjadi pusat kajian.
Dalam konsep religi akan dilakukan pendekatan etnoarkeologi, sehingga secara umum dapat dikatakan bahwa pemahaman akan religi menggunakan alur induktif yang merupakan bagian dari metode penelitian kualitatif.
Sejalan dengan itu dilakukan juga wawancara mendalam dalam upaya mendapatkan konsep-konsep religi lama yang masih dikenal oleh masyarakat Gayo.
Metode tersebut akan menghasilkan pemahaman religi dari masa prasejarah hingga kini dan beberapa bagian dari konsepsi lama yang masih dikenal masyarakat dalam konteks religi di masa kini.
Related Results
MOTIF UKIRAN KERAWANG GAYO PADA RUMAH ADAT GAYO DI KABUPATEN ACEH TENGAH PROVINSI ACEH
MOTIF UKIRAN KERAWANG GAYO PADA RUMAH ADAT GAYO DI KABUPATEN ACEH TENGAH PROVINSI ACEH
AbstrakKerawang Gayo merupakan hiasan berupa motif ukir atau ragam hias yang diterapkan pada rumah adat Gayo di Kabupaten Aceh Tengah. Motif kerawang diciptakan oleh masyarakat Gay...
KERAWANG GAYO: STUDI ETNOGRAFI DI KAMPUNG BEBESEN KABUPATEN ACEH TENGAH
KERAWANG GAYO: STUDI ETNOGRAFI DI KAMPUNG BEBESEN KABUPATEN ACEH TENGAH
Kerawang Gayo is the name for decorative motifs of traditional Gayo clothing that has been designated as an intangible cultural heritage through the Decree of the Minister of Educa...
Gayo Buffalo Maintenance Management Viewed from the Technical Aspect of Maintenance in Gayo Lues Regency
Gayo Buffalo Maintenance Management Viewed from the Technical Aspect of Maintenance in Gayo Lues Regency
ABSTRACT. Gayo Lues Regency, Aceh Province is a very potential area for the development of buffalo. This study aims to determine the application of technical aspects of buffalo bre...
Studi Deskriptif Motif Kerawang Gayo Aceh Tengah pada Baju Pengantin Adat Gayo
Studi Deskriptif Motif Kerawang Gayo Aceh Tengah pada Baju Pengantin Adat Gayo
Kerawang Gayo is the designation of the Gayo carving motifs of Central Aceh Province. The Gayo Kerawang motif can be found on wooden houses, pottery, wicker, metal, and cloth. In t...
DIDONG SEBAGAI INTI VOKAL GAYO: STUDI LAPANGAN VOKAL ACEH BERSAMA PENYANYI GAYO WIRATMADINATA DAN PETERIANA KOBAT
DIDONG SEBAGAI INTI VOKAL GAYO: STUDI LAPANGAN VOKAL ACEH BERSAMA PENYANYI GAYO WIRATMADINATA DAN PETERIANA KOBAT
Seni vokal tradisional Gayo, khususnya didong, merupakan komponen penting dari warisan budaya dan identitas etnis Aceh Tengah. Dalam konteks ini, pemutaran lagu-lagu etnik di Perpu...
Evaluasi Keterampilan Dasar Sepakbola Pada Klub PSGL (Persatuan Sepakbola Gayo Lues) Kabupaten Gayo Lues
Evaluasi Keterampilan Dasar Sepakbola Pada Klub PSGL (Persatuan Sepakbola Gayo Lues) Kabupaten Gayo Lues
Penelitian yang berjudul: “Evaluasi Keterampilan Dasar Sepakbola Pada Klub PSGL (Persatuan Sepakbola Gayo Lues) Kabupaten Gayo Lues Tahun 2013”. Ini mengangkat masalah bagaimana ev...
TARI GUEL SEBAGAI IDENTITAS MASYARAKAT GAYO
TARI GUEL SEBAGAI IDENTITAS MASYARAKAT GAYO
ABSTRAKTari Guel dipahami sebagai sebuah simbolis gerak yang memberikan interaksi dinamis pada penontonnya, yaitu tentang pembentukan makna dalam realitas kehidupan sehari-hari ole...
IDENTIFIKASI UMAH ADAT PITU RUANG SEBAGAI PRODUK KEBUDAYAAN GAYO. STUDI KASUS: UMAH REJE BALUNTARA DI ACEH TENGAH
IDENTIFIKASI UMAH ADAT PITU RUANG SEBAGAI PRODUK KEBUDAYAAN GAYO. STUDI KASUS: UMAH REJE BALUNTARA DI ACEH TENGAH
AbstrakUmah Adat Pitu Ruang merupakan karya seni bangunan rumah adat Suku Gayo. Struktur bangunannya berupa rumah panggung yang memiliki 36 tiang sebagai penopang dengan ornamen-or...

